Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia, naik 0,12% pada sesi awal perdagangan terpengaruh oleh lonjakan harga saham sektor energi dan keuangan. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,17% (9,10 poin) di posisi 5.335,30 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik tajam 1,02% (180,47 poin) ke level 17.848,62, setelah dibuka melesat 1,03 persen, didiukung oleh pelemahan nilai tukar yen yang mendongkrak harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,78% dan berlanjut naik 0,64% menjadi 1.980,08.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,05% di posisi 3.208,50 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga naik tipis 0,05% menjadi 3.208,50.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil bermanuver di zona hijau, namun kembali berakhir di teritori negatif. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami technical rebound melanjutkan upaya penguatan pertengahan sesi perdagangan kemarin. Indeks diprediksi bergerak cenderung menguat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dan neraca perdagangan yang surplus, diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.040 sedangkan resist pada level 5.125.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 10,550
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup mengguat didorong oleh rebound saham sektor teknologi, dan ditopang kenaikan harga minyak dunia. Rilis data penjualan ritel AS bulan Oktober 0,8% dibanding bulan lalu, melebihi ekspektasi ekonom sebesar 0,6%. Investor mengesampingkan kekhawatiran akan dampak kebijakan imigrasi dan perdagangan luar negeri Trump
Dow Jones Industrial Average 0,29% naik (54,37 poin) ke posisi 18.923,06.
Standard & Poor’s 500 melesat 0,75% (16,19 poin) level 2.180,39.
Nasdaq Composite melambung 1,1% (57,22 poin) menjadi 5.275,62.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,67% menjadi US$23,70.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat ditopang kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga saham sektor energi. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,27% ke level 339,15. Sektor utilitas dan real estate menguat pada awal perdagangan setelah aksi jual obligasi global mereda. Sektor tambang membukukan penurunan terbesar pasca referendum Brexit, setelah melonjak 13% dalam enam sesi terakhir. Rilis data Office for National Statistics menunjukkan, PDB zona euro periode Oktober, naik 0,9 persen (y-o-y), namun masih lebih rendah dari ekspektasi sebesar 1,1 persen.
FTSE 100 London naik 0,59% (39,56 poin) menjadi 6.792,74..
DAX 30 Frankfurt menguat 0,39% (41,45 poin) di posisi 10.735,14.
CAC 40 Paris melaju 0,62% (27,98 poin) ke level 4.536,53.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penguatan tipis ditopang rilis data penjualan yang lebih baik dari perkiraan. Penjualan ritel dan makanan Amerika untuk periode Oktober naik 0,8 persen dari bulan sebelumnya menjadi US$465,9 miliar, mengalahkan konsensus pasar sebesar 0,6 persen. Ekspektasi kebijakan Presiden Trump yang ekspansif mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju naik 0,03 persen menjadi 100,140 pada akhir perdagangan.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0724 |
0.0002 |
+0.02% |
5:46 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2448 |
-0.0009 |
-0.07% |
5:49 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.02 |
-0.18 |
-0.16% |
5:39 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
13,369.00 |
-6.00 |
-0.04% |
3:59 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,369.00 |
-6.00 |
-0.04% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi bergerak menguat tajam, didukung oleh meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan pembatasan produksi minyak OPEC. Menteri Energi Arab Saudi dan sejumlah negara anggota OPEC dikabarkan tengah menjalin hubungan untuk mengatasi perbedaan demi memuluskan tercapainya kesepakatan dalam pertemuan di Wina, akhir November ini.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember, naik US$2,49 (5,8%) menjadi US$45,81 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari naik US$2,50 (5,6%) menjadi US$46,93 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari ditutup menguat, ditopang aksi technical trading dan meningkatnya permintaan di India, setelah menyentuh level terendah lima bulan. Laju harga emas terhambat oleh rilis data penjualan ritel AS yang menunjukkan kenaikan, dan penguatan dolar AS.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$2,8 (0,23%) menjadi US$1.224,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,31% menjadi US$1.224,60 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar