Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah tipis 0,05 persen, terpengaruh oleh penurunan harga saham emiten terkait emas yang hampir mencapai 6 persen. Pelemahan indeks berlanjut menjadi minus 0,04% (-2,28 poin) di posisi 5.536,30 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,46% (88.37 poin) ke level 19.362,16, setelah dibuka melaju 0,79% ditopang oleh pelemahan yen yang mendorong kenaikan harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis 0,04% dan berlanjut turun 0,10% menjadi 2.034,62.
Melanjutkan tren pelemahan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,29% ke level 21.996,38 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,20% menjadi 3.111,51.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan kecenderungan pelemahan di bursa Asia, setelah kemarin gagal bermanuver di teritori positif dan ditutup di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung menguat terbatas ditopang rilis data perekonommian RI yang stabil dan keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan. Namun masih berlangsungnya gelombang arus keluar modal berpotensi mengganjal laju indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta masih stabilnya kondisi perekonomian dalam negeri diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain masih adanya sentimen negatif setelah The Fed menaikkan suku bunga diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.220 sedangkan resist pada level 5.285.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI [ADHI 2,090
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat dipimpin oleh penguatan saham perbankan di tengah reli dolar dan pelemahan harga minyak WTI. Rilis Indeks Harga Konsumen AS periode November menunjukkan kenaikan 0,2% dan klaim awal angka pengangguran mencapai 254.000, turun 4.000 dibanding pekan lalu. Indeks bisnis The Philadelphia Fed periode Desember naik 21,5, dari 7,6 pada November, dan indeks manufaktur Empier State naik menjadi 9,0, dari 1,5 pada November. Indeks sentimen pengembang perumahan naik 7 poin menjadi 70.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,30% (59,71 poin) di posisi 19.852,24.
Standard & Poor’s 500 naik 0,39% (8,75 poin) menjadi 2.262,03.
Nasdaq Composite tumbuh 0,37% (20,18 poin) ke level 5.456,86.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,50% menjadi US$23,91.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, di tengah kejatuhan kurs euro ke level terendah sejak 2003, dan kenaikan harga minyak Brent. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,86% menjadi 358,79, tertinggi sejak Januari. Saham sektor perbankan dan eksportir, serta emiten teknologi dan kesehatan menjadi pendorong terbesar penguatan indeks. Penguatan ekonomi dan dolar AS menimbulkan sentimen positif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Eropa secara keseluruhan.
FTSE 100 London melaju 0,72% (49,82 poin) di posisi 6.999,01.
DAX 30 Frankfurt melonjak 1,08% (121,56 poin) ke level 11.366,40.
CAC 40 Paris melesat 1,05% (49,99 poin) menjadi 4.819,23.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadiditutup menguat melanjutkan reli kenaikan ditopang kenaikan suku bunga AS. Kemarin Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS memutuskan untuk menaikkan target suku bunga The Fed fund ke kisaran 0,50 persen hingga 0,75 persen, dan memproyeksikan tiga kali kenaikan suku bunga pada 2017. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 1,28 persen menjadi 103,060, dan sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun di posisi 103,320.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0422 |
0.0008 |
+0.08% |
6:13 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2425 |
0.0007 |
+0.06% |
6:13 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
118.26 |
0.08 |
+0.07% |
6:16 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9467 |
0.0418 |
+0.61% |
10:28 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,383.50 |
90.00 |
+0.68% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, hingga pagi tadi bergerak relatif mendatar dan ditutup bervariasi, setelah sempat melemah terpengaruh oleh kenaikan suku bunga The Fed. Harga minyak menguat kembali setelah perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Abu Dabhi dan Kuwait menyatakan akan memotong pasokan minyak mentah sesuai keputusan OPEC untuk memangkas produksi. Rilis data persediaan minyak mentah komersial AS hingga pekan lalu, turun 2,56 juta barel menjadi 483,19 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, turun 14 sen menjadi US$50,90 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, naik 18 sen menjadi US$54,08 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam hampir tiga persen, tertekan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed yang lebh agresif pada tahun depan. Rilis klaim pendahuluan angka pengangguran AS yang berkurang 4.000 dibanding pekan lalu, dan rilis sejumlah indikator ekonommi AS yang positif semakin membebani emas. Permintaan emas India anjlok setelah pemberlakuan pembatasan uang beredar.
Harga emas untuk pengiriman Februari anjlok US$33,9 (-2,91%) menjadi US$1.129,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot tutun 1,2% menjadi US$1.129,62 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar