About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 24 Januari 2017

Market Brief: Global Menghijau, Dukung Potensi Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (25/1) dibuka menghijau, melanjutkan tren penguatan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa, ditopang rilis data ekspor Jepang dan PDB Korea Selatan yang lebih baik dari ekspektasi.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,27 persen, didukung kenaikan harga saham sektor pertambangan dasar dan energi. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,22% (12,20 poin) di posisi 5.662,30 pada pukul 8.10 WIB.

PAda jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,51% (283,36 poin) ke level 19.071,35, setelah dibuka melompat 1,68% pada awal perdagangan menyambut rilis data ekspor Desember yang naik 5,4% (yoy), jauh di atas ekspektasi kenaikan 1,2%. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,3% setelah rilis kenaikan data PDB kuartal ke-4 sebesar 0,4% dibanding kuartal sebelumnya, atau 2,3% (yoy), dan berlanjut naik 0,17% menjadi 2.069,17.

Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,51% ke level 23.066,40 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,15% di posisi 3.137,65.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional yang ditopang oleh penguatan harga komoditas global, setelah kemarin berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup di teritori positif.  Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas kendati belum beranjak dari rentang konsolidasi. Secara teknikal indeks dinilai masih cenderung flat, minim sinyal penguatan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif indeks pada hari ini. Masih berlanjutnya musim laporan keuangan juga ikut menambah katalis positif. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.260 sedangkan resist pada level 5.320.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:SCMA [SCMA 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp2.730, Support: Rp2.610), AKRA [AKRA 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp6.875-6.925, Support: Rp6.775), BJTM [BJTM 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp640, Support: Rp610), HMSP [HMSP 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp4.000, Support: Rp3.900).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat dengan mencatatkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di rekor tertinggi, dipimpin penguatan harga saham di sektor keuangan, pertambangan, otomotif dan teknologi. Penguatan indeks dipicu oleh rilis laporan kinerja kuartal ke-3 2016 sejumlah emiten, dan optimisme investor terhadap kejelasan kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump. Berdasarkan data Thomson Reuters I/B/E/S, laba emiten pada indeks S&P 500 diperkirakan meningkat 6,7% pada kuartal terakhir tahun 2016, terkuat dalam dua tahun terakhir. Rilis indeks PMI manufaktur AS versi IHS Markit periode Januari menunjukkan kenaikan menjadi 55,1 dari 54,1 pada Desember lalu, didorong kenaikan pesanan baru. Namun data penjualan rumah periode Desember turun 2,8 persen.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,57% (112,86 poin) ke level 19.912,71.
Standard & Poor’s 500 melompat 0,66% (14,87 poin) menjadi 2.280,07.
Nasdaq Composite melesat 0,86% (48,01 poin) di posisi 5.600,96.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,03% menjadi US$24,49.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, didorong oleh reli harga saham sektor komoditas pertambangan yang mencapai rekor tertinggi sejak pertengahan 2014. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,25% ke level 361,92, ditopang oleh rilis sejumlah data ekonomi dan laporan kinerja sejumlah emiten. Namun indeks FTSE 100 Inggris ditutup sedikit melemah, terpengaruh kurs poundsterling yang cenderung bergeming pasca pernyataan kebijakan proteksionistik AS.

FTSE 100 London turun tipis 0,01% (-0,84 poin) di posisi 7.150,34.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,43% (49,19 poin) ke level 11.594,94.
CAC 40 Paris menguat 0,18% (8,62 poin) menjadi 4.830,03..

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat, terpengaruh pernyataan kebijakan perdagangan Presiden AS, dan rilis sejumlah data ekonomi AS yang positif. Rilis data penjualan rumah AS menunjukkan bahwa tahun 2016 merupakan tahun terbaik dalam satu dekade, meskipun penjualan pada Desember dturun 2,8 persen  menjadi 5,49 juta unit. Rilis Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS versi Markit Flash menunjukkan kenaikan pada Januari menjadi 55,1 dari 54,3 di Desember. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,09 persen menjadi 100,250.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0731

0.0000

0.00%

5:37 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2521

0.0001

+0.01%

5:37 PM

Yen (USD-JPY)

113.86

0.07

+0.06%

5:37 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8590

0.0053

+0.08%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,322.00

-47.00

-0.35%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/1/2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga dini hari tadi bergerak menguat, didukung indikasi kepatuhan produsen OPEC dan non-OPEC terhadap kesepakatan pemangkasan output. Irak dikabarkan telah memangkas pasokan sekitar 180.000 barel per hari dan akan memotong lebih 30.000 per hari pada akhir bulan ini. Pekan lalu, Menteri Energi Arab Saudi mengatakan bahwa 1,5 juta barel per hari sudah dikeluarkan dari pasar pada bulan ini. Rilis outlook pasar komoditas Bank Dunia mengindikasikan stabilitas pasokan minyak dunia, dan mempertahankan proyeksi harga minyak mentah untuk tahun ini pada level US$55 per barel, naik 29 persen dari 2016. Kenaikan produksi minyak AS dinilai tidak akan terlalu mempengaruhi harga minyak sepanjang tahun ini.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret, naik 43 sen  menjadi US$53,18 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, naik 17 sen menjadi US$55,40 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir melemah tertekan penguatan dolar pasca pernyataan kebijakan perdagangan Presiden AS yang proteksionistik, dan rilis data ekonomi AS yang positif. Tekanan harga emas sedikit tertahan oleh rilis data penjualan rumah AS periode Desember yang turun 2,8 persen, dengan dengan tingkat persediaan rumah yang mencapai level terendah dalam 17 tahun terakhir, dan penurunan rata-rata harga rumah sebesar 0,9 persen.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$4,8 (-0,39%) menjadi US$1.210,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1.208,80 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news