About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 28 Desember 2015

Market Summary: Regional Mixed, IHSG Bertahan Hijau Sampai Akhir Sesi

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) keluar dari zona negatif pada penutupan perdagangan hari Senin (28/12). IHSG naik 0,77 persen (34,70 poin) ke level 4.557,35 poin.

Indeks LQ45 naik 0,95% ke posisi 785,47 poin. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,68% ke posisi 597,27 poin. Indeks IDX30 naik 1,28 ke level 412,62 poin. Indeks Sri Kehati naik 1,08% ke posisi 263,56 poin. Indeks SMInfra 18 naik 0,53% ke level 317,82 poin.

Pemodal asing melakukan beli bersih (net buy) Rp420 miliar. Nilai transaksi Rp5,562 triliun dan volume perdagangan sebanyak 8,545 miliar saham.

Sektor
Consumer 0,34%,
Agri 2,67%,
Manufaktur 0,2%,
Misc-ind 0,29%,
Mining 0,86%,
Infrastruktur 0,11%,
Trade 0,86%,
Finance 1,7%,
Properti 1,63%,
Basic-ind -0,46%.

Dari 10 sektor hanya industri dasar yang bergerak negatif sendirian. Sektor agri menguat paling signifikan dengan topangan beberapa saham di antaranya AALI naik 3,39 persen. BISI 0,38 persen. JAWA 13,33 persen.  

Sektor finance dan properti bergerak positif signifikan mengekor sektor agri. Beberapa saham properti yang menguat di antaranya BSDE 3,4 persen. ACST naik 0,19 persen. ADHI 1,18 persen. APLN 0,30 persne. ASRI 1,76 persen. CTRA 4,32 persen. CTRP 7,88 persen. JRPT 4,29 persen dan LPCK 1,07 persen.

Sementara saham-saham finance yang bergerak menguat adalah BCA menguat 1,14 persen. BBKP 0,74 persen. BNI 2,46 persen. BRI 2,70 persen. BTN 0,77 persen. BCAP 1,92 persen. BDMN 0,16 persen. BJBR 3,40 persen. BJTM 1,38 persen. BMRI 1,41 persen. BNII 0,58 persen. BNLI 0,57 persen.

Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah 0,34% ke level Rp13.652 per dolar AS.

Asia:
Mayoritas indeks pasar saham Asia bergerak variatif pada penutupan perdagangan hari Senin (28/12) di hari pertama perdagangan pekan terakhir tahun 2015. Analis AMP Capital, Shane Oliver menilai perdagangan pekan lalu yang secara tradisional mencatat Santa Claus Rally dilanda aksi ambil untung seiring valuasi yang sudah naik, sentimen moneter yang tetap mudah.

Di sisi lain Oliver mengingatkan kebijakan the Fed dan penguatan nilai tukar dolar AS kemungkinan membebani harga komoditi dan mengantarkan volatilitas di negara-negara emerging markit meningkat.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat 0,56% (104,29 poin) ke 18.873,35 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -0,99% (218,51 poin) ke level 21.919,62 poin.
Indeks Shanghai (China) melemah -2,59% (94,13 poin) ke posisi 3.533,78 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) drop -0,16% (4,61 poin) ke level 2.873,01 poin.

Eropa:
Pasar saham Eropa turun tipis pada perdagangan awal sesi pagi, hari Senin (28/12) pagi waktu setempat. Volume perdagangan di bursa Eropa diperkirakan tipis jelang libur tahun baru.

Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,22% ke level 6.254,64 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) flat ke posisi 10.728,13 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) drop -0,47% ke level 4.641,18 poin.

Oil:
Harga minyak jatuh di Asia pada perdagangan hari Senin (28/11), tumbang setelah menguat signifikan pada pekan lalu. Tekanan terhadap harga minyak masih berkutat pada sentimen kekhawatiran pada banjir pasokan menjelang laporan data stok minyak di AS. Minyak jenis WTI down 34 sen ke level 37,76 USD per barel. Sedangkan minyak jenis Brent turun 12 sen ke posisi 37,77 dolar AS per barel.

(afp/cnbc/awsj)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Regional_Mixed__IHSG_Bertahan_Hijau_Sampai_Akhir_Sesi&level2=newsandopinion&id=4038094&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-OKbig.jpg#.VoEPrkDcp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news