Reksadana adalah jenis investasi yang sedang gencar-gencarnya
ditawarkan dalam 10 tahun terakhir ini. Walaupun reksadana sudah hadir
di Indonesia sejak era 80an, popularitasnya baru terlihat di 2000-an.
Hal
itu karena pada masa lalu bank memberikan suku bunga yang terbilang
tinggi untuk deposito, sehingga lebih banyak orang yang
berbondong-bondong menaruh uang mereka di deposito.
Apalagi deposito memiliki kepastian yang jauh lebih tinggi ketimbang
reksadana yang merupakan instrumen investasi.
Namun, seiring
hantaman krisis ekonomi global yang melanda Indonesia, suku bunga
perbankan pun melorot tajam. Membuat suku bunga deposito, yang dahulu
dapat mengalahkan tingkat inflasi, kini kalah. Akibatnya deposito tidak
lagi menjadi tempat yang menarik untuk menyimpan dna membiakkan uang.
Saat itulah reksadana mulai dilirik dan booming seperti sekarang ini.
Dalam
prinsip investasi, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan.
Misalnya, setiap investasi mengandung risiko, dan semakin tinggi
keuntungan yang didapat investor semakin tinggi pula risiko yang harus
dia tanggung. Tak terkecuali reksadana.
Lalu, apa saja kelebihan reksadana?
Pengelolaan profesional. Manajer
investasi adalah pengelola reksadana, dan untuk menjadi manajer
investasi harus punya pengalaman dan reputasi baik di dunia pasar modal.
Dengan demikian manajer investasi memiliki kemampuan untuk mengambil
keputusan-keputusan positif lewat analisis ekonomi dan pasar, strategi
investasi, pemilihan portfolio investasi, yang mereka lakukan.
Mudah dilakukan. Reksadana
merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat mudah dilakukan.
Bahkan semudah Anda membuka rekening bank. Cukup datang ke bank yang
menjual reksadana, buka rekening di bank tersebut, dan mulai
berinvestasi reksadana. Akan semakin praktis bila Anda sebelumnya sudah
memiliki rekening di bank tersebut.
Investasi terjangkau. Bertentangan dengan anggapan umum bahwa berinvestasi membutuhkan uang dalam jumlah yang besar, reksadana dapat dimulai dengan jumlah uang
yang terbilang sangat kecil. Untuk memulainya ada yang sekecil Rp500
ribu untuk pembelian pertama. Sedangkan untuk pembelian selanjutnya
hanya dengan Rp100 ribu.
Tidak repot. Kalau Anda menginvestasikan uang
langsung ke pasar modal, maka Anda harus rajin mengamati pergerakan
harga saham setiap menit. Anda pun harus jeli memilih saham apa yang
ingin Anda beli atau jual atau simpan. Itu semua membutuhkan keahlian
yang tidak gampang. Reksadana, pada sisi lain, membuat Anda tidak perlu
repot dengan itu semua. Karena sudah ada manajer investasi yang
melakukan buat Anda. Tentu Anda harus tetap memantau hasil investasi
melalui Nilai Aktiva Bersih (NAB)/unit. Sehingga Anda bisa memilih dan
mengganti produk reksadan sesuai kebutuhan.
Lebih minim risiko. Besarnya
dana yang terkumpul pada reksadana membuat kemungkinan untuk melakukan
diversifikasi investasi semakin luas. Dengan demikian maka risiko yang
didapat juga tersebar lebih luas, dan otomatis tingkat risiko investasi
bakal lebih rendah. Bayangkan bila diversifikasi investasi sempit atau
sedikit, maka risiko akan terkumpul di sejumlah kecil investasi. Maka
ketika terjadi risiko, dampaknya bakal lebih masif.
Informasi transparan. Reksadana
diwajibkan memberikan informasi yang transparan pada investor, yang
dapat diakses lewat berbagai media cetak maupun online. Terdapat di
dalamnya adalah informasi jenis-jenis investasi apa saja yang
diinvestasikan. Tak ketinggalan pula informasi soal biaya-biaya yang
timbul.
Sumber: .readersdigest.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar