Awali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 dibuka melaju 0,51 persen, didotong kenaikan harga saham sektor keuangan dan pertambangan. Laju indeks berlanjut menjadi 0,63% (34,07 poin) ke level 5.447,40 pada pukul 8:10 WIB. Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak menguat tipis di kisaran 0,06% di level 19.84,73, setelah dibuka di level yang sama.
Lanjutkan tren kenaikan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,11% ke level 22.702,41 pada pukul *:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka sedikit melemah 0,01% menjadi 3.247,94.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa global dan Asia, setelah kemarin berhasil bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, perrgerakanindeks hari ini berpeluang untuk melanjutkan penguatan membentuk short term uptrend. IHSG hari diperkirakan akan bergerak sideways cenderung menguat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah dan kekhawatiran investor pada aksi demo diperkirakan mengganggu laju indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.140 sedangkan resist pada level 5.270.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 16,150
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan. Indeks Dow Jones mencatatkan rekor menembus level 19.000, di tengah kenaikan harga logam dasar yang mendongkrak harga saham sektor pertambangan. Rilis data penjualan rumah AS periode Oktober secara tak terduga naik ke level tertinggi sejak Februari 2007.
Dow Jones Industrial Average naik 0,35% (67,18 poin) menjadi 19.023,87.
S&P 500 menguat 0,22% (4,76 poin) di posisi 2.022,94.
Nasdaq Composite juga menguat 0,33% (17,49 poin) ke level 5.386,35.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,23% menjadi US$23,83.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat mendekati level tertinggi dalam sebulan, ditopang kenaikan harga saham di sekor pertambangan dasar, seiring kenaikan harga komoditas logam. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,22% ke posisi 340,98.
FTSE 100 London melaju 0,62% (41,76 poin) menjadi 6.819,72.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,27% (28,72 poin) di posisi 10.713,85.
CAC 40 Paris naik 0,41% (36,90 poin) ke level 4.548,35.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenikan tipis, ditopang rilis kenaikan data penjualan rumah di AS periode Oktober. Total penjualan rumah tumbuh 2,0 persen, dari 5,49 juta pada September menjadi 5,60 juta, mengalahkan konsensus pasar sebesar 5,42 juta. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,07 persen menjadi 101,120.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0627 |
0.0000 |
0.00% |
5:39 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2421 |
-0.0002 |
-0.02% |
5:39 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
111.12 |
-0.0200 |
-0.02% |
5:36 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8900 |
-0.0028 |
-0.04% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,442.50 |
36.50 |
+0.27% |
3:58 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, dini hari tadi ditutup bervariasi, setelah bergeral volatil di tengah situasi pasar yang sensitif terhadap pemberitaan tentang upaya produsen dalam menyelesaikan kesepakatan pembekuan produksi. Seorang pejabat Nigeria mengatakan bahwa OPEC kemungkinan bakal mencapai kesepakatan pemotongan produksi, sementara secara terpisah Iran dan Irak mengajukan persyaratan untuk berpartisipasi dalam kesepakatan itu.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir menguat, setelah mengalami technical bounce, meskipun dollar AS dan pasar ekuitas Amerika Serikat menguat. Analis memperkirakan kenaikan harga emas tidak akan bertahan lama, karena ditopang oleh aksi beli investor yang memanfaatkan kejatuhan harga emas sejak 9 November lalu.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$1,4 atau (0,12%) menjadi US$1.211,20 per ounce.
Namun harga emas di pasar spot turun 0,24% menjadi US$1.210,72.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar