About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 25 Oktober 2016

Market Brief: Global Memerah, IHSG Diprekdiksi Mixed Menguat Terbatas

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (26/10) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa, di tengah penurunan harga minyak dunia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200 Australia, lebih dari 1 persen, tertekan penurunan harga saham sektor energi dan keuangan, seiring penuruan harga minyak. Tekanan indeks berlanjut, anjlok 1,36% (-73,93 poin) ke level 5.368,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,30% (-51,81 poin) ke posisi 17.313,44, setelah dibuka melemah  0,23 persen. Penguatan yen menekan harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,49%, dan berlanjut melorot 0,91% menjadi 2.018,57.

Selanjutnya, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka pada pukul 8:30 WIB, merosot 0,72% menjadi 23.396,14. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,07% di posisi 3.129,84.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa sagam global dan regional, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan ditutup di teritori negatif sedikit di bawah level 5.400. Sejumlah analis mengatakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan ditopang rilis laporan keuangan keuangan sejumlah emiten yang secara umum tercatat positif. Indeks cenderung bergerak mixed, menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Namun, masih berlanjutnya penantian rilis laporan kinerja emiten diperkirakan menjadi sentimen positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat dengan target support di level 5.365 sedangkan resist pada level 5.435.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 13,725 650 (+5,0%)] (Spec Buy, TP: Rp14.250, Support: Rp13.275), MPPA [MPPA 1,965 -45 (-2,2%)] (SELL, Resist: Rp2.010, Support: Rp1.920), SMCB [SMCB 1,010 25 (+2,5%)] (Spec Buy, TP: Rp1.035, Support: Rp985), INAF [INAF 2,470 70 (+2,9%)] (Spec Buy, TP: Rp2.580, Support: Rp2.360).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah di tengah rilis sejumlah laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar yang bervariasi, inedek kepercayaan konsumen yang menurun, dan kejatuhan harga minyak. Harga saham Whirlpool Corp. Terpelanting lebih dari 10 persen, setelah melaporkan hasil kuartalan yang lebih buruk dari perkiraan dengan prospek yang suram. Indeks kepercayaan konsumen AS periode Oktober versi Conference Board turun dari 103,5 pada September menjadi 98,6, jauh dari ekpektasi pasar sebesar 101,5 dan terendah dalam tiga bulan terakhir.

Dow Jones Industrial Average turun 0,30% (-53,76 poin) menjadi 18.169,27.
S&P 500 melorot 0,38% (- 8,17 poin) ke level 2.143,16.
Nasdaq Composite anjlok 0,50% (-26,43 poin) di posisi 5.283,40.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,30% menjadi US$26,30

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, di tengah kejatuhan harga minyak dunia. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,35% ke level 343,07. Investor menunggu rilis sejumlah laporan keuangan emiten di tengah spekulasi pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa dan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Gubernur ECB hanya memberikan sedikit indikasi bahwa program pelonggaran kuantitatif akan diperpanjang. Harga saham sektor pertambangan logam menguat, didorong reli harga logam dunia.

FTSE 100 London naik 0,45% (31,24 poin) ke level 7.017,64.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,04% (-3,86 poin) di posisi 10.757,31.
CAC 40 Paris turun 0,26% (-11.74 poin) menjadi 4.540,84.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah setelah rilis data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi pasar. Indeks kepercayaaan konsumen Conference Board periode Oktober tercatat turun menjadi 98,6, dari 103,5 pada September.  Namun, pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve mendukung spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,04% menjadi 98,719.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0890

0.0001

+0.01%

6:47 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2182

-0.0006

-0.05%

6:47 PM

Yen (USD-JPY)

104.17

-0.05

-0.05%

6:47 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7804

0.0052

+0.08%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,004.50

-7.80

-0.06%

4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/10/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah, tertekan perselisihan anggota OPEC tentang rencana pengurangan produksi minyaknya. Analis mengatakan perdebatan mengenai permintaan Irak untuk tidak terikat pada pada kesepakatan pengurangan produksi dengan alasan membutuhkan dana untuk memerangi ISIS, menimbulkan ketidakpastian baru mengenai akhir dari rencana kesepakatan tersebut. Pasar juga memperkirakan cadangan minyak mingguan AS akan meninngkat sebesar 800.000 barel, jelanng laporan Energy Informatian Administration AS.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Desember, turun 56 sen (-1,1%) menjadi US$49,96 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun 89 sen (-1,7%) menjadi US$50,57 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, di tengah dan meningkatnya permintaan emas fisik di India, dan pelemahan indeks dolar. Kenaikan harga emas juga didukung oleh indeks kepercayaan konsumen Conference Board periode Oktober yang menunjukkan pelemahan. Laporan Federal Reserve Richmond menunjukkan kenaiikan indeks manufaktur dari negatif 8 menjadi negatif 4 selama Oktober. Namun, analis mencatat pesanan baru menurun, aktivitas perekrutan dan upah sama-sama menguat secara signifikan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$9,9 (0,78%) menjadi US$1.273,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$1274,51 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news