Ipotnews – Jelang akhir pekan, bursa saham Asia pagi ini (22/1) dibuka bersemangat, merangsek ke zona hijau didorong sentimen positif yang berhembus dari bursa saham Eropa dan AS berkat suntikan sinyal stimulus ECB dan lonjakan harga minyak dunia.
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melambung 3,36 persen, sedikit terkoreksi menjadi 3,13% (501,05 poin) di level 16.518,31 pada pukul 08.15 WIB. Harga saham emiten eksportir berlompatan, didukung oleh pelemahan yen terhadap dolar.
Harga saham Sharp meroket 11,71%, setelah muncul laporan kesediaan kreditur utama perusahaan itu untuk menerima bantuan dari lembaga keuangan pemerintah Jepang.
Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia melaju 1,14% (55,30 poin) ke level 4.919,30, melanjutkan penguatan setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,90%. Laju indeks ditopang oleh kenaikan harga saham emiten energi dan pertambangan. Indeks Kospi, Korea Selatan, melesat 1,69% menjadi 1.871,56.
Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 1,02% ke level 2.909,86, Indeks Hang Seng, Hongkong melesat 2,47% ke posisi 18.999,48
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan melaju mengikuti tren kenaikan di bursa saham global, setelah tergelincir ke zona merah pada akhir sesi perdagangan kemarin.
Analis memperkirakan, aksi beli akan mewarnai pergerakan indeks hari ini, membelokkan arah pergerakan IHSG, menuju zona hijau.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan bursa saham global dan asia di awal perdagangan, di tengah pelemahan tipis IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, berpotensi membuat indeks saham gabungan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.375 dan resistance 4.450. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: EXCL [EXCL 3,620
-60 (-1,6%)](Spec Buy), KLBF [KLBF 1,340
10 (+0,8%)](BoW) CPIN [CPIN 3,220
100 (+3,2%)](SoS) dan JPFA[JPFA 640
25 (+4,1%)](SoS)
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berkahir di teritori positif, setelah menjalani sesi yang fluktuatif, ditopang rilis kinerja keuangan sejumlah emiten.
Lompatan harga minyak mentah hingga lebih dari 4 persen, melambungkan harga saham-saham terkait minyak dan menumbuhkan sentimen positif investor.
Laju indeks saham acuan Wall Street juga didorong oleh reli di bursa saham Eropa setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengindikasikan suntikan stimulus baru pada Maret nanti.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,74% (115.94 poin) menjadi to 15,882.68.
S&P 500 tumbuh 0,52% (9.66 poin) ke level 1,868.99.
Nasdaq Composite naik tipis 0,01% (0.37 poin) di posisi 4,472.06.
S&P 500 tumbuh 0,52% (9.66 poin) ke level 1,868.99.
Nasdaq Composite naik tipis 0,01% (0.37 poin) di posisi 4,472.06.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,94% menjadi US$20,31.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan mengakhiri tekanan penurunan indeks saham acuan di bursa saham global, sepanjang hari kemarin.
Indeks saham acuan utama Eropa mengalami reli yang dimotori oleh kenaikan harga minyak dan didukung pernyataan ECB yang memastikan “tidak ada batas” pemberian stimulus untuk mendongkrak perekonomian zona euro, dan siap meluncurkan stimulus moneter pada Maret nanti. Semua sektor masuk ke zona hijau.
FTSE 100 London melesat 1,77% (100,21 poin) ke level 5.773,79.
DAX 30 Frankfurt melompat 1,94% (182,52 poin) ke posisi 9.574,16.
CAC 40 Paris melambung 1,97% (162,80 poin) menjadi 4.206,40.
DAX 30 Frankfurt melompat 1,94% (182,52 poin) ke posisi 9.574,16.
CAC 40 Paris melambung 1,97% (162,80 poin) menjadi 4.206,40.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, tadi malam berakhir dengan mencatatkan penurunan Indeks Dolar.
Kurs dolar terhadap euro uang sempat menguat pada awal sesi – setelah ECB memberikan sinyal suntikan stimulus moneter pada Maret mendatang – berakhir melemah, terpengaruh rilis data ketenagakerjaan AS yang kurang menggembirakan.
Investor juga kecewa terhadap ECB yang pada Desember lalu memberikan sinyal stimulus, namun tidak terealisasi pada bulan ini, sehingga kembali menekan euro.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara mitra dagang AS turun 0,05 persen menjadi 99,025. Dolar melemah terhadap euro dan poundsterling, namun menguat terhadap yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York, dan Brent North Sea di bursa London hingga pagi tadi mencatatkan lompatan hingga 4,9 persen, menjauhi rekor terendah selama 12 tahun.
Analis mengatakan koreksi teknikal harga minyak menumbuhkan kembali kepercayaan investor, yang didukung oleh laporan persediaan minyak pekan lalu oleh Departemen Energi AS menunjukkan kenaikan sebanyak 4,0 juta barel, lebih rendah dari kekhawatiran para trader.
Namun analis memperingatkan, besar kemungkinan bahwa harga minyak masih belum menyentuh harga terendahnya, dengan memperhatikan pasokan yang masih melimpah dan potensi Iran untuk menambah pasokan minyak global.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret membubung 4,16% menjadi US$29,53 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret terbang 4,9% menjadi $29.25 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret terbang 4,9% menjadi $29.25 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir di zona merah, terpengaruh oleh pembalikan arah di bursa saham Eropa dan AS.
Laju penurunan harga emas tertahan oleh rilis laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal pengangguran hingga pekan naik 10.000 menjadi 293.000, jauh lebih tinggi dari perkiraan analis. Pelemahan indeks dolar ikut meredam tekanan terhadap harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari, turun US$8,0 (0,72%) menjadi US$1.099,2 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$1.099,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$1.099,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar