Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah setelah sempat menguat selama setengah sesi perdagangan pada hari Kamis (21/1). IHSG melemah -0,31 persen (-13,86 poin) ke level 4.414,12 poin.
Indeks LQ45 melemah -0,29% ke posisi 766,89 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,18% ke posisi 581,77 poin. Indeks IDX30 drop -0,14 ke level 401,40 poin. Indeks Sri Kehati turun -0,22% ke posisi 258,75 poin. Indeks SMInfra 18 melemah -0,41% ke level 303,87 poin.
Pemodal asing melakukan jual bersih (net sell) -Rp108 miliar. Nilai transaksi Rp5,086 triliun dan volume perdagangan sebanyak 3,865 miliar saham.
Sektor:
Consumer -0,11%
Agri 0,01%
Manufaktur 0,15%
Misc-ind 0,75%
Mining -0,39%
Infrastruktur -0,14%
Trade -1,26%
Finance -0,25%
Properti -0,81%
Basic-ind 0,45%
Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 yang melemah di antaranya SRIL turun -9,7 persen. ITMG -4,1 persen. BSDE -3,5 persen. SMRA -3,1 persen. PWON -2,7 persen. INTP -2,3 persen. PTBA -2,2 persen. INCO -2,1 persen. AKRA -2,1 persen dan MPPA -2,1 persen.
Sedangkan saham-saham dalam indeks LQ45 yang menguat CPIN naik 7,4 persen. EXCL naik 3,4 persen. ADRO naik 3,0 persen. WTON naik 2,6 persen. LPKR naik 2,5 persen. SSMS naik 2,5 persen. TBIG naik 1,3 persen. Â SCMA menguat 1,1 persen dan ICBP naik 1,0 persen.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai harga minyak yang semula sempat menguat lalu bergerak negatif menjadi sentimen negatif bagi pasar Asia. Ia juga menyebut pasar saham masih mengkhawatirkan harga minyak. Apalagi Indeks Hang Seng juga menyentuh level terendah baru.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah -0,21% ke level Rp13.912 per dolar AS.
Asia:Bursa saham Asia berbalik arah menjadi negatif setelah sempat hijau pada sesi sebelumnya. Sentimen di bursa Asia seputar kekhawatiran pada pertumbuhan ekonomi global, ketidakpastian perekonomian di China dan harga minyak di level terendah baru.
Indeks saham China menyentuh level terendah sejak Desember 2014. Bursa Hong Kong juga demikian ke level terendah dalam 3 tahun terakhir setelah dilanda aksi jual di perdagangan sore hari.
Analis Societe Generale Asia, Klaus Baader menilai aksi jual di pasar saham benar-benar "liar". Menurut Klaus, alasan utama hal tersebut terjadi adalah ketidakpastian khususnya terkait China dan apa yang terjadi dengan pasar keuangan global.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun -2,43% (-398,93 poin) ke posisi 16.017,26 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah -1,82% (-344,15 poin) ke level 18.542,15 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -3,23% (-96,21 poin) ke posisi 2.880,48 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun -1,16% (-29,60 poin) ke level 2.530,17 poin.
Eropa:
Indek saham di bursa Eropa rebound pada opening perdagangan hari Kamis (21/1) pagi waktu setempat. Para investor di bursa Eropa wait and see hasil kebijakan pertama bank sentral Eropa di awal tahun 2016.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,5% ke level 5.702,30 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) menguat 0,1% ke posisi 9.400,7 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) naik tipis 0,1% ke level 4.129,7 poin.
Oil:Harga minyak melanjutkan pelemahan di pasar Asia pada perdagangan hari Kamis (21/1), berbalik setelah menguat pada perdangan pagi. Kelebihan pasokan dan melemahnya demand yang mengantarkan harga ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Harga minyak WTI turun 15 sen ke level 28,20 USD per barel. Minyak Brent turun 11 sent ke posisi 27,77 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Indeks LQ45 melemah -0,29% ke posisi 766,89 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,18% ke posisi 581,77 poin. Indeks IDX30 drop -0,14 ke level 401,40 poin. Indeks Sri Kehati turun -0,22% ke posisi 258,75 poin. Indeks SMInfra 18 melemah -0,41% ke level 303,87 poin.
Pemodal asing melakukan jual bersih (net sell) -Rp108 miliar. Nilai transaksi Rp5,086 triliun dan volume perdagangan sebanyak 3,865 miliar saham.
Sektor:
Consumer -0,11%
Agri 0,01%
Manufaktur 0,15%
Misc-ind 0,75%
Mining -0,39%
Infrastruktur -0,14%
Trade -1,26%
Finance -0,25%
Properti -0,81%
Basic-ind 0,45%
Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 yang melemah di antaranya SRIL turun -9,7 persen. ITMG -4,1 persen. BSDE -3,5 persen. SMRA -3,1 persen. PWON -2,7 persen. INTP -2,3 persen. PTBA -2,2 persen. INCO -2,1 persen. AKRA -2,1 persen dan MPPA -2,1 persen.
Sedangkan saham-saham dalam indeks LQ45 yang menguat CPIN naik 7,4 persen. EXCL naik 3,4 persen. ADRO naik 3,0 persen. WTON naik 2,6 persen. LPKR naik 2,5 persen. SSMS naik 2,5 persen. TBIG naik 1,3 persen. Â SCMA menguat 1,1 persen dan ICBP naik 1,0 persen.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai harga minyak yang semula sempat menguat lalu bergerak negatif menjadi sentimen negatif bagi pasar Asia. Ia juga menyebut pasar saham masih mengkhawatirkan harga minyak. Apalagi Indeks Hang Seng juga menyentuh level terendah baru.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah -0,21% ke level Rp13.912 per dolar AS.
Asia:Bursa saham Asia berbalik arah menjadi negatif setelah sempat hijau pada sesi sebelumnya. Sentimen di bursa Asia seputar kekhawatiran pada pertumbuhan ekonomi global, ketidakpastian perekonomian di China dan harga minyak di level terendah baru.
Indeks saham China menyentuh level terendah sejak Desember 2014. Bursa Hong Kong juga demikian ke level terendah dalam 3 tahun terakhir setelah dilanda aksi jual di perdagangan sore hari.
Analis Societe Generale Asia, Klaus Baader menilai aksi jual di pasar saham benar-benar "liar". Menurut Klaus, alasan utama hal tersebut terjadi adalah ketidakpastian khususnya terkait China dan apa yang terjadi dengan pasar keuangan global.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun -2,43% (-398,93 poin) ke posisi 16.017,26 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah -1,82% (-344,15 poin) ke level 18.542,15 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -3,23% (-96,21 poin) ke posisi 2.880,48 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun -1,16% (-29,60 poin) ke level 2.530,17 poin.
Eropa:
Indek saham di bursa Eropa rebound pada opening perdagangan hari Kamis (21/1) pagi waktu setempat. Para investor di bursa Eropa wait and see hasil kebijakan pertama bank sentral Eropa di awal tahun 2016.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,5% ke level 5.702,30 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) menguat 0,1% ke posisi 9.400,7 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) naik tipis 0,1% ke level 4.129,7 poin.
Oil:Harga minyak melanjutkan pelemahan di pasar Asia pada perdagangan hari Kamis (21/1), berbalik setelah menguat pada perdangan pagi. Kelebihan pasokan dan melemahnya demand yang mengantarkan harga ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Harga minyak WTI turun 15 sen ke level 28,20 USD per barel. Minyak Brent turun 11 sent ke posisi 27,77 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__IHSG_Berbalik_Negatif_Akibat_Sentimen_Harga_Minyak&level2=newsandopinion&id=4081776&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VqCwr9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar