About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 13 November 2016

Market Brief: Asia Mixed, IHSG Berpeluang Rebound Tapi Minim Sentimen Positif

Ipotnews - Awali pekan ini (Senin,14/11) bursa saham Asia variatif cenderung melemah, melanjutkan kecenderungan pelemahan di bursa Asia dan Eropa akhir pekan lalu, di tengah kejatuhan harga minyak dunia.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah, anjlok 0,74 persen pada sesi awal perdagangan tertekan kejatuhan harga saham sektor keuangan. Pelemahan indeks berlanjut, turun 0,74% (-39,44 poin) ke level 5.331,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melesat 1,57% (273,44 poin) ke posisi 17.648,23, setelah dibuka menguat 0,98% menyambut rilis data PDB kuartal ketiga yang menunjukkan pertumbuhan 2,2 persen (y-o-y). Penguatan indeks juga didukung pelemahan kurs yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik tipis 0,1% digerus aksi demo menuntut pengunduran diri Presiden Park Geun-Hye,  dan berlanjut melemah 0,23% menjadi 1.979,88. Melanjutkan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,83% ke level 22.344,23 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,22% menjadi 3.188,91.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kecenderuengan penguatan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, jatuh ke bawah level 5.250. Sejumlah analis memperkirakan, perdagangan saham hari ini berpeluang mengalami technical rebound, setelah mengalami kejatuhan cukup dalam sepanjang pekan lalu. Meskipun minim katalis positif dari dalam negeri, rilis data neraca perdagangan RI berpeluang menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street diikuti dengan kenaikan komoditas CPO diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari in. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah diprediksi menjadi katalis negatif hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan support di level 5.185 sedangkan resist pada level 5.270.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADRO [ADRO 1,660 10 (+0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp1.735, Support: Rp1.585), AALI [AALI 15,725 300 (+1,9%)] (Spec Buy, TP: Rp16.150, Support: Rp15.300), CTRP [CTRP 755 -40 (-5,0%)] (SELL, Resist: Rp800, Support: Rp710), ANTM [ANTM 900 5 (+0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp915, Support: Rp885).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi cenderung menguat. Investor memperhitungkan komentar kenaikan suku bunga dari Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer yang mengharapkan kenaikan suku bunga AS secara bertahap. Rilis indeks sentimen konsumen AS rebound pada awal November, menjadi 91,6, dari posisi terendah dua tahun pada Oktober lalu sebesar 7,2. Ekspektasi konsumen terhadap ekonomi AS meningkat. Para analis memperkirakan, meningkatnya prospek pemotongan pajak dan serangkaian kebijakan Presiden Trump yang secara umum pro-pertumbuhan didukung Partai Republik yang menyapu bersih kursi Kongres, akan berpengaruh bullish pada pasar saham. Indeks Dow, S&P 500 dan Nasdaq melonjak masing-masing 5,4 persen, 3,8 persen dan 3,8 persen selama pekan lalu.

Dow Jones Industrial Average naik 0,21% (39,78 poin) menjadi 18.847,66.
S&P 500 turun 0,14% (-3,03 poin) ke level 2.164,45.
Nasdaq Composite melaju 0,54% (28,32 poin) ke posisi 5.237,11.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange rontok 4,46% menjadi US$23,37.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup bervariasi, namun cenderung memerah, terimbass efek Trump yang menggilas bursa saham di luar AS. Indeks Stoxx Europe 600 melorot 0,41% ke level 337,38. Sektor industri bergerak melemah, tertekan penurunan harga saham sektor konstruksi dan komoditas pertambangan. Kejatuhan harga minyak menekan harga saham sektor energi dan sentimen investor. Kasus Brexit kembali membayangi bursa setelah pengadilan Inggris menetapkan bawhha pemerintah harus meminta persetujuan parlemen sebelum memulai proses keluar dari Uni Eropa.

FTSE 100 London anjlok 1,43% (-97,55) di level 6.730,43.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,36% (37,83 poin) menjadi 10.667,95.
CAC 40 Paris merosot 0,92% (-41,68 poin) ke posisi 4.489,27.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia, didorong rilis data ekonomi AS yang positif dan ekspektasi kebijakan ekonomi Presiden Trump yang akan mendorong kenaikan suku bunga. Rilis indeks sentimen konsumen AS pada awal November rebound dari tingkat terendah dua tahun yang tercatat pada Oktober lalu. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju  naik 0,29 persen menjadi 99,071, tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.0855

-0.0038

-0.35%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2596

0.0041

+0.33%

Yen (USD-JPY)

106.65

-0.18

-0.17%

Yuan (USD-CNY)

6.8120

0.0061

+0.09%

Rupiah (USD-IDR)

13,383.00

245.50

+1.87%

Sumber : Bloomberg.com, 11/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, alhir pekan lalu rontok hingga 2,75 persen diterjang kekhawatiran pasar akan berlanjutnya kelebihan pasokan minyak global. Laporan Baker Hughes menyebutkan jumlah anjungan minyak AS hingga akhir pekan lalu naik 21 rig menjadi 744. Jumlah rig yang beroperasi di seluruh dunia pada Oktober tahun ini menjadi 1.620 rig, naik 36 rig dari September lalu. Laporan bulanan OPEC menyebutkan, produksi minyak mentah OPEC naik 240.000 barel per hari (bph), menjadi 33,64 juta bph pada Oktober. Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis lalu menaikkan proyeksi produksi minyak negara-negara non-OPEC 2017 hampir 500.000 bph, naik dari estimasi bulan lalu sebesar 110.000 bph.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember turun US$1,25 (-2,75%) menjadi US$43,41 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari turun US$1,09 (-2,40%) menjadi US$44,75 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan penguatan dolar AS. Investor meyakini Presiden Trump akan memotong pajak, mendorong prospek kenaikan laba korporasi di AS, mendukung laju inflasi dan kenaikan suku bunga,  yang pada gilirannya menekan harga emas. Pasar menunggu pengumuman kabinet Trump.

Harga emas untuk pengiriman Desember anjlok US$42,1 (-3,4%) menjadi US$1.223,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot tutun 2,8% menjadi US$1.222,20 per ounce, terendah sejak Juni lalu.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news