About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 18 Januari 2017

Market Brief: Global Cenderung Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (19/1) dibuka menguat melanjutkan kecenderungan penguatan indeks di bursa saham AS dan Eropa, setelah rilis Beige Book dan pidato pimpinan Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan bahwa perekonomian AS bergerak mendekati target bank sentral.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,40%, ditopang kenaikan harga saham sektor komoditas logam dasar dan sektor keuangan. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,36% (20,25 poin) ke level 5.699,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 1,03% (193,81 poin) menjadi 19.088,18, setelah dibuka melesat 1,04% didorong kenaikan harga saham sektor eksportir di bidang otomotif dan elektronika, didukung penguatan dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju  0,85%, danberlanjut menguat 0,25% ke posisi 2.075,68, setelah pengadilan membatalkan perintah penahanan pimpinan Samsung Group dalam kaitannya dengan skandal korupsi Presiden Korsel.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0.03% di posisi 23.104,35. Tapi indeks Shanghai Composite, China turun 0,28% ke level 3.104,35.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil mempertahankan manuvernya di zona hujau dan ditutup menguat mendekati level 5.300. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan didukung rilis sejumlah laporan keuangan emiten dan rilis data keuangan oleh Bank Indonesia. Namun secara teknikal, indeks masih cenderung flat di area jenuh jual menunggu momentum kenaikan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham Wall Street serta pelemahan pada harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain, dimulainya rilis kinerja emiten dan rilis data ekonomi suku bunga Bank Indonesia hari ini diperkirakan menjadi katalis positif. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.275 sedangkan resist pada level 5.315.


Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 8,625 50 (+0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp8.775, Support: Rp8.375), PPRO [PPRO 1,300 5 (+0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp1.340, Support: Rp1.250), HRUM [HRUM 2,120 -10 (-0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp2.260, Support: Rp2.000), KLBF [KLBF 1,530 5 (+0,3%)] (Spec Buy, TP: Rp1.560, Support: Rp1.490).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir bervariasi, setelah pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen menyatakan, perekonomian AS sudah bergerak mendekati target bank sentral, mendukung kenaikan suku bunga secara bertahap. Dow Jones ditutup melemah selama dua pekan terakhir karena investor menahan diri jelang pelantikan Presiden AS, Jumat besok. Rilis indeks harga konsumen AS periode Desember menunjukkan kenaikan 0,3% dibanding bulan sebelumnya, atau naik 2,1% dibanding tahun lalu, didukung kenaikan data produksi industri sebesar 0,8%, kenaikan harga rumah dan BBM.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,11% (-22,05 poin) menjadi 19.804,72.
Standard & Poor’s 500 menguat 0,18% (4,00 poin) di posisi 2.271,89.
Nasdaq Composite naik 0,31% (16,93 poin) ke level 5.555,65.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,16% menjadi US$24,28.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan penguatan tipis, di tengah perhatian investor terhadap rilis laporan keuangan sejumlah emiten dan keraguan bahwa reli akan terus berlanjut. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,18% menjadi 363,07. Indeks FTSE 100 Inggris rebound 0,4% setelah membukukan penurunan terbesar sejak Juni 2016, kemarin, dihantam kekhawatiran akan hard Brexit.Investor kembali mengambil posisi setelah pidato PM Inggris Theresa May yang mennyirtkan bahwa Inggris tidak ingin mempertahankan aksesnya ke Uni Eropa, namun berniat menegosiasikan kesepakatan perdagangan bebas dengan 27 negara.Rilis indeks harga konsumen Jerman periode Desember naik 1,7% dibanding tahun lalu.

FTSE 100 London naik 0,38% (27,23 poin) menjadi 7.247,61.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,51% (59,39 poin) ke level 11.599,39 .
CAC 40 Paris melemah 0,13% (-6,29 poin) di posisi 4.853,40.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat, ditopang penguata sejumlah data ekonomi AS. Rilis data produksi industri Amerika untuk periode Desember, menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,8 persen setelah jatuh 0,7 persen pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, rilis Indeks Harga Konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan pada periode Desember meningkat 0,3%, atau naik 2,1% selama 12 bulan terakhir, sejalan dengan konsensus pasar. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,64 persen menjadi 100,97.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0633

0.0003

+0.03%

5:39 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2263

0.0002

+0.02%

5:39 PM

Yen (USD-JPY)

114.53

-0.12

-0.10%

5:40 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8496

0.0046

+0.07%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,346.50

14.00

+0.11%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com,18/1 /2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi meluncur turun, tertekan oleh perkiraan bahwa produsen minyak AS akan meningkatkan kapasitas produksi mereka. Badan Informasi Energi AS memperkirakan produksi shale-oil Amerika untuk periode Februasi akan pulih, dengan kenaikan produksi sebesar 40.748 barel per hari menjadi 4,748 juta bph, setelah mengalami penurunan tiga bulan. Aktivitas pengeboran meningkat seiring kenaikan harga minyak mentah yang mendekati level tertinggi 18 bulan.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, turun US$1,4 (-2,7%) menjadi US$51,08 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret turun US$1,51 (-2,7%) menjadi US$53,96 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, terpengaruh oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang mendorong kenaikan dolar AS. Ketidakpastian kebijakan ekonomi AS jelang pelantikan Presiden AS, Jumat besok, ikut menekan harga emas. Namun tekanan terhadap harga emas sedikit tertahan oleh pergerakan indeks saham di bursa Wall Street yang bervariasi. Rilis data inflasi periode Desember naik 0,3%, dan rilis data pertumbuhan sektor manufaktur periode Desember yang menguat 0,2%, di bawah ekspektasi pasar.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun 8 sen (-0,07%) menjadi US$1.212,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,45% menjadi US$1.211,00 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news