About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 16 Januari 2017

Market Brief: Global Melemah, IHSG Dekati Jenuh Jual Meski Tekanan Berlanjut

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (17/1) dibuka cenderung melemah, melanjutkan penurunan indeks di bursa Eropa, terpengaruh oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya hard Brexit, jelang pidato Perdana Menteri Inggris, Theresa Mae hari ini.

Perdagangan saham hari Ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,74 persen pada sesi awal perdagangan. Sektor perbankan membukukan penurunan terbesar diikuti sebagian besar sektor lain. Tekanan penurunan berlanjut menjadi 0,80% (-46,04 poin) ke level 5.702,40 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang terjerembab 1,04% (-198,48 poin) di posisi 18.896,76, setelah dibuka melorot tajam 0,98% diwarnai kejatuhan harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika, tertekan penguatan yen. Tapi indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,44% dan berlanjut menguat 0,50% menjadi 2.074,42.

Melawan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% ke level 22.819,87 pada pukul 8:35 WIB. Namun Indeks Shanghai Composite, China dibuka melorot 0,53% menjadi 3.087,03.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada kecendrungan tekanan pelemahan indeks saham acuan di bursa saham Eropa dan Asia, setelah kemarin (lagi-lagi) gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau, dan melorot di akhir penutupan bursa. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bervariasi, cenderung tertekan. Namun secara teknikal, indeks mulai bergerak menjauhi area overbought mendekati jenuh jual, dan berpeluang menguat jika didukung momentum perdagangan yang positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih melemahnya harga minyak mentah dunia serta lanjutnya pelemahan indeks global diprediksi menjadi sentimen negatif pada hari ini. Di sisi lain, sentimen positif datang dari hasil data ekonomi dalam negeri diperkirakan menjadi penopang indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.245 sedangkan resist pada level 5.300.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: HMSP [HMSP 3,940 -10 (-0,3%)] (Spec Buy, TP: Rp3.980, Support: Rp3.910), UNVR [UNVR 39,625 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp39.750, Support: Rp39.475), BBTN [BBTN 1,850 -30 (-1,6%)] (SELL, Resist: Rp1.900, Support: Rp1.860), INAF [INAF 4,100 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp4.300, Support: Rp3.900).

Eropa dan AS

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir suram dengan membukukan penurunan di semua indeks saham acuan, di tengah kekhawatiran Inggris akan keluar pasar tunggal Uni Eropa menjelang pidato Perdana Menteri Inggris Theresa May. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 0,81% ke level 362,97. Indeks FTSE 100 Inggris mengakhiri reli penguatan 14 hari berturut-turut, ditutup melemah 0,2%, diiringi kejatuhan nilai tukar poundsterling. Pelemahan indeks tertahan oleh penguatan saham eksportir, Sektor tambang menjadi satu-satunya sektor pada indeks Stoxx yang menguat, sementara sektor perbankan dan asuransi memimpin penurunan. Investor juga akan fokus pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa pekan ini. Hasil survei Bloomberg menyimpulkan ECB belum akan menghentikan program pembelian obligasi hingga awal 2018.

FTSE 100, London turun 0,15% (-10,68 poin) menjadi 7.327,13.
DAX 30, Frankfurt merosot 0,64% (-74,47 di posisi 11.554,71..
CAC 40, Paris anjlok 0,82% (-40,31 poin) ke level 4.882,18.

Bursa saham Wall Street tutup merayakan Hari Martin Luther King.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia hingga pagi tadi cenderung menguat, di tengah penurunan tajam poundsterling yang tertekan oleh kekhawatiran akan terjadinya hard Brexit menjelang pidato Perdana Menteri Inggris yang akan merinci rencana Inggris untuk keluar dari pasar tunggal Uni Eropa. Bursa AS tidak melakukan aktivitas perdagangan merayakan Hari Martin Lutrher King jr. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,42% menjadi 101,60.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0599

-0.0002

-0.02%

5:37 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2025

-0.0022

-0.18%

5:37 PM

Yen (USD-JPY)

114.17

-0.03

-0.03%

5:37 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9008

0.0003

+0.00%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,362.00

24.00

+0.18%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com,16/1 /2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange dan Brent North Sea di ICE Futures Europe Exchange dini hari tadi berakhir menguat setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan OPEC mungkin tidak perlu memperpanjang pemotongan pasokan setelah Juni nanti, karena pasar telah mencapai keseimbangan. Di pihak lain, data Baker Hughes Inc. menyebutkan jumlah kilang minyak mentah di AS turun untuk pertama kalinya dalam 11 pekan terakhir.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari naik 27 sen (0,5%) ke level US$52,64 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 41 sen (0,7%) ke level US$55,86 per barel.

Harga emas bursa berjangka hingga pagi tadi bergerak menguat di tengah kekhawatiran pasar akan terjadinya hard Brexit, dan ditopang oleh melemahnya bursa saham Eropa. Laju harga emas sedikit tertahan oleh menguatnya dolar AS. Sejumlah surat kabar Inggris memberitakan, PM Inggris Theresa May mengatakan Inggris siap meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa, jika anggota lain tidak siap untuk memberikan kewenangan penuh pada Inggris terkait masalah imigrasi.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$7,2 (0,60%) menjadi US$1.203,4 per ounce.
Harga emas di pasar spot  naik 0,67% menjadi US$1.204,20 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news