Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melonjak 0,55 persen, dipimpin oleh kenaikan harga saham sektor pertambangan dan energi. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,61% (34,33 poin) di level 5.625,40 padda pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak naik 0,45% (86,86 poin) di posisi 19.581,39, setelah dibuka menguat 0,34% didorong oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,45% dan berlanjut naik 0,44% menjadi 2.050,87.
Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,19% di posisi 21.770.89 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka menguat 0,14% menjadi 3.107,24.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin bergerak melanjutkan dan kembali ditutup di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berlanjut dalam tekanan capital outflow, potensi pembalikan arah belum terlihat dalam jangka pendek. Namun secara teknikal, kondisi pasar yang sudah memasuki jenuh jual berpeluang mendorong indeks untuk bergerak mixed mencoba rebound.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi katalis positif indeks. Di sisi lain, melemahnya harga komoditas dan minimnya sentimen positif dalam negeri diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.130 sedangkan resist pada level 5.190.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,820
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks Dow Jones yang semakin mendekati rekor 20.000, dan Nasdaq Composite di tengah kenaikan harga minyak. Delapan dari 11 sektor pada indeks S&P menguat, didorong oleh kenaikan 1,12% di sektor finansial, yang telah menguat hingga 19% sejak pasca pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump. Pasar fokus pada agenda Trump, berupa pemotongan pajak, peningkatan belanja infrastruktur dan deregulasi.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,46% (91,56 poin) di posisi 19.974,62.
Standard & Poor’s 500 naik 0,36% (8,23 poin) menjadi 2.270,76.
Nasdaq Composite melaju 0,49% (26,50 poin) ke level 5.483,94.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,65% menjadi US$23,22.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat di tengah meningkatnya aktivitas kesepakatan perusahaan serta tanda-tanda kestabilan sektor perbankan di Italia. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,48% ke posisi 361,32. Sektor finansial memberikan dorongan terbesar pada indeks, dan peningkatan aktivitas merger dan akuisisi di sejumlah perusahaan mendukung reli akhir tahun. Harga saham emiten minyak dan gas juga melaju seiring kenaikan harga minyak dunia. Investor menanggapi berita serangan truk di Jerman dan pembunuhan duta besar Rusia di Turki dengan tidak bersikap berlebihan.
FTSE 100 London naik 0,38% (26,80 poin) menjadi 7.043,96.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,33% (38,04 poin) di posisi 11.464,74.
CAC 40 Paris melaju 0,56% (27,12 poin) ke level 4.849,89.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup dengan melanjutkan kenaikan menuju level tertingi dalam 14 tahun, ditopang komentar positif pimpinan The Fed mengenai pasar tenaga kerja AS. Sejumlah analis mengatakan pernyataan Janet Yellen mendukung spekulasi pasar untuk laju kenaikan suku bunga AS tahun depan. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,12 persen menjadia 103,260.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0393 |
0.0005 |
+0.05% |
5:53 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2369 |
0.0001 |
+0.01% |
5:54 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
117.85 |
-0.01 |
-0.01% |
5:56 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9527 |
-0.0078 |
-0.11% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,438.00 |
49.00 |
+0.37% |
3:58 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Future Exchange hingga pagi tadi bergerak naik, ditopang sentimen positif pemangkasan produksi minyak OPEC dan non-OPEC, serta perkiraan penurunan cadangan minyak AS. American Petroleum Institute menyebutkan, cadangan minyak mentah AS turun 4 juta barel pada pekan lalu. Laporan ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Oktober lalu, menyebutkan penurunan sebesar 176.000 barel per hari. Namun laju harga minyak melemah setelah Libya mengumumkan pembukaan kembali jaringan pipa pasca blokade selama dua tahun, yang bisa menambah produksi sekitar 270.000 bph dalam tiga bulan ke depan.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari naik 64 sen menjadi US$55,56 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, naik 11 sen menjadi US$52,23 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup melemah, tertekan oleh penguatan indeks dolar dan kenaikan indeks di bursa saham Wall Street. Para trader berfokus pada lonjakan harga saham, menjauh dari aset safe haven emas. Optimisme kenaikan laju peningkatan suku bunga AS dan belanja pemerintah AS tahun depan terus menekan harga emas. Penguatan dolar dan perekonomian global, kenaikan indeks ekuitas dan peningkatan imbal hasil obligasi cenderung berdampak negatif terhadap harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$9,1 (-0,80%) menjadi US$1.133,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$1.131,58 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar