Perdagangan saham hari ini dibuka dengan membukukan lompatan indeks ASX 200 Australia sebesar 2,9 persen ditopang kenaikan harga saham sektor energi dan pertambangan logam. Penguatan indeks berlanjut menjadi 3,02% (155,84 poin) ke level 5.312,40 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melambung 5,66% (919,34 poin) di posisi 17.170,88, setelah dibuka menguat 1,91 persen dan melonjak 5,77 persen pada sesi awal perdagangan. Kenaikan indeks didukung pelemahan yen terhadap dolar AS yang mendongkrak harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 1,51% dan berlanjut melesat 1,84% menjadi 1.994,48.
Melanjutkan tren penguatan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,93% ke level 22.848,74 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik 0,64% ke posisi 3.148,54.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa global dan regional ditppanng sentimen positif Trump, setelah kemarin terjungkal ke zona merah tersengat kejutan Trump. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih akan terpengaruh oleh kejutan hasil pemilihan presiden AS. Secara teknikal, penurunan indeks pada perdagangan kemarin telah menutup gap sehingga berpotensi mendorong IHSG untuk kembali berupaya melanjutkan penguatan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham global dan regional serta kenaikan harga minyak mentah pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support di level 5.360 sedangkan resist pada level 5.460.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BJBR [BJBR 1,590
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi ditutup menguat tajam, membalik kehawatiran global akan dampak kejutan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS ke-45, yang diiringi penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Investor mengalirkan dananya ke sektor-sektor yang dapat diuntungkan dari kemenangan kandidat presiden Partai Republik ini. Harga saham sektor kesehatan dan finansial menguat, namun harga saham properti dan utilitas justru melemah. Dalam kampanyenya Trump menyerukan pembatasan Undang-Undang Perawatan Terjangkau atau Obama Care dan melonggarkan pembatasan bank yang diberlakukan setelah krisis keuangan
Dow Jones Industrial Average melonjak 1,40% (256,95 poin) ke level 18.589,69.
Standard & Poor’s 500 melesat 1,11% (23,70 poin) ke posisi 2.163,26.
Nasdaq Composite melaju 1,11% (57,58 poin) menjadi 5.251,07.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange jeblok 3,94% menjadi US$25,62.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup berbalik menguat, membelokkan tren pelemahan pada sesi awal perdagangan, ditopang kenaikan harga minyak dunia. Sektor layanan kesehatan dan pertambangan berfluktuasi, sementara sektor utilitas dan eksportir makanan melemah menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS. Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,46% ke posisi 339,81. Volume perdagangan saham mencapai 68% lebih tinggi dari rata-rata 30 hari terakhir.
FTSE 100 London melaju 1,00% (68,71 poin) menjadi 6.911,84.
DAX 30 Frankfurt melonjak 1,56% (163,69 poin) ke level 10.646,01.
CAC 40 Paris melesat 1,49% (66,59 poin) ke posisi 4.543,48.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, dini hari tadi ditutup menguat menyambut terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Kejatuhan harga obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 dan 30 tahun, mendorong imbal hasil ke tingkat tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Investor memperkirakan Trump akan memberlakukan kebijakan perdagangan proteksionis yang akan mendongkrak tingkat upah dan meningkatkan inflasi.
Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,7 persen menjadi 98,545, merupakan yang tertinggi sejak 31 Oktober.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0922 |
0.0012 |
+0.11% |
5:44 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2422 |
0.0016 |
+0.13% |
5:44 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
105.59 |
-0.08 |
-0.08% |
5:43 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.7915 |
0.0045 |
+0.07% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,126.50 |
42.50 |
+0.32% |
3:58 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, dini hari tadi ditutup dengan membukukan kenaikan tipis, setelah sempat menurun tajam tertekan oleh penguatan indeks dolar. Analis berpendapat, kemenangan Trump akan memunculkan faktor-faktor yang mendukung harga minyak seperti pergeseran potensial dalam kebijakan AS terhadap Iran. Namun sebaliknya, kemenangan Trump dinilai akan menyebabkan rencana OPEC untuk membatasi produksi akan menjadi lebih sulit tercapai.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari naik 32 sen (0,7%) menjadi US$46,36 per barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember naik 29 sen (0,6%) menjadi US$45,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup melemah, setelah sempat menguat tajam pada sesi awal perdagangan, menyusul terpilihnya Trump sebagai presiden AS yang dinilai menerapkan kebijakan ekonomi AS yang lebih agresif. Kenaikan indeks saham Wall Street, dan penguatan dolar menjadi penekan utama harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$1 (-0,08%) menjadi US$1.273,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,19% menjadi US$1.272,66 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar