About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 28 Desember 2016

Market Brief: Global Melemah, IHSG Cenderung Positif Waspadai Tekanan Regional

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (29/12) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street di tengah penurunan minyak dunia pada pembukaan pasar Asia.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka turun 0,36 persen, tertekan oleh penurunan harga saham di sektor utilitas yang anjlok hingga 1,58%. Penurunan indeks sedikit mereda menjadi minus 0,19% (-10,82 poin) di posisi 5.674,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,81% (-157,97 poin) ke level 19.243,75, setelah dibuka rontok 0,82% tertimpa kejatuhan harga saham Toshiba hingga 18,20%, di tengah kecenderungan penguatan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,38% setelah merevisi perkiraan pertumbuhan PDB 2017 menjadi 2,6% dari sebelumnya 3,0%, dan berlanjut melemah 0,31% menjadi 2018,18.

Melanjutkan tren penurunan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,75% ke level 21.591,04. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,21% ke level 3.095,84.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada kecenderung penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin, kembali ke atas level 5.200. Sejumlah analis memprediksikan pergerakan IHSG hari ini akan kembali berupaya melanjutkan kenaikan ditopang oleh prospek data ekonomi dalam negeri yang positif dan adanya capital  inflow. Secara teknikal, ada sinyal positif indeks akan meninggalkan area  jenuh jual, namun pasar perlu mewaspadai tekanan penurunan di bursa saham regional.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan mancattatkan penurunan tajam di tengah volume perdagangan yang rendah jelang libur akhir tahun. Penurunan indeks terpengaruh oleh penurunan harga saham-saham teknologi dan penerbangan. Rilis data kontrak pembelian rumah yang belum terealisasi (pending home) di AS periode November yang turun 2,5% dibanding Oktober,  ke level terendah dalam hampir satu tahun menimbukan sentimen negatif, karena pasar menilai kenaikan suku bunga acuan tahun depan membebani pasar perumahan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Namun, masih berlanjutnya aksi window dressing di penghujung tahun diperkirakan menjadi katalis positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.140 sedangkan resist pada level 5.270.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 15,300 500 (+3,4%)] (Spec Buy, TP: Rp15.650, Support: Rp15.000), ICBP [ICBP 8,325 375 (+4,7%)] (Spec Buy, TP: Rp8.650, Support: Rp8.000), PTPP [PTPP 3,730 150 (+4,2%)] (Spec Buy, TP: Rp3.850, Support: Rp3.610), JSMR [JSMR 4,280 140 (+3,4%)] (Spec Buy, TP: Rp4.420, Support: Rp4.140).

Dow Jones Industrial Average turun 0,56% (-111,36 poin)  ke level 19.833,68.
Standard & Poor’s 500 merosot 0,84% (-18,96 poin) menjadi 2.249,92.
Nasdaq Composite anjlok 0,89%  (-48,89 poin) di posisi 5.438,56.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,33% menjadi US$23,58.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup mixed cenderung menguat ditopang oleh kenaikan harga saham di sektor pertambangan dan energi seiring meningkatnya harga komoditas logam dan minyak. Indeks FTSE 100 Inggris mencatatkan rekor tertinggi. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,29% menjadi 261,53.

FTSE 100 London melaju 0,54% (37,91 poin) ke level 7.106,08.
DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,02% (2,75 poin) di posisi 11.474,99.
CAC 40 Paris turun tipis 0,01% (-0,27 poin) di level 4.848,01.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat, meskipun data makroekonomi yang dirilis Amerika Serikat cenderung negatif. Indeks penjualan "pending home", turun 2,5 persen menjadi 107,3 untuk periode November dari 110,0 pada Oktober, terendah dalam setahun terakhir. Para analis mengatakan, meski data perumahan negatif, ekspektasi pasar akan peningkatan pertumbuhan ekonomi AS melalui stimulus fiskal terus mendukung greenback. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,27 persen menjadi 103,300.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0419

0.0006

+0.06%

6:14 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2222

-0.0004

-0.03%

6:14 PM

Yen (USD-JPY)

117.05

-0.21

-0.18%

6:14 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9613

0.0093

+0.13%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,460.00

14.00

+0.10%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/12/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan ICE Futures London hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan tipis sejak pertengahan 2015. Pasar tetap optimis bahwa para produsen minyak dunia akan memotong produksi seperti yang dijanjikan mulai 1 Januari. Harga minyak mentah WTI dan Brent mencapai level tertinggi 18 bulan, pasar menunggu bukti pengurangan pasokan dari anggota OPEC dan 11 produsen minyak lain non-OPEC. Data American Petroleum Institute menunjukkan, persediaan minyak mentah AS naik 4,2 juta barel, sementara hasil polling Reuters mengestimasikan penurunan stok minyak AS sebesar 1,5 juta barel pada akhir pekan lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari, naik 16 sen menjadi US$54,06 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, naik 13 sen menjadi US$56,22 per barel

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat , terdorong oleh pelemahan di bursa ekuitas dan Rilis data penjualan pending home yang mengindikasikan pelemahan ekonomi AS. Namun kenaikan indeks dolar, menghambat laju harga emas. Investor memperkirakan aktivitas perdagangan selama pekan ini akan menurun karena secara banyak pedagang yang cuti selama Natal dan Tahun Baru.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$2,1 (0,18%) menjadi US$1.140,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,18% menjadi US$1.140,91 ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news