Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,55 persen, tertekan kejatuhan harga saham sektor keuangan, dan energi. Tren penurunan indeks berlanjut menjadi 0,66% (-37,52 poin) ke level 5.661,90 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,70% (-131,45 poin) ke posisi 18.682,08, setelah dibuka melemah 0,22% pada awal perdagangan tertekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,08%, dan berlanjut terperosok 0,60% menjadi 2.059,45.
Berusaha membalik tren penurunan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,21% ke level 22.889,33 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,13% di posisi 3.104,77.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan di bursa global dan regional, setelah kemarin berjaya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan, namun anjlok pada kahir sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang rebound memperkuat pola uptrend jangka pendek, namun secara teknikal indeks masih akan bergerak mixed karena masih berpotensi mengalami tekanan pasca break out support level.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, Melemahnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks hari ini. Di sisi lain menguatnya harga komoditas diperkirakan menjadi katalis positif pada hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.245 sedangkan resist pada level 5.290.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,525
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi malam berakhir melemah menyambut dimulainya musim laporan kinerja emiten. Sektor finansial rontok 2,3%, terendah sejak 27 Juni. Sektor bioteknologi dan farmasi melemah setelah Trump mengatakan akan membatasi harga obat dan mengganti Obamacare. Para analis mengatakan, Wall Street terbebani oleh kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan proteksionis Presiden terpilih AS Donald Trump, yang menekan indeks dolar ke level terendah dalam sebulan terakhir dan yield obligasi turun karena investor mengurangi kepemilikan aset berisiko. Kekhawatiran akan hard Brexit, menambah tekanan pada indeks saham.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,3% (-58,96 poin) di level 19.826,77.
Standard & Poor’s 500 turun 0,3% (-6,75 poin) ke posisi 2.267,89.
Nasdaq Composite melorot 0,63% (-35,39 poin) menjadi 5.538,73.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,73% menjadi US$24,32.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah setelah pidato Perdana Menteri Inggris Theresa May tentang rencana negaranya untuk meninggalkan Uni Eropa. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,15% ke level 362,42. Indeks FTSE 100 Inggris terperosok hampir 1,5% karena kekhawatiran akan terjadinya ‘hard Brexit’, kendati pidato May menyiratkan akan mengupayakan terjadinya ‘soft Brexit’. May mengatakan, Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa tetapi menjanjikan adanya pemungutan suara parlemen pada setiap kesepakatan dan menekankan akan berusaha untuk tetap menjadi mitra utama Eropa. Harga saham perbankan menguat setelah Bank Sentrral Eropa (ECB) memprakirakan kenaikan pengucuran pinjaman bank pada kuartal pertama tahun ini.
FTSE 100 London terperosok 1,46% (-106,75 poin) di posisi 7.2220,38.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,13% (-14,71 poin) menjadi 11.540,00.
CAC 40 Paris turun 0,46% (-22,49 poin) ke level 4.859,69.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, dini hari tadi ditutup melemah, setelah investor mencermati pernyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait “Brexit”.
Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Eropa, membatasi akses warga negara Uni Eropa ke negara itu dan mengakhiri yurisdiksi di Inggris dari Pengadilan Eropa. Poundsterling melonjak lebih dari dua persen setelah pidato May.Di sisi lain, dolar AS mendapat tekanan dari komentar Donald Trump, yang mengatakan bahwa mata uang Amerika Serikat itu "terlalu kuat." Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,86 persen menjadi 100,31.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0711 |
-0.0002 |
-0.02% |
5:45 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2401 |
-0.0013 |
-0.10% |
5:45 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
112.74 |
0.12 |
+0.11% |
5:45 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8450 |
-0.0558 |
-0.81% |
10:24 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,332.50 |
-29.50 |
-0.22% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup variatif terpengaruh depresiasi dolar AS dan kekhawatiran tentang komitmen produsen global terhadap kesepakatan pemotongan output. Pelemahan greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dollar AS menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.Namun, kenaikan harga minyak dibatasi oleh kekhawatiran investor atas permasalahan kelebihan pasokan yang sudah membebani pasar selama lebih dari dua tahun
Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, naik 11 sen menjadi US$52,48 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, turun 38 sen menjadi US$55,48 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melaju lebih dari 1 persen, ditopang oleh pelemahan dolar AS dan penurunan indeks di bursa saham Wall Street yang dipicu oleh pernyataan Trump dalam wawancara dengan Washington Post. Kenaikan harga emas juga didukung oleh pernyataan PM Inggris tentang kepastian Brexit, para trader mengkhawatirkan dampak keluarnya Inggris terhadap zona euro.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$16,7 (1,4%) menjadi US$1.212,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi US$1.215,90 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar