About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 30 November 2016

Market Brief: Harga Minyak Dongkrak Eropa dan Asia, IHSG Berpeluang Menguat

Ipotnews - Di awal Desember (Kamis,1/12) bursa saham Asia dibuka di teritori positif, melanjutkan tren kenaikan indeks bursa saham Eropa, membalik tren penurunan indeks Wall Street, menyambut kesepakatan OPEC memangkas produksi minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan laju indeks ASX 200 Australia sebesar 0,58 persen didukung lonjakan harga saham sektor energi dan pertambangan dasar, masing-masing sebesar 6,75% dam 2,14%. Kenaikan indeks berlanjut menjadi 0,53% (28,93 poin) ke level 5.469,40 padda pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melambung 1,76% (321,881 poin) di posisi 18.630,36, setelah dibuka melesat 1,55% ditopang oleh pelemahan nilai tukar yen dan kenaikan harga saham terkait energi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat tipis 0,05% namun berlanjut melemah 0,02% menjadi 1.983,13.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,70% ke level 22.948,65 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik 0,22% menjadi 3.257,03.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervarasi di bursa saham global dan penguatan di bursa regional, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini akan kembali berusaha melanjutkan penguatan menjju level 5.200, didukung rilis data inflasi BPS hari ini. Namun aksi ambil untung setelah dua hari kenaikan mengancam laju IHSG.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi katalis negatif indeks. Di sisi lain menguatnya harga minyak mentah diprediksi menjadi katalis positif. Pelaku pasar juga menunggu rilis data ekonomi inflasi yang akan diumumkan hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.115 sedangkan resist pada level 5.185.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WSBP [WSBP 575 10 (+1,8%)] (Spec Buy, TP: Rp585, Support: Rp565), SMBR [SMBR 2,580 -10 (-0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.700, Support: Rp2.480), MAPI [MAPI 5,200 -75 (-1,4%)] (Spec Buy, TP: Rp5.550, Support: Rp5.000), AKRA [AKRA 6,650 -25 (-0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp6.850, Support: Rp6.500).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup bervariasi cenderung melemah, di tengah lonjakan harga saham sektor energi yang ditopang kenaikan harga minyak. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial sempat menyentuh level tertinggi, sebelum akhirnya ditutup melemah, dilanda aksi jual jelang rapat The Fed di pekan ketiga Desembar nanti. Rilis angka tenaga kerja sektor swasta AS periode November versi ADP menunjukkan kenaikan sebesar 216.000. Belanja konsumen periode Oktober naik 0,3 persen, dan pendapatan pribadi naik 0,6 persen. Beige Book The Fed memperlihatkan, perekonomian di sebagaian besar negara bagin naik secara moderat.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,01% (1,98 poi) di posisi 19.123,58.
S&P 500 turun 0,27% (-5,85 poin) menjadi 2.198,81.
Nasdaq Composite anjlok 1,05% (56,24 poin) ke level 5.323,68.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,34% menjadi US$23,35.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona hijau, didorong reli harga saham migas setelah OPEC bersepakat memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam 8 tahun terakhir. Hasil pertemuan OPEC di Wina, menyepakati pengurangan produksi menjadi 32,5 juta barel per hari. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4%. Namun laju indeks masih dibayangi kekhawatiran akan perkembangan politik di Italia, jelang referendum reformasi konstitusi pada akhir pekan ini.

FTSE 100 London menguat 0,17% (11,79 poin) di posisi 6.783,79.
DAX 30 Frankfurt naik 0,19% (19,81 poin) menjadi 10.640,30.
CAC 40 Paris melaju 0,59% (16,88 poin) ke level 4.578,34.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, tadi pagi ditutup menguat didorong rilis sejumlah data makroekonomi AS yang positif mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed jelang akhir tahun ini. Lapangan kerja sektor swasta AS periode Oktober-November bertambah 216.000, jauh di atas perkiraan pasar. Kemarin rilis PDB AS kuartal ketiga naik 3,2 persen (yoy) sedikit lebih tinggi dari konsensus pasar yang memproyeksikan pertumbuhan 3,1 persen. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,58 persen menjadi 101,520.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0596

0.0007

+0.07%

5:49 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2509

0.0003

+0.02%

5:49 PM

Yen (USD-JPY)

114.32

-0.14

-0.12%

5:51 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8894

-0.0153

-0.22%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,555.00

-4.50

-0.03%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi bergerak menguat, melonjak hingga 9 persen, didorong kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi. Efektif mulai 1 Januari tahun depan, OPEC akan menurunkan produksinya sebesar 1,2 juta barel per hari, atau sekitar 4,5 persen dari output saat ini, menjadi 32,5 juta barel per hari, sesuai kesepakatan awal di Aljir, September lalu.

Rusia yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk mengurangi produksi hingga 300.000 bph, menyatakan akan mendukung kesepakatan OPEC. Rilis data mingguan produksi minyak AS menunjukkan penurunan 884.000 barel hingga akhir pekan lalu, jauh dibawah perkiraan kenaikan 636.000 barel. Cadangan BBM AS naik 5 juta barel, jauh di atas ekspektasi kenaikan 1,3 juta barel.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari, melambung US$4,21 (9,3%) menjadi US$49,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari, naik US$4,07 (8,8%) ke level US$50,45 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari ditutup melemah, rontok dihantam penguatan indeks dolar dan perbaikan sejumlah data makro ekonomi  AS. Penguatan sejumlah data tersebut mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed jelang akhir Desember. Lemahnya permintaan emas fisik di India dan China ikut menekan harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Februari anjlok US$16,9 (-1,42%) menjadi US$1.173,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot melorot 1,1% menjadi US$1.174,96 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news