Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan indeks ASX 200, Australia di zona merah, turun 0,43% pada sesi awal perdagangan, tertekan oleh penurunan harga saham sektor keuangan dan energi. Pelemahan indesk berlanjut menjadi minus 0,26% (-15,07 poin) di posisi 5.684,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,63% (-121,45 poin) ke level 19.023,69, setelah dibuka melorot 0,60%, terpukul penguatan yen yang menghantam harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan bergerak stabil sejak pembukaan dengan mencatatkan kenaikan tipis 0,10%, di posisi 2.026,46.
Berusaha memballik tren pelemahan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,13% menjadi 21.818,91 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,04% di posisi 3.097,35.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks saham acuan di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil melaju di zona hijau ke atas level 5.300. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali menguat ditopang optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia 2017 dan capital inflow. Di pihak lain, investor dihimbau untuk mewaspadai indikator pergerakan indeks yang mendekati area overbought dan nett-sell asing yang terjadi kemarin.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya nilai tukar rupiah pada pembukaan pagi ini serta berlanjutnya aksi window dressing oleh pelaku pasar diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level5.210 sedangkan resist pada level 5.380.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WIKA [WIKA 2,430
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tertekan oleh penurunan indeks harga saham perbankan yang mengalami tekanan akibat jatuhnya imbal hasil obligasi. Analis mengatakan, investor mengambil jeda dan akan lembali memburu saham pada tahun depan. Rilis data pendahuluan klaim tunjangan pengangguran hingga akhir pekan lalu, turun sebesar 10.000 menjadi 265.000, masih lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 264.000. Data defisit perdagangan barang (tidak termasuk jasa) AS periode November melebar. Ekspor turun US$1,2 miliar dibanding Oktober, dan impor naik US$2,2 miliar.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,07% (-13,14 poin) di posisi 19.820,54.
S&P 500 turun tipis 0,02% (-0,56 poin) di level 2.249,36.
Nasdaq Composite tertekan 0,12% (-6,47 poin) menjadi 5.432,09.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 3,69% menjadi US$24,45.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir bervariasi cenderung melemah, di tengah kejatuhan harga minyak dunia. Bursa saham Jerman, dan Prancis berakhir di zona negatif, sedangkan Inggris berjaya di zona hijau didukung lonjakan harga saham di sektor komoditas pertambangan logam dan farmasi. Indeks Europe Stoxx 600 turun 0,4%, tertekan penurunan harga saham sektor perbankan dan otomotif.
FTSE 100 London naik 0,20% (14,18 poin) menjadi 7.120,26.
DAX 30 Frankfurt turun 0,21% (-23,94 poin) ke level 11.451,05.
CAC 40 Paris melemah 0,20% (-9,54 poin) ke posisi 4.838,47.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melorot, tertekan oleh aksi ambil untung para pelaku pasar jelang akhir tahun, memanfaatkan kenaikan kurs dolar pada beberapa sesi sebelumnya. Pergerakan rata-rata angka pendahuluan klaim pengangguran dalam empat pekan terkahir mencapai 263.000, turun 750 dari rata-rata angka revisi pekan sebelumnya sebesar 263.750. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,62 persen menjadi 102,66. Secara keseluruhn indeks dolar menguat 4,2 persen sepanjang tahun ini.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0485 |
-0.0005 |
-0.04% |
6:08 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2247 |
-0.0014 |
-0.11% |
6:08 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
116.54 |
0.00 |
0.00% |
6:08 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9559 |
-0.0054 |
-0.08% |
9:11 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,471.00 |
11.00 |
+0.08% |
3:57 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan ICE Futures London hingga pagi tadi bergerak melemah dengan volume perdagangan yang rendah sepanjang sesi perdagangan. Harga minyak tertekan oleh rilis stok minyak mentah AS yang meningkat 614.000 barel pada akhir pekan lalu, jauh di atas ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 2,1 juta barel.Stok minnyak di pelabuhan Cushing, Oklahoma, juga meningkat 172.000 barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, turun 29 sen (-0,5%) menjadi US$53,77 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari, turun 8 sen (-0,1%) menjadi US$56,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, di tengah kejatuhan indeks dolar dan pelemahan indeks di bursa saham Wall Street. Rilis data perdagangan AS yang menunjukkan peningkatan defisit perdagangan barang sebesar US$65,3 miliar, lebih buruk dari perkiraan, ikut mendongkrak harga emas.Analis mengatakan, sejak awal tahun jelang akhir tahun ini, harga emas sudah naik sekitar 8 persen dan bersiap untuk mencatatkan kenaikan tahunan, setelah mengalamai selama tiga tahun berturut-turut.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$17,2 (1,51%) menjadi US$1.158,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi US$1,154,54 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar