About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 20 November 2016

Market Brief: Asia Dibuka Cenderung Melemah, IHSG Mixed Menuju Jalur Hijau

Ipotnews - Awali pekan ini, (Senin, 21/11) bursa saham Asia dibuka mixed cenderung melemah, investor berupaya untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan ekonomi AS dan dampaknya terhadap Asia, di tengah kenaikan harga minyak.

Memulai perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 0,43 persen, dengan mencatatkan sebagian besar indeks sektoral di zona merah. Indeks harga saham sektor energi naik 1,39%. Laju pelemahan indeks mereda menjadi minus 0,24% (-12,72 poin) pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melaju 0,40% (72,52 poin) ke level 18.039,93, setelah dibuka menguat 0,28% ditopang oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Rilis data perdagangan Oktober menunjukkan penurunan ekspor dan impor. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melorot 0,44% dan berlanjut turun 0,50% menjadi 1.964,76.

Melanjutkan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,14% di posisi 22.313,04 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,14% menjadi 3.188,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan penurunan indeks di bursa saham Asia, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi masuk ke zona hijau, namun tekanan pelemahan di bursa global akan mempengaruhi laju indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menurunnya bursa saham Wall Street dan harga komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif indeks pada hari ini. Di sisi lain, mulai adanya sentimen window dressing menjelang akhir tahun diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.135 sedangkan resist pada level 5.205.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA [AKRA 6,975 75 (+1,1%)] (SoS, TP: Rp7.100, Support: Rp6.850), BDMN [BDMN 3,480 60 (+1,8%)] (Spec Buy, TP: Rp3.560, Support: Rp3.400), TBIG [TBIG 5,675 100 (+1,8%)] (Spec Buy, TP: Rp5.800, Support: Rp5.550), LSIP [LSIP 1,600 -40 (-2,4%)] (SELL, Resist: Rp1.655, Support: Rp1.545).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, terpengaruh penyataan sejumlag pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga lebih cepat. Aksi ambil untung mendominasi perdagangan karena banyak investor menilai harga saham sudah terlalu tinggi setelah reli pasca pilpres AS. Namun sepanjang pekan lalu indeks DJIA dan S&P 500 masing-masing menguat 0,1%, 0,8%, sedangkan Nasdaq melonjak 1,6%

Dow Jones Industrial Average turun 0,19% (-35,89 poin) menjadi 18.867,93.
S&P 500 susut 0,24% (-5,22 poin) di posisi 2.181,90.
Nasdaq Composite melemah 0,23% (-12,46 poin) ke level 5.321,51.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi US$23,85.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup melemah, tertekan oleh penurunan harga saham sektor tambang dan energi, karena merosotnya harga komoditas setelah reli dolar ÀS. Indeks STOXX 600 turun 0,36%, tertekan oleh kejatuhan harga saham sektor perbankan di  bursa Italia sebesar 2,5%, jelang referendum konstitusi di Italia pada 4 Desember nanti.

FTSE 100 London turun 0,28% (-18,94 poin) menjadi 6.775,77.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,20% (-20,98 poin) di posisi 10.664,56.
CAC 40 Paris melorot 0,52% (-23,42 poin) ke level 4.504,35

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup dengan melanjutkan penguatan selama sepuluh harri berturut-turut di tengah spekulasi bahwa spekulasi presiden terpilih AS Donald Trump akan memicu pengetatan moneter lebih cepat. Penguatan dolar juga ditopang menguatnya spekulasi kenaikan The Fed rate yang didukung oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,32% menjadi 101, 21.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.0588

-0.0038

-0.36%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2342

-0.0075

-0.60%

Yen (USD-JPY)

110.91

0.79

+0.72%

Yuan (USD-CNY)

6.8865

0.0084

+0.12%

Rupiah (USD-IDR)

13,428.00

55.00

+0.41%

Sumber : Bloomberg.com, 18/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu ditutup dengan mencatatkan kenaikan, meskipun dolar AS menguat dan jumlah operasi anjungan minyak AS meningkatnya. Pasar cenderung optimistis bahwa kesepakatan pemangkasan produksi minyak negara-negara penghasil minyak OPEC dan non OPEC akan tercapai pada akhir bulan ini. Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah rig pengeboran minyak naik 19 rig menjadi 471 selma pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Juni.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember naik 27 sen menjadi US$45,69 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari naik 37 sen menjadi USD46,86 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, mencapai titik terendah sejak Mei lalu, tertekan reli kenaikan indeks dolar. Meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti, menjadi pendorong kenaikan dolar AS.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$8,2 (-0,67%) menjadi US$1.208,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$1.208,55 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news