Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28 persen ditopang penguatan harga saham emiten sektor energi, pertambangan logam dan keuangan. Penguatan indeks berlanjut, naik 0,33% (19,19 poin) kel level 5.755,60 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,24% (-46,33 poin) menjadi 19.547,83, setelah dibuka turun 0,17% terpengaruh oleh penguatan yen terhadap dolar AS yang menekan harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah 0,02% dan bergerak turun 0,04% di posisi 2.044,88.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka denga nmelawan tren pelemahan Asia, melaju 0,76% ke level 22.302,64 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,03% di posisi 3.157,91.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari dihadapkan pada kondisi bervariasinya pergerakan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan aksi jual dan berakhir di zona hijau menembus level 5.300. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat, didukung oleh rilis data ekonomi yang positif dan penguatan harga minyak. Namun minimnya katalis positif berpotensi meredam laju IHSG.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta naiknya nilai tukar rupiah pada pembukaan hari ini, seiring dengan penguatan pada harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.265 sedangkan resist pada level 5.340.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 595
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan didukung penguatan harga saham sektor otomotif dan konsumsi. Di pihak lain, investor mewaspadai isi risalah hasil pertemuan Fedeal Reserve AS, Desember lalu yang mengkhawatirkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat di bawah Presiden terpilih Donald Trump akan dibarengi oleh naiknya tingkat suku bunga yang lebih agresif demi mencegah inflasi yang terlalu tinggi. The Fed juga mengkhawatirkan penguatan dolar yang terlalu cepat, dan kemungkinan kenaikan stimulus fiskal yang dapat memicu permintaan melebihi level yang berkelanjutan.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,30% (60,40 poin) menjadi 19.942,16.
S&P 500 melaju 0,57% (12,92 poin) ke level 2.270,75.
Nasdaq melesat 0,88% (47,92 poin) di posisi 5.477,01.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,74% menjadi US$24,49.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir cenderung mendatar, kendati harga minyak menguat dan data inflasi zona euro memperlihatkan adanya kenaikan selama tiga bulan berturut-turut. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,12% menjadi 365,26, tertekan oleh penurunan harga saham di bursa saham Spanyol. Sinyal menguatnya inflasi, serta pelemahan poundsterling dan euro terhadap dolar AS menjadi faktor pemicu pelemahan harga saham sektor ritel. Sejumlah rumah mode dan inudtri fesien mengumumkan akan memangkas proyeksi labanya, terkait tinginya ketidakpastian. Kenaikan harga saham sektor perbankan meredam tekananpenurunan indeks.
FTSE 100 London naik 0,17% (11,85 poin) menjadi 7.189,74.
DAX 30 Frankfurt bergeming di level 11.584.
CAC 40 Paris bertahan di level 4.899,40.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah, menjauhi level tertinggi 14 tahun, terpengaruh oleh rilis risalah hasil pertemuan The Fed Desember lalu. Hampir semua peserta pertemuan itu "mengkhawatirkan kenaikan risiko peningkatan target pertumbuhan ekonomi akibat prospek kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di tahun-tahun mendatang." Analis mengatakan, para pelaku pasar mulai kembali dari libur panjang dan mengambil posisi long. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju, turun 0,48 persen menjadi 102,710.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0488 |
-0.0001 |
-0.01% |
5:39 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2321 |
-0.0002 |
-0.02% |
5:39 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
117.27 |
0.02 |
+0.02% |
5:39 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9342 |
-0.0298 |
-0.43% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,440.00 |
-36.00 |
-0.27% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan ICE Futures London hingga pagi bergerak menguat, mencatatkan kenaikan hampir dua persen jelang penutupan bursa. Ekspektasi penurunan stok minyak mentah AS dan tanda-tanda bahwa OPEC akan mematuhi kesepakatan pemotongan output menjadi pemicu kenakian harga minyak. American Petroleum Institute melaporkan, cadangan minyak mentah AS hingga akhiir tahun lalu turun 7,4 juta barel. Kuwait menumbuhkan ekspektasi bahwa produsen akan mematuhi kesepakatan penurunan pasokan, setelah BUMN minyak negara itu mengatakan akan memangkas produksi pada kuartal pertama.
Harga minyak Brent di bursa berjangka naik 99 sen (1,8%) menjadi US$56,46 per barel.
Harga minyak WTI di bursa berjangka naik 93 sen (1,8%) menjadi US$53,26 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, didukung oleh penurunan indeks dolar. Peningkatan permintaan emas di China dan India ikut mendukung kenaikan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$3,3 (0,28%) menjadi US$1.165,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,27% menjadi US$1.161,61 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar