About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 23 November 2016

Market Brief: Global Mixed, Pelemahan Asia Berpotensi Hambat Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (24/11) dibuka bervariasi cenderung melemah, melanjutkan tren pergerakan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa yang berlawanan arah, di tengah penurunan harga minyak dan kenaikan indeks dolar AS.

Perdagangaan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX Australia sebesar 0,2 persen, namun bergerak melemah menjadi minus 0,14 persen pada sesi awal perdagangan. Harga saham sektor perbankan naik, namun harga saham sektor pertambangan dan energi melorot. Pelemahan indeks berlanjut menjadi minus 0,13% (-7,26 poin) di posisi 5.477,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melaju 0,96% (173,99 poin) ke level 18.33,93, setelah memulai kembali perdagangan dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,86 persen. Penguatan indeks ditopang oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi. Korea Selatan dibuka turun 0,30 persen, dan berlanjut melorot 0,58% menjadi 1.976,51.

Melanjutkan tren pelemahaan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,45% ke level 22.574,82 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,11% di posisi 3.237,43.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di  bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah terbenam di zona merah sepanjang hari kemarin namun mampu berbalik ke zona hijau menjelang akhir sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, secara teknikal pergerakan indeks hari ini akan berusaha melanjutkan kenaikan, setelah berhasil bertahan di atas level 5.200 ditopang aksi lanjutan pembelian saham big cap dan lapis kedua. IHSG diprediksi mixed, menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street dan terus melemahnya nilai tukar rupiah, diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih menguatnya harga minyak mentah diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.175 sedangkan resist pada level 5.240.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KLBF [KLBF 1,470 -30 (-2,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.540, Support: Rp1.465), UNTR [UNTR 21,650 -250 (-1,1%)] (Spec Buy, TP: Rp22.325, Support: Rp21.475), CTRA [CTRA 1,435 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.455, Support: Rp1.415), INCO [INCO 3,440 70 (+2,1%)] (Spec Buy, TP: Rp3.520, Support: Rp3.220).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung menguat didukung rilis sejumlah adata ekonomi AS yang positif, di tengah kejatuhan harga minyak. Rilis amgka klaim pendahuluan angka pengangguran mingguan hingga akhir pekan lalu naik 18.000 menjadi 251.000, dibawah patokan pasar tenaga kerja yang sehat sebanyak 300.000. Data pesanan barang taham lama periode Oktober, naik 4,8 persen, di atas perkiran pasar sebesar 1,5 persen.  Indeks manufaktur IHS Markit periode November memperlihatkan kenaikan, menjadi 53,9 dari 53,4 pada Oktober lalu. Risalah rapat Federal Reserve November lalu, memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS itu siap untuk segera menaikkan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average naik 0,31% (59,31 poin) menjadi 19.083,18.
S&P 500 menguat 0,08% (1,78 poin) di posisi 2.204,72.
Nasdaq Composite turun 0,11% (-5,67 poin) ke level 5.380,68.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 1,47% menjadi US$23,48.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah terpengaruh tekanan politik menjelang referendum konstitusi di Italia, 4 Desember, serta kampanye pemilihan pemimpin Prancis dan Jerman. Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,07% ke level 340,77. Hampir semua saham sektor perbankan terperosok ke zona merah setelah Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk memperkuat peraturan tentang persyyaratan permodalan bank. Rilis indeks PMI Markit untuk zona euro periode November menunjukkan kenaikan,menjadi 54,1 dari 53,3 pada Oktober lalu, tak mampu mendongkrak indeks.

FTSE 100 London, turun tipis 0,03% (-2,01 poin) di posisi 6.817,71.
DAX 30 Frankfurt, merosot 0,48% (-51,41 poin) ke level 10.662,44.
CAC 40 Paris, melorot 0,42% (-19,14 poin) menjadi 4.529,21.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan, melesat ke level tertinggi sejak Maret 2003. Rilis sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perekonomian sudah berada di jalur pertumbuhan yang stabil, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan dan 2017. Data pesanan barang tahan lama periode November naik 0,4% dibanding Oktober, klaim pengangguran mingguan bertahan di bawah 300.000 selama 90 pekan berturut-turut, dan indeks sentimen konsumen naik menjadi 93,8. Rilis risalah rapat The Fed November lalu mengindikasikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks Dollar AS naik 0,65 persen menjadi 101,70, setelah sempat melonjak ke level tertinggi hampir 14 tahun di 101,90.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0552

-0.0001

-0.01%

5:40 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2431

-0.0012

-0.10%

5:40 PM

Yen (USD-JPY)

112.42

-0.10

-0.09%

5:40 PM

Yuan (USD-CNY)

6.919

0.029

+0.42%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

3,489.50

47.00

+0.35%

3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, dini hari tadi ditutup melemah tertekan penguatan indeks dolar, meskipun Irak menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam kesepakatan pembekuan produksi OPEC. Penurunan stok minyak mentah AS sebesar 1,3 juta barel pada pekan lalu menjadi 489 juta, yang dirilis Badan Informasi Energi,  juga gagal mengangkat harga minyak. Baker Hughes melaporkan, jumlah rig yang beroperasi di AS pekan lalu bertambah 3 unit menjadi 474 rig.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, turun 7 sen menjadi US$47,96 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari, turun 18 sen menjadi US$48,94 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga turun tajam ke bawah US$1.200 per ounce,  terpukul oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang kuat dan kenaikan indeks dolar. Rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang positif memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$21,9 (-1,81%) menjadi US$1.189,30 per ounce.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,92% menjadi US$1.188,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news