About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 11 Januari 2017

Market Brief: Global Cenderung Menguat, Rilis Kinerja Emiten Diprediksi Dukung IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (12/1) dibuka mixed di tengah kenaikan harga minyak, pasca konferensi pers Presiden AS terpilih Donald Trump yang tidak cukup menjelaskan rencana kebijakan ekonominya.

Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,45 persen yang didukung kenaikan harga saham hampir di semua sektor, menyambut kenaikan harga minyak dan komoditas logam dasar.Laju indeks melemah menjadi 0,25% (14,52 poin) di level 5.786,00 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 terpuruk 1,18% (-228,02 poin) di posisi 19.136,65, setelah dibuka melorot 0,55% di terjang penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS, yang merontokkan harga saham-saham sektor eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,18% dan berlanjut sedikit mereda menjadi 0,16% di posisi 2.078,59.

Melanjutkan tren kenaikan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,19% di posisi 22.956,44. Sedangkan Indeks Shanghai Composite, China dibuka kembali turun 0,10% menjadi 3.133,60.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa global, dan bervariasinya pergerakan indeks di bursa Asia, setelah kemarin gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau, terjerembab di teritori negatif jelang penutupan bursa. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat didukung rilis kinerja 2016 sejumlah emiten yang diprediksi membaik. Namun secara teknikal, indeks masih cenderung tertekan kendati mulai bergerak dari kondisi overbought menjadi oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta naiknya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen positif indeks pada hari ini. Pelaku pasar juga masih menanti rilis kinerja emiten. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.270 sedangkan resist pada level 5.330.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [ 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp11.900, Support: Rp11.675), JPFA [ 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.630, Support: Rp1.490), TINS [ 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.205, Support: Rp1.125), PGAS [ 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp2.850, Support: Rp2.750).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung menguat didorong oleh kenaikan harga saham sektor energi dan teknologi. Harga saham sektor kesehatan dan bioteknologi rontok diterjang pernyataan Donald Trump yang menyebut perusahaan farmasi ‘mencekik pasien’ dengan harga obat yang tinggi. Trump juga menyerang perusahaan-perusahaan yang berencana menciptakan lapangan kerja di luar negeri ketimbang di AS. Pasar juga mengkhawatirkan beberapa orang pilihan Trump untuk menjabat di kabinet. Kendati demikian pasar masih berharap pada kebijakan ekonomi Trump yang dapat mendongkrak perekonomian AS.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,50% (98,75 poin) ke level 19.954,28.
S&P 500 menguat 0,28% (6,42 poin) menjadi 2.275,32.
Nasdaq Composite naik o,21% (11,83 poin) di posisi 5.563,65.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,05% menjadi US$24.66.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat didukung kenaikan harga saham di sektor energi, seiring kenaikan harga minyak, mengimbangi penurunan harga saham di sektor kesehatan. Namun secara keseluruhan indeks Stoxx Europe 600 turun 0,23% ke level 364,90.

FTSE 100 London naik 0,21% (15,02 poin) menjadi 7.290,49.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,54% (62,87 poin) ke level 11.646,17.
CAC 40 Paris menguat tipis 0,01% (0,48 poin) di posisi 4.888,71.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh hasil konferensi pers Trump yang dinilai gagal menjelaskan rencana kebijakan dan stimulus ekonominya. Investor kecewa karena Trump hanya sedikit menjelaskan tentang waktu dan ruang lingkup rencana kebijakannya, termasuk belanja infrastruktur dan pakta perdagangan yang akan ditempuh. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, melorot 0,29 persen menjadi 101,710.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0582

0.00

0.00%

5:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2209

-0.0004

-0.03%

5:42 PM

Yen (USD-JPY)

115.46

0.05

+0.04%

5:42 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9377

0.0162

+0.23%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,319.00

11.50

+0.09%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/1/2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, dan ditutup naik hampir tiga persen, ditopang pelemahan dolar AS. Kenaikan harga minyak juga didukung pemberitaan bahwa Arab Saudi akan mengurangi pasokan minyak ke pasar Asia, sebagai bagian dari upaya OPEC dan negara-negara non-OPEC untuk memangkas produksi. Produksi minyak AS menunjukkan kenaikan, mencapai 8,95juta barel per hari  pada pekan lalu, tertinggi sejak April tahun lalu, dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 9 juta bpd pada 2017.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, naik US$1,43 (2,8%) menjadi US$52,25 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, naik US$1,39 (2,6%) menjadi US$55,03 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat ke level tertinggi dalam tujuh pekan, didukung oleh pelemahan dolar dan pernyataaan Trump yang memicu gejolak di bursa saham AS dan Eropa. Ketidakpastian seputar kelanjutan Brexit, ikut mendongkrak harga emas. Sejumlah analis mengatakan, cenderung akan melaju, jelang pemilu di Peransi, Belanda dan Jerman pada tahun ini, yang dinilai akan menciptakan tekanan politik.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik 0,46% menjadi US$1.190,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$1.191,20 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news