About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 02 Januari 2017

Market Brief: Global Menguat, IHSG Berupaya Bentuk Uptrend Jangka Pendek

Ipotnews - Mengawali 2017, bursa saham Asia dibuka menguat, setelah menutup tahun 2016 dengan mencatatkan kenaikan indeks secara keseluruhan. Bursa saham Jepang, Selandia Baru dan Thailand hari ini tutup, melanjutkan libur Tahun Baru.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,96 persen, setelah membukukan kenaikan sebesar 6,99 persen pada tahun lalu. Kenaikan indeks hari ini ditopang kenaikan harga saham hampir di semua sektor. Laju indeks menguat menjadi 0.95% (53,91 poin) ke level 5.719,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak naik 0,26% (5,18 poin) di posisi 2.031,34, dibuka menguat 0,23%. Kenaikan indeks didukung oleh pelemahan nilai tukar won terhadap dolar pada pembukaan pasar Asia, yang mendongkak harga saham-saham emiten eksportir.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong gagal melanjutkan tren kenaikan Asia dengan dibuka melemah 0,03% di posisi 21.993,36 pada pukul 8:35 WIB. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat tipis 0,05% menjadi 3.105,31.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa Eropa dan Asia, setelah berhasil membukukan kenaikan lebih dari 15 persen sepanjang tahun 2016. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari pertama 2017 berpotensi menguat berusaha membentuk pola uptrend baru jangka pendek, didukung rilis sejumlah data ekonomi yang mendongkrak optimisme pasar.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya IHSG pada penutupan akhir tahun karena aksi jual oleh sebagian investor pasca window dressing diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain, adanya katalis positif dari Januari efek diperkirakan dapat mendorong laju indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level5.270 sedangkan resist pada level 5.335.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBTN [BBTN 1,720 -20 (-1,1%)] (SELL, Resist: Rp1.770, Support: Rp1.710), ITMG [ITMG 16,775 -100 (-0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp17.150, Support: Rp16.600), MPPA [MPPA 1,495 15 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.525, Support: Rp1.435), HMSP [HMSP 3,840 10 (+0,3%)] (SELL, Resist: Rp3.920, Support: Rp3.740).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri tahun 2016 pada Jumat pekan lalu (30/12) dengan membukukan penurunan selama tiga hari berturut-turut, kendati dengan membukukan kenaikan sepanjang tahun. Para  trader berspekulasi dengan menempatkan order jual dalam jumlah besar mencapai US$1,2 miliar. Sebagian investor meyakini bahwa gain pada 2017 sudah masuk dalam perhitungan (priced-in) selama perdagangan 2016. Indeks PMI Chicago periode Desember mencapai 54,6, turun dari 57,6 pada November dan lebih rendah dari perkiraan sebesar 56,8.

Dow Jones Industrial Average turun 0,29% (-57,18 poin) menjadi 19.762,60.
S&P 500 melorot 0,46% (-10,43 poin) ke level 2.238,83.
Nasdaq Composite bergeming di posisi 5.383,12.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,31% menjadi US$24,13.

Bursa saham utama Eropa mengawali perdagangan saham tahun ini, (Senin 2/1) dengan membukukan kenaikan, didukung oleh rilis indeks PMI zone euro versi IHS Markit periode Desember yang mencapi 54,9, tertinggi sejak April 2011, lebih baik dari perkiraan. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,49% menjadi 363,18. Bursa saham Inggris masih tutup setelah membukukan kenaikan pada akhir perdagangan bursa, Jumat pekan lalu. Pertumbuhan manufaktur Jerman mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir, didorong oleh meningkatnya permintaan dari Asia dan AS, sedangkan manufaktur Perancis mencapai level tertinggi dalam 5,5 tahun. Semua sektor berakhir di zona hijau.

FTSE 100 London naik 0,32% (22,57 poin) menjadi 7.142,83.
DAX 30 Frankfurt melesat 1,02% (117,27 poin) ke level 11.598,33.
CAC 40 Paris melaju 0,41% (20,07 poin) di posisi 4.882,38.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang menguat di hari perdagangan pertama tahun 2017, ditopang oleh spekulasi kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini, setelah melesat hampir emapt persen sepanjang tahun lalu. Pasar memperkirakan reli dolar AS masih akan berlanjut didukung oleh spekulasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, meskipun dengan volume perdagangan yang tipis. Sebagian besar pasar saham tutup pada Senin, termasuk Wall Street dan bursa Italia. Namun, bursa saham Eropa menguat menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap mata uang negara maju naik 0,59% menjadi 102,81.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0468

0.0013

+0.12%

6:05 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2283

0.0005

+0.04%

6:05 PM

Yen (USD-JPY)

117.36

-0.19

-0.16%

6:09 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9450

-0.0109

-0.16%

12/30/2016

Rupiah (USD-IDR)

13,472.50

1.50

+0.01%

12/30/2016

Sumber : Bloomberg.com, 2/1/2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan ICE Futures London akhir tahun lalu (Jumat,30/12) ditutup dengan membukukan penurunan. Kendati demikian harga minyak dunia berhasil membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 2009, pada 2016 lalu, didukung oleh kesepakatan OPEC dan sejumlah produsen minyak non-OPEC untuk membatasi produksi. Sepanjang tahun tahun ini harga minyak WTI dan Brent di bursa berjangka, masing-masih naik 45 persen dan 52 persen. Namun pada akhir pekan lalu harga minyak melemah setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) merilis kenaikan data persediaan minyak pada akhir pekan sebelumnya sebesar 614.000 barel, jauh dari ekspektasi penurunan sebesar 2,1 juta barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari turun 5 sen menjadi US$53,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 8 sen menjadi US$56,77 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir tahun lalu (Jumat,30/12) ditutup dengan membukukan pelemahan, di tengah penurunan dolar AS. Namun secara keseluruhan harga emas telah melesat lebih dari 9 persen sepanjang tahun 2016, menghapus kerugian selama tiga tahun penurunan. Harga emas tahun ini diperkirakan akan melemah seiring dengan dengan perkiraan tiga kali kenaikan suku bunga AS. Di pihak lain, ketidakpastian dan risiko geopolitik, terkait sikap politik Presiden AS terpilih Donald Trump, dan risiko kelanjutan Brexit berpotensi mendongkrak harga emas pada 2017.

Harga emas di pasar untuk pengiriman Februari ditutup di level US$1.151,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$1.151,91 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news