Ipotnews - Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) keluar dari zona negatif pada penutupan
perdagangan hari Senin (28/12). IHSG naik 0,77 persen (34,70 poin) ke
level 4.557,35 poin.
Indeks LQ45 naik 0,95% ke posisi 785,47
poin. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,68% ke posisi 597,27 poin.
Indeks IDX30 naik 1,28 ke level 412,62 poin. Indeks Sri Kehati naik
1,08% ke posisi 263,56 poin. Indeks SMInfra 18 naik 0,53% ke level
317,82 poin.
Pemodal asing melakukan beli bersih (net buy) Rp420
miliar. Nilai transaksi Rp5,562 triliun dan volume perdagangan sebanyak
8,545 miliar saham.
Sektor
Consumer 0,34%,
Agri 2,67%,
Manufaktur 0,2%,
Misc-ind 0,29%,
Mining 0,86%,
Infrastruktur 0,11%,
Trade 0,86%,
Finance 1,7%,
Properti 1,63%,
Basic-ind -0,46%.
Dari
10 sektor hanya industri dasar yang bergerak negatif sendirian. Sektor
agri menguat paling signifikan dengan topangan beberapa saham di
antaranya AALI naik 3,39 persen. BISI 0,38 persen. JAWA 13,33
persen. Â
Sektor finance dan properti bergerak positif
signifikan mengekor sektor agri. Beberapa saham properti yang menguat di
antaranya BSDE 3,4 persen. ACST naik 0,19 persen. ADHI 1,18 persen.
APLN 0,30 persne. ASRI 1,76 persen. CTRA 4,32 persen. CTRP 7,88 persen.
JRPT 4,29 persen dan LPCK 1,07 persen.
Sementara saham-saham
finance yang bergerak menguat adalah BCA menguat 1,14 persen. BBKP 0,74
persen. BNI 2,46 persen. BRI 2,70 persen. BTN 0,77 persen. BCAP 1,92
persen. BDMN 0,16 persen. BJBR 3,40 persen. BJTM 1,38 persen. BMRI 1,41
persen. BNII 0,58 persen. BNLI 0,57 persen.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah 0,34% ke level Rp13.652 per dolar AS.
Asia:
Mayoritas
indeks pasar saham Asia bergerak variatif pada penutupan perdagangan
hari Senin (28/12) di hari pertama perdagangan pekan terakhir tahun
2015. Analis AMP Capital, Shane Oliver menilai perdagangan pekan lalu
yang secara tradisional mencatat Santa Claus Rally dilanda aksi ambil
untung seiring valuasi yang sudah naik, sentimen moneter yang tetap
mudah.
Di sisi lain Oliver mengingatkan kebijakan the Fed dan
penguatan nilai tukar dolar AS kemungkinan membebani harga komoditi dan
mengantarkan volatilitas di negara-negara emerging markit meningkat.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat 0,56% (104,29 poin) ke 18.873,35 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -0,99% (218,51 poin) ke level 21.919,62 poin.
Indeks Shanghai (China) melemah -2,59% (94,13 poin) ke posisi 3.533,78 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) drop -0,16% (4,61 poin) ke level 2.873,01 poin.
Eropa:
Pasar
saham Eropa turun tipis pada perdagangan awal sesi pagi, hari Senin
(28/12) pagi waktu setempat. Volume perdagangan di bursa Eropa
diperkirakan tipis jelang libur tahun baru.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,22% ke level 6.254,64 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) flat ke posisi 10.728,13 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) drop -0,47% ke level 4.641,18 poin.
Oil:
Harga
minyak jatuh di Asia pada perdagangan hari Senin (28/11), tumbang
setelah menguat signifikan pada pekan lalu. Tekanan terhadap harga
minyak masih berkutat pada sentimen kekhawatiran pada banjir pasokan
menjelang laporan data stok minyak di AS. Minyak jenis WTI down 34 sen
ke level 37,76 USD per barel. Sedangkan minyak jenis Brent turun 12 sen
ke posisi 37,77 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Regional_Mixed__IHSG_Bertahan_Hijau_Sampai_Akhir_Sesi&level2=newsandopinion&id=4038094&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-OKbig.jpg#.VoEPrkDcp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar