About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 17 November 2016

Market Brief: Global Menguat, IHSG Mixed Berupaya Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews - Jelang akhir pekan, (Jumat, 18/11) bursa saham Asia dibuka cenderung menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa, menyambut testemoni Ketua Federal Reserve AS yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga.

Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka naik 0,25 persen pada sesi awal perdagangan, ditopang kenaikan harga saham sektor keuangan. Penguatan indeks sedikit melemah menjadi 0,17% (9,16 poin) di posisi 5.347,70 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,70% (125,63 poin) ke level 17.988,36, setelah dibuka melesat 0,92 persen. Kenaikan indeks didorong oleh laju harga saham eksportir akibat melemahnya yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,23% pada sesi awal perdagangan, dan berlanjut turun 0,55% ke posisi 1.969,73.

Melanjukan pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,11% (-23,65 poin) menjadi 22.239,23 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China jugga dibuka melemah 0,07% di posisi 3.206,20.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil menutup sesi perdagangabn dengan berlabuh di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari berpotensi melanjutkan penguatan, berusaha bertahan di atas 5.200 pada penutupan nanti. Indeks diiprediksi mixed cenderung menguat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street dan harga komoditas yang kembali bergerak naik, serta penetapan suku bunga acuan BI diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. Di sisi lain, melemahnya minyak mentah diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.160 sedangkan resist pada level 5.220. 

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ANTM [ANTM 900 20 (+2,3%)] (Spec Buy, TP: Rp920, Support: Rp880), CPIN [CPIN 3,400 110 (+3,3%)] (Spec Buy, TP: Rp3.510, Support: Rp3.290), RALS [RALS 1,245 25 (+2,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.270, Support: Rp1.220), EXCL [EXCL 2,380 130 (+5,8%)] (Spec Buy, TP: Rp2.500, Support: Rp2.260).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhhir menguat, terpengaruh pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan rilis sejumlah data ekonomi AS. Di depan Komite Ekonomi Gabungan Kongres AS, Yellen berpendapat akan lebih baik bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga relatif cepat jika didukung kenajuan data, dan memperingatkan akan risiko mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama.

Rilis pembangunan rumah baru milik pribadi (housing starts) di AS pada Oktober menunjukkan lonjakan, 25,5 persen di atas perkiraan September, menjadi 1,323 juta unit. Indeks Harga Konsumen untuk semua konsumen perkotaan periode Oktober meningkat 0,4 persen, setara dengan konsensus pasar. Angka pendahuluan klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu mencapai 235.000, turun 19.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya sebesar 254.000.

Dow Jones Industrial Average naik 0,19% (35,68 poin) menjadi 18.903,82. 
S&P 500 menguat 0,47% (10,18 poin) ke posisi 2.187,12.
Nasdaq melaju 0,74& (39,39 poin) ke level 5.333,97. 

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,59% menjadi US$24,01.

Bursa saham utama Eropa tadi  malam berakhhir menguat, seluruh sektor membukukan kenaikan jelang akhir perdagangan. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,63% menjadi 340,60 mengikuti pergerakan indeks di bursa saham AS setelah pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang mendukung spekulasi kenaikan suku bunga acuan bulan depan. Tren kenaikan dipimpin oleh sektor tambang, didorong peningkatan harga komoditas, diikuti sektor telekomunikasi dan real  estate yang tertekan dalam beberapa hari terakhir akibat kenaikan yield surat utang pemerintah.

FTSE 100 London melaju 0,67% (44,99 poin) ke level 6.794,71.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,20% (21,67 poin) di posisi 10.685,54.
CAC 40 Paris naik 0,59% (26,63 poin) menjadi 4527,77.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, dini hari tadi berakhir menguat setelah Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, mengatakan bank sentral AS semakin dekat dengan kenaikan suku bunga. Pernyataan Yellen ini mendukung spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Desember mendatang. Rilis data pembangunan rumah baru periode Oktober, klaim pendahuluan angka pengangguran dan indeks harga konsumen perkotaan mendukung kenaikan indeks dolar. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,47 persen menjadi 100,88.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.0626
0.0000
0.00%
5:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.2418
0.0001
+0.01%
5:44 PM
Yen (USD-JPY)
110.31
0.19
+0.17%
5:44 PM
Yuan (USD-CNY)
6.8781
-0.0023
-0.03%
10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,372.50
27.50
+0.21%
3:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 17/11/2016 (ET)

Komoditas 

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi bergerak melemah, tertekan penguatan dolar AS pasca pidato Ketua The Fed. Kenaikan harga  minyak yang didukung optimisme pasar atas kesepakatan pembekuan produksi minyak, pada sesi awal perdagangan, melorot setelah Yellen mengatakan bahwa rencana kenaikan suku bunga sudah semakin dekat. Optimisme pertemuan informal dan konsultasi negara-negara anggota OPEC dan non-OPEC ,  pada Jumat ini, tergerus oleh rilis data persediaan minyak mentah AS yang naik 5,3 juta barel pada pekan lalu menjadi 490,3 juta barel.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember turun 15 sen menjadi US$45,42 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 37 sen menjadi US$46,26 per barel .

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir melemah setelah Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen membuat pernyataan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga. Tekanan harga emas berlanjut ketika laporan indeks harga konsumen meningkat 0,4 persen selama Oktober, dan rilis data pembangunan rumah baru (housing starts) yang jauh melebihi perkiraan, serta laporan klaim pengangguran mingguan yang menunjukka penurunan.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$7 (-0,57%) menjadi US$1.216,90 per ounce. 
Harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$1.213,60 per ounce.. 
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news