Ipotnews - Membalik tren penurunan harga saham global, pagi ini (21/1) bursa saham Asia dibuka bergairah dengan bermanuver di zona hijau, mematahkan ekspektasi pasar setelah penurunan tajam di bursa saham Eropa dan AS.
Kenaikan harga minyak WTI untuk pengiriman Maret di perdagangan Asia, setelah turun tajam di bursa AS dan Eropa, menopang penguatan indeks saham Asia.
Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,27% dan terkoreksi menjadi 1,22% (59,17 poin) di level 4.900,70 pada pukul 08.15 WIB. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham di sektor keuangan, energi dan pertambangan.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melesat 1,43% (234,01 poin) ke level 16.650,20, memperbaiki posisi penutupan kemarin yang melorot hingga 3,71%. Harga saham emiten eksportir melaju setelah kurs dolar terhadap yen kembali menguat pagi ini, perbaikan harga minyak juga mendongkrak harga saham energi.
Indeks Kospi, Korea Selatan, menguat 0,43% menjadi 1.853,40. Sedangkan Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 1,62% (-48,21 poin) ke posisi 2.928,48, dan indeks Hang Seng, Hongkong menguat 0,76% ke level 19.029,83.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu mengikuti arah pergerakan indeks saat pembukaan bursa saham Asia, setelah terbenam di zona mereah sepanjang hari, kemarin.
Analis memperkirakan indeks berpeluang technical rebound karena mengecilnya capital outflow. Penurunan BI rate dan harga minyak bisa menjadi sentimen positif. Namun tren pelemahan akan berlanjut akibat minimnya katalis positif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham global, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta derasnya aksi jual oleh investor asing di tengah penguatan pada pembukaan perdagangan berpotensi mendorong indeks harga saham gabungan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resisten 4.480. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 9,275
-50 (-0,5%)](Spec Buy), TLKM [TLKM 3,125
35 (+1,1%)](BoW), INDF [INDF 5,750
0 (+0,0%)](BoW), BBRI [BBRI 11,075
75 (+0,7%)](Spec Sell).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan semua indeks saham utama di zona merah. Terpuruknya harga minyak mendekati rekor terendah selama 13 tahun, mengakhiri reli di bursa saham yang sempat berlangsung pada pertengahan sesi perdagangan.
Indeks Nasdaq dan Dow Jones sempat terpuruk hingga lebih 3,5 persen dihantam aksi jual terpengaruh penurunan tajam harga minyak hingga ke bawah US$27 per barel.
Harga saham-saham terkait minyak berguguran, menyeret kejatuhan harga saham perbankan. Indeks tertolong oleh kenaikan harga saham bioteknologi, dan saham-saham berkapitalisasi kecil menjelang penutupan bursa.
Rilis data Indeks Harga Konsumen AS periode Desember yang turun 0,1 dan rilis data perumahan yang juga menunjukkan penurunan pembelian rumah pertama (housing starts) sebesar 2,5%, ikut memperburuk sentimen pasar.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,56% (-249,28 poin) ke level 15.766,74.
S&P 500 melorot 1,17% (-22.00 poin) di posisi 1.859,33.
Nasdaq Composite melemah 0,12% (-5,26 poin) menjadi 4.471,69.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,89% menjadi US$20,12.
Kejatuhan harga minyak juga menghantam indeks saham acuan utama di bursa saham Eropa, yang tadi malam terjungkal hingga hampir 3,5 persen. Harga saham berguguran terutama di sektor perbankan, komoditas, dan asuransi.
Lagi-lagi harga saham emiten pertambangan dan komoditas berguguran hingga sempat tersungkur 11 persen, menyeret turun harga saham perbankan.
FTSE 100 London terpelanting 3,46% (-203,22 poin) ke posisi 5.673,58.
DAX 30 Frankfurt terperosok 2,82% (-272,57 poin) di level 9.391,64.
CAC 40 Paris rontok 3,45% (-147,31 poin) tersungkur di 4.124,95.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang berpengaruh di dunia, pagi tadi tercatat menguat, di tengah penurunan tajam harga minyak dan bursa saham global.
Rilis data Indeks Harga Konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan menurun 0,1 persen pada periode Desember. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara mitra dagang AS, naik 0,12 persen menjadi 99,138. Dolar menguat terhadap euro dan poundsterling, namun melemah terhadap yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Kenaikan harga minyak WTI untuk pengiriman Maret di perdagangan Asia, setelah turun tajam di bursa AS dan Eropa, menopang penguatan indeks saham Asia.
Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,27% dan terkoreksi menjadi 1,22% (59,17 poin) di level 4.900,70 pada pukul 08.15 WIB. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham di sektor keuangan, energi dan pertambangan.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melesat 1,43% (234,01 poin) ke level 16.650,20, memperbaiki posisi penutupan kemarin yang melorot hingga 3,71%. Harga saham emiten eksportir melaju setelah kurs dolar terhadap yen kembali menguat pagi ini, perbaikan harga minyak juga mendongkrak harga saham energi.
Indeks Kospi, Korea Selatan, menguat 0,43% menjadi 1.853,40. Sedangkan Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 1,62% (-48,21 poin) ke posisi 2.928,48, dan indeks Hang Seng, Hongkong menguat 0,76% ke level 19.029,83.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu mengikuti arah pergerakan indeks saat pembukaan bursa saham Asia, setelah terbenam di zona mereah sepanjang hari, kemarin.
Analis memperkirakan indeks berpeluang technical rebound karena mengecilnya capital outflow. Penurunan BI rate dan harga minyak bisa menjadi sentimen positif. Namun tren pelemahan akan berlanjut akibat minimnya katalis positif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham global, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta derasnya aksi jual oleh investor asing di tengah penguatan pada pembukaan perdagangan berpotensi mendorong indeks harga saham gabungan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resisten 4.480. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 9,275
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan semua indeks saham utama di zona merah. Terpuruknya harga minyak mendekati rekor terendah selama 13 tahun, mengakhiri reli di bursa saham yang sempat berlangsung pada pertengahan sesi perdagangan.
Indeks Nasdaq dan Dow Jones sempat terpuruk hingga lebih 3,5 persen dihantam aksi jual terpengaruh penurunan tajam harga minyak hingga ke bawah US$27 per barel.
Harga saham-saham terkait minyak berguguran, menyeret kejatuhan harga saham perbankan. Indeks tertolong oleh kenaikan harga saham bioteknologi, dan saham-saham berkapitalisasi kecil menjelang penutupan bursa.
Rilis data Indeks Harga Konsumen AS periode Desember yang turun 0,1 dan rilis data perumahan yang juga menunjukkan penurunan pembelian rumah pertama (housing starts) sebesar 2,5%, ikut memperburuk sentimen pasar.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,56% (-249,28 poin) ke level 15.766,74.
S&P 500 melorot 1,17% (-22.00 poin) di posisi 1.859,33.
Nasdaq Composite melemah 0,12% (-5,26 poin) menjadi 4.471,69.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,89% menjadi US$20,12.
Kejatuhan harga minyak juga menghantam indeks saham acuan utama di bursa saham Eropa, yang tadi malam terjungkal hingga hampir 3,5 persen. Harga saham berguguran terutama di sektor perbankan, komoditas, dan asuransi.
Lagi-lagi harga saham emiten pertambangan dan komoditas berguguran hingga sempat tersungkur 11 persen, menyeret turun harga saham perbankan.
FTSE 100 London terpelanting 3,46% (-203,22 poin) ke posisi 5.673,58.
DAX 30 Frankfurt terperosok 2,82% (-272,57 poin) di level 9.391,64.
CAC 40 Paris rontok 3,45% (-147,31 poin) tersungkur di 4.124,95.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang berpengaruh di dunia, pagi tadi tercatat menguat, di tengah penurunan tajam harga minyak dan bursa saham global.
Rilis data Indeks Harga Konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan menurun 0,1 persen pada periode Desember. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara mitra dagang AS, naik 0,12 persen menjadi 99,138. Dolar menguat terhadap euro dan poundsterling, namun melemah terhadap yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, pagi tadi mencatatkan penurunan tajam hingga mencapai 6,7 persen, tertendah sejak Mei 2003.
Di bursa komoditas London, harga minyak mentah Brent North Sea juga turun, karena tidak adanya sinyal pengetatan pasokan minyak dunia dan suramnya proyeksi ekonomi global memicu aksi jual.
Data American Petroleum Institute memperlihatkan, peningkatan cadangan minyak AS sebesar 4,6 juta barel menjadi 485,2 juta hingga 15 Januari lalu, meningkat jauh melebihi ekspektasi peningkatan para analis sebesar 2,8 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari turun US$1,91 menjadi US$26,66 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 88 sen menjadi US$27,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhhir dengan mencatatkan kenaikan harga, didukung pelemahan di bursa saham global dan kejatuhan harga minyak dunia.
Kenaikan harga emas juga ditopang oleh rilis indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja AS, yang menunjukkan penurun 0,1 persen untuk periode Desember, meskipun inflasi inti naik 0,1 persen.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$17,1 (1,57%) menjadi US$1.106,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$1.109,20 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, pagi tadi mencatatkan penurunan tajam hingga mencapai 6,7 persen, tertendah sejak Mei 2003.
Di bursa komoditas London, harga minyak mentah Brent North Sea juga turun, karena tidak adanya sinyal pengetatan pasokan minyak dunia dan suramnya proyeksi ekonomi global memicu aksi jual.
Data American Petroleum Institute memperlihatkan, peningkatan cadangan minyak AS sebesar 4,6 juta barel menjadi 485,2 juta hingga 15 Januari lalu, meningkat jauh melebihi ekspektasi peningkatan para analis sebesar 2,8 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari turun US$1,91 menjadi US$26,66 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 88 sen menjadi US$27,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhhir dengan mencatatkan kenaikan harga, didukung pelemahan di bursa saham global dan kejatuhan harga minyak dunia.
Kenaikan harga emas juga ditopang oleh rilis indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja AS, yang menunjukkan penurun 0,1 persen untuk periode Desember, meskipun inflasi inti naik 0,1 persen.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$17,1 (1,57%) menjadi US$1.106,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$1.109,20 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Pelemahan_Global_Berbalik_di_Asia__IHSG_Mixed_Cenderung_melemah&level2=newsandopinion&id=4079866&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-1-daylife.jpg#.VqBKD9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar