About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 23 Februari 2017

Market Brief: Asia Dibuka Turun, IHSG Masih Berpotensi Menguat Terbatas

Ipotnews – Jelang akhir pekan, Jumat (24/2), bursa saham Asia dibuka melorot, gagal melanjutkan tren penguatan di bursa Wall Street, di tengah kenaikan harga minyak dunia yang diiringi kejatuhan harga komoditas.

Perdagangan saham hari dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,50% pada sesi awal perdagangan, yang diwarnai dengan kejatuhan harga saham sektor pertambangan logam hingga 1,64%.  Penurunan indeks berlanjut sebesar 0,50% (-28,96 poin) ke level 5.755,70 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,22% (-41,72 poin) menjadi 19.329,74 , setelah dibuka anjlok 0,76%, tertakan kejatuhan harga saham-saham eksportir seiringi menguatnya yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka turun 0,10% dan berlanjut merosot 0,42% ke posisi 2.098,78.

Melanjutkan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun tipis 0,09% di posisi 24 .093,82 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,14% di level 3.246,86.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tekanan penurunan indeks du bursa saham regional, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan dan berakhir di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung arus masuk modal, melanjutkan pola uptrend jangka panjang. Secara teknikal, pergerakan indeks mulai meninggalkan area oversold dengan momentum cenderung terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dan pelaku pasar yang masih mencermati rilis data laporan keuangan diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.350 sedangkan resist pada level 5.395.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI [ADHI 2,210 50 (+2,3%)] (Spec Buy, TP: Rp2.270, Support: Rp2.150), HMSP [HMSP 3,890 40 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp3.930, Support: Rp3.850), SILO [SILO 13,500 500 (+3,8%)] (Spec Buy, TP: Rp14.000, Support: Rp13.000), PGAS [PGAS 2,840 150 (+5,6%)] (Spec Buy, TP: Rp2.940, Support: Rp2.720).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi malam berakhir cenderung menguat didukung oleh kenaikan harga saham energi dan pernyataan  Presiden AS Donald Trump di depan sejumlah pemiimpiin bisnis perusahaan besar untuk membawa kembali jutaan pekerjaan ke AS. Dow Jones kembali menyentuh rekor tertinggi untuk sesi kesepuluh berturut-turut, reli terpanjang sejak 1987. Investor mengharapkan Trump untuk segera mengungkapan rincian kebijakan ekonominya, dan analis menilai perekonomian AS sudah mulai tumbuh tanpa janji-janji reformasi Trump. Rilis Citi Economic Surprise Indeks menunjukkan peningkatan mendekati level tertinggi sejak 2014. Data klaim penangguran mendekati level terendah sejak lebih dari 40 tahun.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,17% (34,72 poin) di posisi 20.810,32.
Standard & Poor’s 500 naik tipis 0,04% (0,99 poin) menjadi 2.363,81.
Nasdaq Composite melorot 0,43% (-25,12 poin) ke level 5.835,51.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,57% menjadi US$24,76.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, terbebani penurunan harga saham sektor perbankan dan pertambangan, di tengah rilis kinerja sejumlah emiten yang bervariasi dan kenaikan harga minyak. Indeks European Stoxx 600 turun 0,14%. Pergeseran situasi politik di Perancis jelang pemilu, membantu menahan kejatuhan indeks saham di bursa Paris.

FTSE 100 London melorot 0,42% (-30,88 poin) ke level 7.271,37.
DAX 30 Frankfurt anjlok 0,42% (-50,76 poin) ke posisi 11.947,83.
CAC 40 Paris melemah 0,09% (-4,59 poin) menjadi 4.891.29.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah di tengah meningkatnya keraguan akan penerapan kebijakan ekonomi Trump karena rendahnya kemajuan reformasi pajak dan belanja publlik yang dijanjikan Trump. Sejumlah analis mengatakan hanya sedikit kemajuan reformasi perpajakan dan belanja publik yag dijanjikan Trump. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,22 persen menjadi 101,00.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0582

0.0000

0.00%

5:43 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2555

-0.0001

-0.01%

5:43 PM

Yen (USD-JPY)

112.68

0.07

+0.06%

5:43 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8661

-0.0117

-0.17%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,350.50

-17.50

-0.13%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com,23/2 /2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat setelah rilis data cadangan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan. Laporan Badan Informasi Energi AS menunjukkan stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu naik 0,6 juta barel menjadi 518,7 juta barel, bertambah 8,9 persen dibanding setahun lalu, namun masih lebih kecil dari perkiraan sebagian besar analis. Persediaan minyak mentah di pelabuhan pengiriman Cushing, Oklahoma turun lebih dari 1,5 juta barel, terbesar sejak Oktober. Impor minyak juga turun dibanding pekan sebelumnya, namun secara rata-rata masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan April naik 86 sen (1,6%) menjadi US$54,45 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April naik 71 sen (1,3%) menjadi US$56,55 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir dengan membukukan harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir, menyambut rilis risalah rapat The Fed akhri Januari lalu. Investor menilai, meski para pejabat The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih cepat, namun dengan optimisme yang tidak sebesar dugaan sebeluumnya.  Penurunan indeks dolar ikut mendonngkrak harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Maret naik US$18,1 (1,47%) menjadi US$1.251,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,99% menjadi US$1.249,56 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news