Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,46 persen pada awal perdagangan, tertekan oleh kejatuhan harga saham sektor energi. Kemerosotan indeks berlanjut menjadi minus 0,99% (-57,35 poin) ke level 5.750,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,38% (-73,02 poin) menjadi 19.381,31, setelah dibuka melemah 0,20%, tertekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,26% dan berlanjut turun 0,33 persen di posisi 2.042,08.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka cenderung mendatar, naik tipis 0,01% di posisi 222.561,17 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melamah 0,12% ke level 3.167,57.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada tren penurunan indeks global dan regional, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan ditutup di teritori negatif. Sejumlah analis memprediksikan pergerakan IHSG hari ini akan kembali tertekan, secara teknikal memasuki area jenuh beli setelah menembus level 5.350. Namun dalam jangka panjang indeks masih berada di jalur uptrend sehingga masih berpotensi menguat, ditopang mulai dirilisnya laporan keuangan emiten selama setahun lalu.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks pada hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support pada level 5.280 sedangkan resist di level 5.350.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,575
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung turun, tertekan oleh pelemahan harga saham di sektor energi dan finansial menjelang musim laporan kinerja emiten dan perubahan kebijakan AS di bawah presiden Donald Trump. Delapan dari 11 sektor indeks S&P 500 melemah, sektor energi anjlok 1,5 persen seiring merosotnya harga minyak. Sektor finansil merosot 0,8 persen, setelah melonjak 18 persen sejak terpilihnya Trump. Namun indeks Nasdaq menguat menembus rekor tertinggi didorong kenaikan harga saham sektor bioteknologi dan teknologi informasi.
Dow Jones Industrial Average melorot 0,38% (-76,42 poin) ke level 19.887,38.
Standard & Poor’s 500 turun 0,35% (-8,08 poin) menjadi 2.268,9.
Nasdaq Composite menguat 0,19% (10,76 poin) di posisi 5.531,82.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,45% menjadi US$24,57.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup cenderung melemah, tertekan kejatuhan harga saham di sektor perbankan yang melorot hingga 1,7 persen. Namun indeks FTSE 100 Inggris menguat ditopang pelemahan kurs poundsterling, bahkan sempat mencatatkan rekor tertinggi baru. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,49% menjadi 363,67. Harga saham sektor otomotif melambung hingga 4,5%, namun sektor telekomunikasi anjlok 1,6%. Rilis data ketenagakerjaan zona euro memperlihatkan, angka penganggguran bertahan di 9,8 persen pada November lalu. Pada periode yang sama, data produksi industrial Jerman tumbuh 3,9 persen.
FTSE 100 London naik 0,38% (27,72 poin) ke level 7.237,77.
DAX 30 Frankfurt turun 0,30% (-35,02 poin) menjadi 11.563,99.
CAC 40 Paris melorot 0,45% (-22,27 poin) di posisi 4.887,57.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir cenderung melemah, setelah mengalami kenaikan tajam pada sesi sebelumnya. Investor memilih menghindar dari risiko ketika nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS melorot. Pelemahan poundsterling dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, yang berencana menguraikan strategi Brexit-nya dalam beberapa pekan mendatang, dengan mengindikasikan perubahan drastis hubungannya dengan Uni Eropa pasca Brexit. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,27 persen menjadi 101,94.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0585 |
0.0011 |
+0.10% |
5:47 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2172 |
0.0009 |
+0.07% |
5:47 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
115.81 |
-0.22 |
-0.19% |
5:47 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9375 |
0.0134 |
+0.19% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,361.50 |
-9.50 |
-0.07% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange hingga pagi tadi meluncur turun, anjlok hingga 4 persen. Pasar mengkhawatirkan kelanjutan kesepakatan penurunan produksi negara-negara pengekspor minyak, setelah rilis data rekor ekspor minyak mentah Irak sebesar 3,51 juta barel perhari pada Desember lalu, dan meningkatnya ouput minyak AS seiring dengan terus bertambahnya jumlah rig yang beroperasi selama 10 pekan berturut-turut.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, turun US$2,03 (-3,8%) menjadi US$51,96 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, turun US$2,22 (-3,9%) menjadi US$54,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak pada perdagangan Senin, ditopang oelh kejatuhan nilai tukar dollar AS. Penguatan harga emas jugaa didukung oleh melemahanya indeks di bursa saham AS dan Eropa. Pasar menilai kembali proyeksi ekonomi AS jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$11,5 (0,98%) menjadi US$1.184,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,93% menjadi US$1.183,61 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar