Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,65 persen, dimotori kenaikan harga saham di sektor keuangan sebesar 0,75%. Penguatan indek berlanjut sebesar 0,64% (34,61 poin) ke level 5.443,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,75% (128,62 poin) ke posisi 17.363,04, setelah dibuka naik 0,76%, didorong pelemahan yen terhadap dolar AS yang mendongkrak harga saham-saham eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,50%, dan berlanjut turun 0,67% menjadi 2.034,12.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,09% di posisi 23.581,69, pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,01% di level 3.127,97.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan indeks saham global dan regional, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau, menembus level 5.400 didorong aksi beli asing. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan, rilis laporan keuangan sejumlah emiten berkapitalisasi besar akan menentukan arah laju indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta naiknya harga komoditas dan masih berlanjutnya rilis laporan kinerja emiten kuartal III diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.390 sedangkan resist pada level 5.450.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPCK [LPCK 6,425
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, para investor bereaksi positif terhadap rilis laporan keuangan serta rilis data PMI AS. Data Thomson Reuters menunjukkan, laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 di kuartal ketiga 2016 diperkirakan naik 1,1 persen dibanding tahun lalu, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat 2,5 persen. Rilis data Indeks Pembelian Manajer (PMI) untuk sektor manufaktur AS dari Markit Economics, berbalik naik atau "rebound" dari level terendah tiga bulan di 51,5 pada September menjadi 53,2 pada Oktober, mengalahkan konsensus pasar di 51,2. Penguatan dolar AS dan penurunan harga minyak meredam laju indeks saham.
Dow Jones Industrial Average naik menguat 0,43% (77,32 poin) menjadi 18.223,03.
S&P 500 naik 0,47% (10,17 poin) di posisi 2.151,33.
Nasdaq Composite melaju 1,00% (52,43 poin) ke level 5.309,83.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,42% menjadi US$26,38.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat, kendati digempur aksi profit taking jelang akhir perdagangan, yang menggerus penguatan sektor perbankan serta optimisme investor mengenai data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah kurang dari 0,1% ke posisi 344,26 walaupun sempat menguat hingga 0,8%. Laporan IHS Markit menyebutkan indeks PMI sektor manufaktur dan jasa zona euro periode Oktober meningkat ke 53,7, dari 52,6 pada September,laju tercepat sejak awal 2016. Penurunan harga minyak menekan harga saham-saham energi.
FTSE 100 London melorot 0,49% (-34,07 poin) ke level 6.986,40.
DAX 30 Frankfurt naik 0,47% (50,44 poin) menjadi 10.761,17.
CAC 40 Paris menguat 0,36% (16,51 poin) di posisi 4.552,58.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup sedikit menguat, terpengaruuh komentar sejumlah pejabat Federal Reserve yang menginisiasi kenaikan kenaikan suku bunga pada akhir 2016. Rilis indeks PMI AS periode Oktober rebound dari level terendah tiga bulan ke level 53,2 mengalahkan konsensus pasar 51,2. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju naik 0,13 persen menjadi 98,821.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0871 |
-0.0011 |
-0.10% |
6:50 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2215 |
-0.0023 |
-0.19% |
6:49 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
104.32 |
0.14 |
+0.13% |
6:50 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.7752 |
0.0082 |
+0.12% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,012.30 |
-29.70 |
-0.23% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah, terdampak pernyataan Irak yang menginginkan pembebasan dari agenda pemotongan produksi OPEC. Menteri Perminyakan Irak mengatakan, negaranya membutuhkan lebih banyak uang untuk memerangi militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Penguatan dolar ikut menekan harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Desember turun 33 sen (-0,7%) menjadi US$50,52 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun 30 sen (-0,6%) menjadi US$51,48 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot, terdesak oleh rilis indeks PMI AS periode Oktober yang menguat melebihi ekspektasi, di tengah kenaikan kurs dolar AS. Laporan Federal Reserve Chicago menunjukkan indeks aktivitas nasional meningkat dari -0,72 menjadi -0,14, dan memperlihatkan penguatan di bidang manufaktur serta pertambangan. Para trader juga mencatat peningkatan lapangan kerja, yang dapat memberikan amunisi lebih lanjut bagi Federal Reserve.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$4 (-0,32%) menjadi US$1.263,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.264,20 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar