About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 29 November 2016

Market Brief: Kejatuhan Minyak Redam Bursa Global, IHSG Menyasar Level 5.200

Ipotnews - Bursa saham Asia, di pengujung November (30/11) ini, dibuka cenderung mendatar, setelah bursa saham Wall Street dan Eropa ditutup relatif menguat, di tengah kejatuhan harga minyak. Pasar menunggu hasil pertemuan produsen minyak dunia di Wina, hari ini.

Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX, Australia sebesar 0,08 persen, tertekan oleh kejatuhan harga saham sektor energi dan pertambangan dasar. Penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,20% (-11,00 poin) di posisi 5.446,50.

Pada jam yang indeks Nikkei 225. Jepang bergerak naik 0,14% (25,72 poin) ke level 18.332,76, setelah dibuka menguat 0,07% pada sesi awal perdagangan, ditopang pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di level 1,0978,97, dan berlanjut menguat 0,29% menjadi 1.984,09.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat, naik 0,46% ke level 22.842,36 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,33% di posisi 3.272,14.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kondisi penutupan indeks global dan pembukaan indkes regional yang bervariasi, di tengah tekanan harga minyak, setelah kemarin berhasil keluar dari teritori negatif pada awal perdagangan dan berlabuh di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan tekanan arus keluar modal masih akan menekkan pergerakan indeks hari ini, namun secara teknikal IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan, berusaha menembus level 5.200.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah menjelang pertemuan OPEC hari ini diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.100 sedangkan resist pada level 5.170.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 14,350 -25 (-0,2%)] (BoW, Resist: Rp14.550, Support: Rp14.100), UNVR [UNVR 40,625 525 (+1,3%)] (Spec Buy, TP: Rp41.300, Support: Rp39.950), SMRA [SMRA 1,390 30 (+2,2%)] (Spec Buy, TP: Rp1.415, Support: Rp1.365), MAPI [MAPI 4,980 110 (+2,3%)] (Spec Buy, TP: Rp5.100, Support: Rp4.870).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, ditopang rilis data pertumbuhan PDB AS kuartal ketiga yang naik 3,2 perse dibanding kuartal sebelumnya sebesar 2,9 persen, di tengah kejatuhan harga minyak. Penguatan indeks juga didukung kenaikan harga saham sektor teknologi big-cap dan sektor keuangan, serta sektor kesehatan dan real estate. Indeks keyakinan konsumen periode November mencapai 107,1, melebihi ekspektasi pasar. Investor menunggu rilis data tenaga kerja Jumat besok untuk mendapatkan petunjuk tentang kemungkinan kecepatan kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Dow Jones Industrial Average naik 0,12% (23,70 poin) menjadi 19.121,60.
Standard & Poor’s 500 menguat 0,13% (2,94 poin) di posisi 2.204,66.
Nasdaq Composite melaju 0,21% (11,11 poin) ke level 5.379,92.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,95% menjadi US$23,27.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhhir mixed, cenderuung menguat, dengan mencatatkn volume perdagangan yang lebih rendah 16 persen, dibanding rata-rata perdagangan selama 30 hari. Perdagangan saham masih dibayangani kekhawatiran pasar akan dampak referendum reformasi konstitusi Italia dan hasil KTT OPEC. Perdana Menteri Matteo Renzi membantah kabar bahwa Ia akan mundur walaupun jika memenangkan suara pada referencum reformasi konstitusi 4 Desember mendatang. Indeks European Stoxx 600 naik 0,25 persen, ditopang kenaikan harga saham sektor perbankan.

FTSE 100 London melorot 0,40% (-27,47 poin) ke level 6.772,00.
DAX 30 Frankfurt naik 0,36% (37,82 poin) menjadi 10.620,49.
CAC 40 Paris melesat 0,91% (41,07 poin) ke posisi 4.551,46.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadai ditutup cenderung melemah meskipun data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencatatkan hasil positif. Rilis data PDB AS kuaral ketiga naik 3,2 persen melebihi estimassi pasar sebesar 3,1 persen. Analis mengatakan, aksi profit taking masih berlanjut, memanfaatkan kenaikan kurs dolar selama beberapaa pekan lalu. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,35 persen menjadi 100,980.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0649

-0.0001

-0.01%

5:54 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2490

-0.0003

-0.02%

5:54 PM

Yen (USD-JPY)

112.5100

0.1300

+0.12%

5:56 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9047

-0.0106

-0.15%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,559.5000

28.0000

+0.21%

3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi bergerak melemah, melorot hampir 4 persen dihantam pernyataan Irak dan Iran yang menolak tekanan Arab Saudi untuk memangkas produksi minyaknya. Rusia menyatakan tidak aakan menghadiri pertemuan OPEC di Wina, hari ini. Morgan Stanley dan Macquarie memperkirakan harga minyak akan terkoreksi tajam hingga US$35 oer barel jika OPEC gagal mencapai kesepakatan. Hasil polling Reuters memprediksikan produksi minyak mentah AS selaama sepekan hingga 25 November, naik 900.000 barel.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari, turun US$1,85 (-3,9%) menjadi US$45,23 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari, turun US$1,87 (-3,9%) menjadi US$46,37 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini  hari tadi ditutup juga melemah, tertekan rilis data PDB AS kuartal ketiga yang naik 3,2 persen, yang mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan depan. Kendati terjadi penurunan indeks dolar, namun laju indeks yang sempat mencapai level tertinggi selama 14 tahun, masih memberi ttekanan kepada harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$3 (-0,25%) menjadi US$1.190,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot anjlok 0,42% menjadi US$1.188,37 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news