Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,09% didorong kenaikan harga saham sektor energi dan pertambangan logam. Laju penguatan indeks berlanjut menjadi 0,46% (25,02 poin) ke level 5.510,10 pada oukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,58% (106,28 poin) menjadi 18.439,69, setela hdibuka naik 0,39 persen meski rilis indeks harga konsumen inti periode Oktober turun 0,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Indkes Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,29%, namun mereda menjadi 0,01% di posisi 1.971,51.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka mendatar di level 22/609,22 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibukan dengan mencatatkan penurunan tipis 0,02% di posisi 3.241,24.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham Eropa dan Asia, setelah kemarin kembali terbenam di zona mereah sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis mengatakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat ditopang stabilitas fundamenta ekonomi dan penguatan harga komoditas. Namun secara teknikal dan berlanjutnya pelemahan rupiah berpeluang menekan laju indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih melemahnya nilai tukar rupiah dan minimnya sentimen positif dalam negeri pada akhir pekan diprediksi menjadi katalis negatif bagi indeks untuk hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.040 sedangkan resist pada level 5.175.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 16,600
Eropa
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat di tengah berbagai spekulasi politik perihal referendum di Spanyol dan pemilu di Prancis dan Jerman. Pergerakan indeks juga sempat terpengaruh oleh volatilitas pasar uang, yang digerakkan oelh rilis risalah hasil rapat FOMC yang mempertegas keinginan bank sentral AS untuk menaikkan Fed Funds Rate pada Desember 2016. Indeks Stoxx 600 naik 0,31% ke level 341,84. Rilis Indeks Bisnis Ifo Institute Jerman periode November tidak berubah dibandinng Oktober, di bawah perkiraan pasar.
FTSE 100 London naik 0,17% (11,49 poin) ke level 6.829,20.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,25% (26,82 poin) di posisi 10.689,26.
CAC 40 Paris tumbuh 0,29% (13,35 poin) menjadi 4.542,56.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang internasional, tadi malam ditutup dengan membukukan penguatan tipis, saat pasar AS libur menyambut hari Thanksgiving. Data ekonomi yang kuat dan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinan Trump, telah memicu potensi bakal ada kenaikan Fed Funds Rate pada Desember 2016. Indeks dolar AS pada perdagangan Kamis ditutup naik 0,01% ke level 101,71.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0557 |
0.0003 |
+0.03% |
5:46 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2453 |
0.0002 |
+0.02% |
5:47 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
113.28 |
-0.05 |
-0.04% |
5:39 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9219 |
0.0029 |
+0.04% |
10:02 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,558.00 |
68.50 |
+0.51% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas London, kemarin malam ditutup dengan mencatatkan kenaikan tipis menjelang pertemuan OPEC untuk membahas pelaksanaan pembatasan produksi, akhir November nanti. Aktivitas pasar sangat rendah karena liburan Thanksgiving di AS. Rusia menyatakan bersedia menurunkan rencana produksi minyak 2017, sebanyak 200.000-300.000 barel per hari jika pembekuan output berlaku.
OPEC diekspektasikan akan mengusulkan pengurangan produksi 880.000 barel per hari selama enam bulan mulai 1 Januari. Namun sumber OPEC mengatakan bahwa kartel itu belum membuat proposal akhir bagi negara-negara non-OPEC untuk menurunkan produksi bersama, yang akan dibahas pada 28 November di Wina, dan hanya mengusulkan pemangkasan sebanyalk 500.000 bph pada pertemuan sebelumnya.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari, naik 12 sen menjadi US$49,07 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, naik 9 sen menjadi US$48,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir melemah setelah perdagangan kontrak libur pada Kamis kemarin. Efek ekspekatasi kebijakan ekonomi ekspansif Trump yang berlanjut pada penguatan dolar, masih menekan minat investor untuk membeli emas. Sebelumnya, harga emas untuk pengiriman Desember sempat menguat 0,01% ke US$1.189,4 saat pembukaan. Namun berbalik melemah, turun US$3,7 (-0,31%) menjadi US$1.185 pagi tadi. Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$1.188,33 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar