Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,03% pada sesi awal perdagangan setelah sempat melemah pada saat pembukaan. Penguatan indeks berlanjut, naik 0,18% (10,20 poin) ke level 5.739,80 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,53% (-103,79 poin) ke posisi 19,365,38, setelah dibuka melorot 0,56% diwarnai penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka anjlok 0,47% dan berlanjut melemah 0,33% menjadi 2.071,83.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,20% ke level 23.600,49 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka dengan mencatatkan penurunan tipis 0,03% di posisi 3.217,33.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan pelemahan di bursa Asia, setelah terbenam di zona merah pada akhir pekan lalu. Sejumlah analis memprakirakan, pergerakan IHSG hari ini masih memiliki kecenderungan menguat secara terbatas, didorong pembeliian saham-saham bluechips. Namun secara teknikal indeks masih berada di rentang konsolidasi dengan kecenderungan bearish menuju area oversold.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Rilis laporan keuangan emiten yang masih berlanjut diperkirakan akan mempengaruhi laju market. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.370 sedangkan resist pada level 5.410.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KLBF [KLBF 1,485
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup menguat melanjutkan kenaikan indeks selama enam pekan berturut-turut. Indeks ditutup cenderung mendatar pada akhir pekan lalu, usai pidato pimpinan The Fed Janet Yellen di depan pebisnis Chicago yang mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga acuan pada pertengahan bulan ini, jika data tenaga kerja dan data ekonomi AS lainnya menguat. Yellen juga menyatakan, kenaikan suku bunga The Fed cenderung lebih cepat tahun ini karena banyak kejutan positif dalam perekonomain AS. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,9%, 0,7%, dan 0,4%.
Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,01% (2,74 poin) menjadi 21.005,71.
S&P 500 menguat 0,05% (1,2 poin) di posisi 2.383,12.
Nasdaq Composite naik 0,16% (9,53 poin) ke level 5.870,75.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,78% menjadi US$24,66.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup bervariasi, diwarnai aksi ambil untung sejumlah investor dengan mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga AS pada rapat The Fed 14-15 Maret nanti. Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,1 persen dengan mencatatkan sebagian besar sektor di teritori negatif. Namun sektor perbankan melambung 4 persen sepanjang pekan lalu, ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Rilis data PMI komposit zona euro periode Februari mencapi 56,0, naik dari 54,4 pada Januari. Tapi rilis data penjualan menunjukkan penurunan sebesar 0,1 persen selama Februari.
FTSE 100 London melemah 0,11% (-8,09 poin) di posisi 7.374,26.
DAX 30 Frankfurt turun 0,27% (-32,21 poin) menjadi 12.027,36.
CAC 40 Paris melaju 0,63% (31,33 poin) ke level 4.995,13.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup melemah, terpengaruh terbaru pimpinan Teh Fed tentang kenaikan suku bunga berikutnya. Pasar sudah memperhituungkan kenaikan tersebut berdasarkan peryataan hawkish sejumlah The Fed sebelumnya. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, sempat naik pada sesi pagi, tapi kemudian turun 0,65 persen ke level 101,540 pada akhir sesi perdagangan. Euro melaju 0,58% setelah hasil polling di Perancis mengindikasikan meredupnya popularitas kandidat presiden Marine Le Pen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0622 |
0.0115 |
+1.09% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2291 |
0.0024 |
+0.20% |
|
Yen (USD-JPY) |
114.04 |
-0.37 |
-0.32% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.904 |
0.0141 |
+0.20% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
3,382.50 |
25.50 |
+0.19% |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat, didukung pelemahan dolar AS yang mendorong aksi beli para pemilii modal. Namun pasar tetap berhati-hati setelah muncul kabar bahwa produksi minyak Rusia menggambarkan ketidakpatuhan pada kesepakatan pemangkasan produksi. Produksi minyak Rusia periode Februari tidak berubah jika dibandingkan dengan periode Januari sebanyak 11,11 juta barel per hari. Di pihak lain, data Resmi pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak naik ke rekor tertinggi dalam 8 pekan berturut, sebanyak 520 juta barel. Harga minyak nyaris stagnan setelah pidato pimpinan The Fed.
Harga minyak WTI naik 79 sen menjadi 55,87 dolar AS per barel.
Harga minyak Brent naik 72 sen menjadi53,33 dolar AS per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melorot, terpukul oleh pernyataan pimpinan The Fed yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada Maret. Harga emas juga terpukul oleh laporan klaim pengangguran mingguan AS yang menunjukkan klaim pengangguran awal turun 19.000 ke level 223.000 hingga 25 Februari lalu, jauh dari ekspektasi para analis.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$6,40 menjadi US$1.226,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,82% menjadi US$ 1.224,65 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar