Perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,46 persen yang ditopang oleh kenaikan harga saham hamir di semua sektor kecuali sektor energi. Investor menunggu hasil rapat Desember Reserve Bank of Australia. Tren penguatan indeks berlanjut menjadi 0,77% (42,62 poin) ke level 5.604,70 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak naik tipis 0,02% (4,35 poin) di posisi 19.395,95, setelah dibuka turun 0,14% menjelang hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan hari ini. Indeks tertekan oleh penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,27% dan berlanjut naik 0,24% menjadi 2.043,22.
Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,30% ke level 21.767,61, pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,07% di posisi 3.115,90.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren bergerakan indeks global dan regional yang cenderung menguat, setelah kemarin ditutup dengan membukukan penurunan tajam, kendati sempat masuk ke zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung masih akan mengalami tekanan dihantui oleh capital outflow. Kecenderungan penguatan indeks di bursa regional dan kenaikan harga komoditas diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk mendorong laju indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain, minimnya sentimen positif dalam negeri menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.160 sedangkan resist pada level 5.220.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPPF [LPPF 14,650
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, setelah bergerak relatif mendatar di tengah perhatian invetor terhadap pidato Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen. Yellen mengatakan bahwa AS memiliki pasar pekerjaan terkuat di hampir satu dekade terakhir, dan ada indikasi pertumbuhan upah meningkat. Harga saham sektor telekomunikasi real estat, industril dan teknologi menguat, sedangkan saham sektor keuangan dan energi melemah. Rilis Indeks Aktivitas Bisnis Sektor Jasa (PMI) AS periode Desember versi Markit tercatat 53,4, turun dari 54,6 pada November, di atas 50,0 selama 10 bulan berturut-turut. Pasar memantau perkembangan berita pembunuhan duta besar Rusia di Turki.
Dow Jones Industrial Average naik 0,29% (39,65 poin) menjadi 19.883,06.
S&P 500 menguat 0,20% (4,46 poin) di posisi 2.262,53.
Nasdaq Composite tumbuh 0,37% (20,28 poin) ke level 5.457,44.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,76% menjadi US$23,61.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung melemah terbebani oleh penurunan harga saham di sektor perbankan dan pertambangan, yang menggurus penguatan harga saham di sektor utilitas, real estat dan teknologi. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,12% menjadi 359,59. German Ifo Institute melaporkan, indeks iklim bisnis di Jerman periode Desember naik menjadi 111,0 dari 110,4 pada November.
FTSE 100 London naik tipis 0,08% (5,52 poin) di posisi 7.017,16.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,20% (22,69 poin) menjadi 11.426,70.
CAC 40 Paris turun 0,22% (10,50 poin) ke level 4.822,77.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan didukung oleh komentar positif Federal Reserve tentang pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Ketua The Fed menyebutkan AS memasuki pasar tenaga kerja terkuat dalam hampir satu dekade, dan indikasi pertumbuhan upah meningkat. Kurs yen Jepang sebagai safe heaven menguat, pasca pembunuhan duta besar Rusia di Turki. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,17 persen menjadi 103,120.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.04 |
-0.0002 |
-0.02% |
5:47 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2390 |
-0.0005 |
-0.04% |
5:48 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
117.11 |
0.02 |
+0.02% |
5:51 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9605 |
-0.0010 |
-0.01% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,389.00 |
-6.00 |
-0.04% |
3:56 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi bergerak bervariasi dalam perdagangan yang perdagangan yang relatif tenang menjelang Natal. Pasar mewaspadai kemungkinan kenaikan produksi shale-oil AS untuk mengimbangi pemangkasan output yang direncanakan OPEC tahun depan. Produksi minyak AS diperkirakan akan meningkat dengan menambah 12 operasi rig mereka himenjadi 510 rig pada akhir pekan lalu, naik 194 rig dibanding akhir Mei lalu. Produksi minyak Amerika terus meningkat dari hampir 8,5 juta barel per hari (bph) pada Juli menjadi sekitar 8,8 juta bph pada pertengahan Desember.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, turun 29 sen (-0,5%) menjadi US$54,92 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, naik 22 sen (0,4%) menjadi US$52,12 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir menguat karena para trader terus bereaksi terhadap perubahan informasi technical trade menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga The Fed. Emas mendapatkan dukungan laporan indeks PMI sektor jasa AS periode Desember versi Markit Economics yang menunjukkan pelemahan lebih dari satu poin ke level 53,4. Kenaikan indeks dolar menghambat laju harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$5,3 (0,47%) menjadi US$1.142,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$1.140,30 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar