Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,54 persen di diukung kenaikan harga saham hampir di semua sektor, kecilai sektor pertambangan logam terutama emas. Penguatan indeks berlanjut, melesat 0,85% (49,02 poin) ke level 5.804,60 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang indeks Kospi, Korea Selatan bergerak turun 0,01% menjadi 2048,83, setelah dibuka menguat tipis 0,04% terpengaruh oleh pernyataan Korea Utara yang mengumumkan akan meluncurkan rudal balistiknya, sewaktu-waktu. Bursa saham Jepang hari ini libur.
Mendukung tren kenaikan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,26% menjadi 22.561,11 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melorot 0,20% ke posisi 3.148,03.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan oada tren pergerakan indeks yang cenderung menguat di bursa global dan Asia, setelah pekan lalu berhasil berlabuh di zona hijau setelag menembus level 5.350. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan menyambut rilis data cadangan devisa yang diprediksi meningkat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah serta stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diprediksi menjadi sentimen positif indeks pada hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level5.315 sedangkan resist pada level 5.380.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PTPP [PTPP 0
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup di zona hijau setelah mencetak rekor tertinggi indeks Nasdaq Composite. Kenaikan indeks didiukung rilis data tenaga kerja AS yang menunjukkan penambahan sekitar 156.000 lapangan pekerjaan baru sepanjang Desember lalu, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 178.000. Sementara, tingkat pengangguran berada di level 4,7%. Saham Nike memimpin kenaikan saham. Sedangkan posisi top losers dihuni oleh saham Verizon. Sektor teknologi informasi mencetak kenaikan paling tinggi di antara sembilan sektor lainnya. Sedangkan sektor telekomunikasi melempem.
Dow Jones Industrial Average naik 0,23% (64,51 poin) menjadi 19.963,8.
S&P 500 menguat 0,35% (7,98 poin) di level 2.276,98.
Nasdaq Composite melaju 0,60% (33,12 poin) ke posisi 5.521,06.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,56% menjadi US$24.68.
Bursa saham utama Eropa juga ditutup menguat akhir pekan lalu, mendukung laju kenaikan indeks sepanjang pekan lalu, di tengah penurunan harga komoditas pertambangan dan energi. Indeks Stoxx Europe 600 mencatatkan kenaiikan mingguan sebesar 1,12%, walaupun ditutup melemah 0,05% menjadi 365,45 pada perdagangan Jumat (6/1/2017). Rilis data tenaga kerja dan pendapatan perorangan di AS yang menunjukkan kenaikan sebesar 2,9% per jam, ikut mendongkrak indeks saham Eropa.
FTSE 100 London naik 0,20% (14,74 poin) ke level 7.210,05.
DAX 30 Frankfurt bertambah 0,12% (14,07 poin) di posisi 11.599,01.
CAC 40 Paris menguat 0,19% (9,20 poin) menjadi 4,909,84.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup menguat didukung oleh rilis data tengah kerja AS periode Desember yang menunjukkan penambahan penyerapan tenaga kerja sekitar 153.000 orang. Kendati demikian indeks dolar melemah sepanjang dua pekan terakhir. Revisi data tenaga kerja Oktober dan November juga menunjukkan penambahan 19.000 pekerjaan, sehingga mendongkrak angka penciptaan kerja sepanjang 2016 lalu sebanyak 2,16 juta, memperkuat dukung terhadap kenaikan suku bunga AS. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadao enam mata uang negara maju naik 0,4% menjadi 101,92.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0532 |
-0.0075 |
-0.71% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2287 |
-0.0132 |
-1.06% |
|
Yen (USD-JPY) |
117.02 |
1.67 |
+1.45% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9241 |
0.0474 |
+0.69% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,371.00 |
4.50 |
+0.03% |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan ICE Futures London akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan tipis, tertahan oleh penguatan dolar AS. Namun secara keseluruhan harga minyak menguat sepanjang pekan lalu. Pasar mewaspadai kemungkinan sejumlah produsen minyak dunia mengingkari kesepakatan pemotongan produksi. Harga minyak mentah di bursa berjangka naik 0,5% sepanjang pekan lalu. Baker Hughes mencatat, operasi rig AS hingga akjhir pekan lalu mencapai 529 rig, tertinggi sejak Desember 2015.
Harga minyak berjangka Brent naik 11 sen menjadi USD57,00 per barel.
Harga minyak berjangka WTI naik 23 sen menjadi USD53,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu melorot, tertekan penguatan dolar AS yang didongkrak oleh data lapangan kerja dan tingkat upah di AS yang menunjukkan kenaikan di periode Desember. Harga emas di bursa berjangka naik 2,2 persen sepanjang pekan lalu.
Harga emas untuk kontrak pengiriman Februari naik menjadi $1.173,40 per ons.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi $1.171,80 per ons.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar