About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 10 Maret 2015

Market Brief: Eropa Dan AS Merah Total, Tekanan Aksi Jual Mereda Di Asia

Ipotnews - Aksi jual yang menggempur bursa saham Eropa dan Amerika Serikat, mereda di sesi awal perdagangan saham bursa Asia pagi ini (19/3). Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertengahan tahun ini mendorong penguatan dolar sehingga menekan harga ekuitas dan komoditas global. Indeks saham Eropa dan AS berguguran dan sempat menerjang indeks S&P ASX 200, Australia yang langsung melorot 1,1% setelah pembukaan bursa. Tekanan terhadap indeks saham Asia mereda dengan dibukanya bursa saham Jepang. Indeks Nikkei 225 dibuka flat, dengan kecenderungan menguat ditopang oleh penguatan saham emiten ekpostir akibat melemahnya yen. Pelemahan indeks S&P ASX 200 sedikit mereda pada pukul 8:15 WIB dengan mencatatkan penurunan 0,65%.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin berhasil rebound dengaan mencatatkan nilai positif pada akhir perdagangan, hari ini diperkirakan akan bergerak variatif. Tekanan aksi jual akibat penguatan nilai tukar dolar dan pelemahan bursa saham global akan bertarung dengan optimisme berlanjutnya penguatan IHSG yang sudah memasuki jalur uptrend. Analis menyarankan untuk terus mewaspadai aksi jual investor asing dan tren pergerakan saham di bursa Asia.

Tim riset Indo Premier berpendapat, kembali melemahnya harga minyak dunia dan spekulasi makin dekatnya kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat yang berdampak pada pelemahan rupiah terhadap dolar AS, menjadi sentimen negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support 5.425 sementara resist 5.485. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WTON [WTON 1,360 45 (+3,4%)], SMRA [SMRA 1,660 50 (+3,1%)], ASRI [ASRI 585 0 (+0,0%)] dan ICBP [ICBP 14,500 275 (+1,9%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Bursa saham Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan tanda minus di depan semua indeks utama. Indeks saham berguguran , diterjang keperkasaan dolar dan pelemahan harga minyak. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencatatkan angka terendah sejak awal tahun ini.

Dow Jones Industrial Average longsor 1,85% (-322,78 poin) terjerembab di level 17.662,94.
S&P 500 rontok 1,70% (-35,27 poin), berakhir di level 2.044,16.
Nasdaq Composite amblas 1,67% (-82,64 poin) ke level 4.895,79.

Harga ETF saham Indonesia di Wall Street rontok 1,85% (-0,50 poin), menjadi US$26,50.

Selain digempur oleh pelemahan euro, penurunan harga minyak dan ekspektasi kenaikan The Fed Rate, harga saham di bursa utana Eropa terkulai dirongrong oleh masalah negosiasi utang Yunani yang tidak berjalan mulus. Indeks DAX 30, Frankfurt yang kemarin masih mampu mencatatkan nilai positif, tadi malam ikut ambil bagian dalam parade warna merah.

FTSE 100, London terjun 2,52%, mendarat di level 6.702,84.
CAC 40, Paris terjerembab 1,12%, ke level 4.881,95.
DAX 30, Frankfurt merosot 0,71%, kel level 11.500,38

Nilai Tukar Dolar AS

Keperkasaaan dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia berlanjut hingga penutupan bursa New York pagi tadi. Indeks dollar AS, yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang dunia tercatat naik 0,32 persen menjadi 94,559 pada akhir perdagangan atau tertinggi sejak September 2003. Pernyataan Presiden Federal Reserve Dallas, Richard Fischer bahwa The Fed harus mulai menaikkan suku bunga sebelum perekonomian AS mencapai lapangan kerja penuh guna menghindari timbulnya resesi, memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(6:39 PM EDT 3/10/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.0692
-0.0008
-0.07%
Pound (GBP/USD)
1.5071
0.0001
0.01%
Yen (USD/JPY)
121.10
-0.03
-0.02%
Yuan (USD/CNY)
6.2598
0.0006
0.01%
Rupiah (USD/IDR)
13238
-7
-0.05%
Sumber : WSJ.com

Komoditas 

Berlanjutnya penguatan nilai tukar dollar AS semakin menekan harga minyak pada pagi ini, sehingga menambah tekanan terhadap pasar yang sebelumnya digempur dengan isu banjir pasokan. Harga minyak mentah AS bergerak semakin menjauhi US$50 per barel, sementara harga minyak Brent, yang menjadi patokan harga minyak global hingga pagi tadi tercatat sudah mengalami penurunan dalam enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir.

Penguatan dolar AS juga mendorong harga emas ke level terendah selama hampur empat bulan terakhir. Sejumlah analis memperkirakan aksi jual emas akan terus berlanjut, seiring dengan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan menyarankan untuk menghindari emas untuk sementara waktu.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(6:30 PM EDT 3/10/2015)


Delivery
last
change
% chg
Market
US Crude Oil
Apr 2015
48.73
0.44
0.91%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
56.91
-2.17
-3.67%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1161.2
1.1
0.09%
COMEX
Sumber WSJ.com

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Eropa_dan_AS_Merah_Total__Tekanan_Aksi_Jual_Mereda_di_Asia&level2=newsandopinion&id=3443846&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-bloomberg4.jpg#.VP-jVXysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news