Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 0,96 persen, tertekan penurunan harga saham hampir di semua sektor, kecuali emas. Tren kejatuhan indeks berlanjut, rontok 1,19% (-70,29 poin) di level 5.643,70 pada pukul 8:30 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,80% (-155,59 poin) ke level 19.311,81, setelah dibuka tergelincir 0,49% tertekan penguatan yen. Kejatuhan indeks juga terpengaruh oleh rilis data penjualan ritel periode Desember yang naik 0,6% (yoy), namun jauh di bawah ekspektasi sebesar 1,3%. Harga saham Toshiba terjungkal setelah tersiar kabar tentang gugatan sejumlah bank akibat dugaan skandal akuntansi di perusahaan tersebut.
Bursa saham China, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura hari ini libur, merayakan Tahun Baru Imlek.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham Asia, setelah gagal bertahan di zona hijau dan tersungkur di teritori negatif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berusaha membentuk pola uptrend jangka pendek dengan memanfaatkan fundemantal ekonomi RI yang stabil jelang rilis sejumlah indikator ekonomi BPS. Namun secara teknikal, pergerakan indeks sudah memasuki area overbought sehingga berpotensi mengalami tekanan jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal, serta kembali menguatnya nilai tukar rupiah diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.290 sedangkan resist pada level 5.335.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BEST [BEST 336
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi cenderung melemah setelah rilis data PDB AS yang lebih rendah dari estimasi. Meskipun demikian bursa Wall Street masih mencatatkan kenaikan satu persen sepanjang pekan lalu. PDB AS periode Desember menguat 1,9% (yoy) namun turun tajam dibanding ketiga 2016 sebesar 3,5%. Pesanan barangtahan lama turun 0,4%, kendati indeks sentimen konsumer periode Januari mencapai 98,5 poin di atas estimasi sebesar 98,1 poin. Harga saham sektor energi berguguran tertekan penurunan harga minyak di pasar global.
Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04% (-7,13 poin) di posisi 20.093,78.
S&P 500 melemah 0,09% (-1,99 poin) menjadi 2.294,69.
Nasdaq Composite menguat 0,10% (5,61 poin) ke level 5660,78.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,12% menjadi US$24,43.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup bervariasi cenderung melemah , tertekan oleh rilis kinerja saham perusahaan pembiayaan dan otomotif yang mengecewakan. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,3%, mengakhiri reli selama tiga hari sebelumnya. Penurunan harga saham perusahaan pembiayaan dipimpin oleh UBS yang anjlok 4,5 persen. Harga saham sektor otomotif rontok terpukul penguatan euro dan ancaman Presiden AS untuk menaikkan tarif impor sehingga menganggu prospek pendapatan eksportir. Sebaliknya saham sektor ritel justru melaju kencang, dipimpin lompatan harga saham Booker Group Plc hingga 16%, setelah Tesco Plc setuju untuk membeli saham perusahaan tersebut. Tesco menguat 9,3%.
FTSE 100 London naik 0,32% (23,00 poin) menjadi 7.184,49.
DAX 30 Frankfurtmelemah 0,29% (34,36 poin) di posisi 11.814,27.
CAC 40 Paris melorot 0,56% (27,26 poin) ke level 4.839,98.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhhir pekan lalu ditutup menguat, investor mengapresiasi rilis data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal keempat 2016 yang naik 1,9% (yoy), kendati gagal memenuhi konsensus pasar. Secara keseluruham PDB AS sepanjang 2016 naik 1,6%, terendah sejak 2011. Pasar masih percaya Presiden AS akan memenuhi janji-janji kampanyenya untuk mendongkrak ekonomi AS dengan menaikkan tarif impor dan belanja infrastruktur, sertaa memangkas pajak.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,15 persen menjadi 100,53.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0699 |
0.0017 |
+0.16% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2555 |
-0.0042 |
-0.33% |
|
Yen (USD-JPY) |
115.10 |
0.57 |
+0.50% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.884 |
0.0004 |
+0.01% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,359.50 |
27.50 |
+0.21% |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan rilis data eksplorasi minyak AS yang meningkat, meredupkan sentimen positif pemangkasan produksi minyak OPEC. Namun secara keseluruhan harga minyak WTI masih mencatatkan kenaikan 1,4% sepanjang pekan lalu. Survei Baker Hughes menunjukkan aktivitas eksplorasi minyak di AS meningkat, jumlah operasional rig bertambah 15 rig sepanjang pekan menjadi 566 rig, terbesar sejak November 2015. Data International Energy Agency menyebutkan produksi minyak AS naik 320.000 barel per hari sepanjang 2017, menjadi rata-rata 12,8 juta bph.
Harga minyak WTI turun 61 sen (-1,1%) ke level US$53,17 per barel.
Harga minyak Brent turun 75 sen (-1,3%) ke level US$55,49 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah tertekan penguatan dolar AS. Tekanan terhadap harga emas sedikit tertahan oleh rilis data PDB AS kuartal IV yang menguat 1,9%, namun lebih rendah dari ekspekatasi sebesar 2,2 persen, dan penurunan pesanan barang tahan lama. Investor mecairkan dana investasi emasnya jelang pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang dijadwalkan berakhir Rabu pekan ini.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$1,4 (-0,12%) menjadi US$1.188,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,13% menjadi US$1.190,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar