About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 16 November 2016

Market Brief: Global Memerah, IHSG Mixed Berupaya Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (17/11) dibuka di zona merah, melanjutkan tren pelemahan indeks di bursa Wall Street dan Eropa, seiring dengan memudarnya efek Trump di bursa dunia, di tengah penurunan harga minyak.

Awali perdagangan hari ini indeks ASX 200 Australia dibuka turun 0,37 persen, terpengaruh oleh kejatuhan harga saham di sektor pertambangan logam dan mineral, dan penurunan harga saham sektor energi. Pelemahan indeks mereda, menjadi minus 0,12% (-6,57 poin) di posisi 5.321,10 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,45% (-81,03 poin) ke level 17.781,18, setelah dibuka melemah 0,37 persen, mengakhiri kenaikan selama lima sesi perdagangan berturut-turut, terpengaruh oleh penguatan yen pada pembukaan pasar Asia. Bursa saham Korea Selatan dibuka terlambat karena ujian masuk perguruan tinggi nasional, dengan mencatatkan penurunan 0,45% menjadi 1.970,75.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,50% ke level 22.170,07 pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,20% ke posisi 3.198,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham global dan regional, di tengah pelemahan harga minyak, setelah kemarin bermanuver di zona hijau di sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini akan berupaya melanjutkan penguatan menuju level 5.200. IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street dan penurunan harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks hari ini. Namun, adanya potensi technical rebound diperkirakan menjadi katalis positif. Hari ini pelaku pasar juga menunggu rilis data suku bunga BI. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.130 sedangkan resist pada level 5.265.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,500 475 (+4,3%)] (Spec Buy, TP: Rp11.800, Support: Rp11.250), TLKM [TLKM 4,000 160 (+4,2%)] (Spec Buy, TP: Rp4.100, Support: Rp3.900), ICBP [ICBP 8,825 175 (+2,0%)] (Spec Buy, TP: Rp9.000, Support: Rp8.650), PWON [PWON 695 25 (+3,7%)] (Spec Buy, TP: Rp705, Support: Rp685)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, mengakhiri reli selama sepekan, tertekan kejatuhan harga saham sektor keuangan. Investor mengambil untung seiring meredanya “efek Trump”, sambil menunggu kejelasan mengenai realisasi janji kampanye Trump. Indeks saham sektor teknologi, yang anjlok 3,6% setelah pemilihan presiden AS rebound 0,92%, didorong penguatan saham Apple dan Microsoft. Rilis Indeks Harga Produsen AS periode Oktober berjalan di tempat, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,3 persen. Produksi industril juga  mandek. Indeks Pasar Perumahan juga bergeming, sedangkan permintaan KPR anjlok 9 persen akibat kenaikan tajam suku bunga.

Dow Jones Industrial Average turun 0,29% (-54,92 poin) ke level 18.868,14.
Standard & Poor’s 500 melemah 0,16% (-3,45 poin) di posisi 2.176,94.
Nasdaq Composite naik 0,36% (18.96 poin) ke level 5.294,58.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,71% menjadi US$23,87

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 0,2% ke level 338,47. Analis mengatakan, investor meninggalkan eforia Trump, dan mulai fokus pada sentimen berikutnya dengan menyadari keadaan Eropa yang masih sulit. Bayer AG menjadi salah satu penekan terbesar indeks Stoxx dengan melorot 3,2 persen, setelah mengeluarkan convertible bond senilai 4 miliar euro (US$4 miliar). Rilis angke penngangguran Inggris kuartal ketiga mencapi 4,8 persen, lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 4,9 persen.

FTSE 100 London melorot 0,63% (-43,02 poin) menjadi 6.749,72.
DAX 30 Frankfurt anjlok 0,66% (-71,27 poin) ke posisi 10.663,87.
CAC 40 Paris terperosok 0,78% (-35,39 poin) di level 4.501,14.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berlanjut menguat, ditopang komentar hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve yang mendukung spekulasi kenaikan suku bunga. Namun rilis Indeks Harga Produsen (PPI) tidak berubah sepanjang Oktober, lebih buruk dari konsensus pasar dengan ekspektasi kenaikan 0,3 persen. Produksi industri AS untuk periode Oktober bergeming, setelah turun 0,2 persen pada bulan sebelumnya. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,2 persen menjadi 100,46.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0696

0.0005

+0.05%

5:43 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2442

-0.0001

-0.01%

5:48 PM

Yen (USD-JPY)

108.89

-0.19

-0.17%

5:48 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8804

0.0214

+0.31%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,345.00

-24.00

-0.18%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari berakhir melemah, tertekan rilis data persediaan minyak AS dan kenaikan dolar AS. Data resmi AS menunjukkan peningkatan persediaan minyak komersial sebesar 7,7 persen (y-o-y). Persediaan minyak mentah melonjak 5,3 juta barel pada pekan lalu menjadi 490,3 juta. Di sisi lain, Menteri Energi Rusia, menyatakan kesediaannya mendukung kesepakatan pembekuan output. Presiden Venezuela menyatakan akan menemui Sekjen OPEC untuk mendiskusikan pembekuan produksi.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember, turun 24 sen menjadi US$45,57 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari turun 42 sen menjadi US$46,53 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir melemah, juga tertekan oleh penguatan dolar AS dan peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Namun rilis sejumlah indikator ekonomi AS dan kejatuhan harga saham Wall Street meredam tekanan kejatuhan harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 60 sen (-0,05%) menjadi US$1.223,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,15% menjadi US$1.226,17 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news