About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 14 Desember 2016

Market Brief: Global Melorot, Tekanan Pelemahan IHSG Diperkirakan Berlanjut

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (15/12) dibuka midxed cenderung melemah, pasca kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang menekan indeks harga saham Wal Street dan Eropa, di tengah kejatuhan harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,42%, tertekan oleh penurunan harga saham sektor energi dan pertambangan emas. Tekanan pelemahan indeks berlanjut menjadi minus 0,72% (-40,22 poin) ke level 5.544,40 padda pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,21% (40,10 poin) di posisi 19.292,71, setelah dibuka melesat 0,91% didorong pelemahan yen terhadap dolar yang mengangkat harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,31% dan berlanjut melorot 0,61% menjadi 2.024,54.

Melanjutkan tren pelemahan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,89% ke level 22.257,71 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,47% menjadi 3.125,76.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan ditutup di teritori negatif. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan masih cenderung melemah, tertekan oleh aksi jual asing. Secara teknikal indeks berpotensi melanjutkan koreksi, namun rilis suku bunga acuan BI dan neraca perdagangan RI hari ini diharapkan akan mampu menopang kenaikan IHSG.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Hari ini akan ada rilis data ekonomi neraca perdagangan dan suku bunga BI. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.230 sedangkan resist pada level 5.290.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 0 0 (+0,0%)] (SELL, Resist: Rp11.725, Support: Rp11.275), JPFA [JPFA 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.790, Support: Rp1.565), INDF [INDF 0 0 (+0,0%)] (SELL, Resist: Rp8.075, Support: Rp7.875), SMRA [SMRA 0 0 (+0,0%)] (SELL, Resist: Rp1.485, Support: Rp1.355).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin dan mengisyaratkan tiga kali kenaikan suku bunga pada tahun depan, dua atau tiga kali tahun 2018 dan tiga kali pada 2019. Keputusan untuk menaikkan suku bunga dilakukan dengan mengacu kepada janji presiden AS terpilih Donald Trump untuk memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur. Dalam pidatonya Ketua The Fed mengatakan keputusan itu diambil karena seluruh peserta FOMC mengakui adanya ketidakpastian terhadap perubahan kebijakan ekonomi dan apa efeknya terhadap perekonomian. Rilis data Indeks Harga Produsen AS periode November naik 0,4%, di atas ekspektasi 0,1%. Produksi industrial turun 0,4% dan inventtori bisnis turun 0,2%.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,60% (-118,68 poin) ke posisi 19.792,53.
Standard & Poor’s 500 anjlok 0,81% (-18,44 poin) di level 2.253,28.
Nasdaq Composite turun 0,5% (-27,16 poin) menjadi 5.436,67.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 3,68% menjadi US$23,79.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah jelang pengumuman hasil rapat kebijakan The Fed. Indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,5% menjadi 355,72 di tengah kejatuhan harga minyak. Investor berhati-hati menunggu keputusan The Fed terkait ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan, yang dapat akan mempengaruhi harga semua kelompok aset. Seluruh indeks harga saham sektor industri ditutup melemah kecuali mobil, teknologi dan perusahaan media. Sementara itu, sektor perbankan dan ritel memimpin penurunan pada indeks Stoxx. Rilis data output industri zone euro periode Oktober turun 0,1 persen, kendati masih lebih tinggi 0,6% dibanding tahun lalu.

FTSE 100 London melemah 0,28% (-19,38 poin) di posisi 6.949,19.
DAX 30 Frankfurt turun 0,35% (-39,81 poin) menjadi 11.244,84.
CAC 40 Paris melorot 0,72% (-34,63 poin) ke level 4.769,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat setelah Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga untuk kali pertama tahun ini, dan mengindikasikan kenaikan hingga tiga kali per tahun hingga 2019 nanti. The Fed juga menaikkan target suku bunga ke kisaran 0,50 persen hingga 0,75 persen. Analis mengatakan dengan kenaikan tingkat suku bunga sebagian besar sudah di-price in sebelumnya, apresiasi greenback kali ini lebih didukung oleh spekulasi kenaikan suku bunga lebih banyak pada 2017. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melonjak 1,05% menjadi 102,13.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0528

-0.0008

-0.08%

5:58 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2540

-0.0024

-0.19%

5:59 PM

Yen (USD-JPY)

117.26

0.22

+0.19%

6:01 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9049

0.0026

+0.04%

10:21 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,293.50

-31.00

-0.23%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, hingga pagi tadi bergerak turun hingga mendekati 4 persen, tertekan oleh rilis data persediaan minyak AS di Cushing, Oklahoma hub penyimpanan terbesar yang melonjak 1,22 juta barel sepanjang pekan lalu, tertinggi dalam enam bulan. Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga juga menekan harga minyak.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, turun US$1,94 (-3,7%) menjadi US$51,04 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, turun US$1,68 (-3%) menjadi US$534,04 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari ditutup menguat, karena para trader melakukan hedging menjelang pengumuman pertemuan FOMC. Kenaikan harga emas juga didukung oleh rilis data penjualan ritel AS periode November yang meningkat 0,1 persen, di bawah ekspektasi pasar. Laju harga emas tertahan oleh kenaikan indeks dolar dan rilis indeks harga produsen yang naik 0,4 persen.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$4,7 (0,41%) menjadi US$1.163,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot qnjlok 1,2% menjadi US$1.143,30 per ounce.
 (AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news