Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melesat 1,07% didorong kenaikan harga saham sektor pertambangan dasar dan sektor keuangan, di tengah penurunan harga minyak. Laju indeks berlanjut menjadi 1,18% (64,50 poin) pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 1,05% (193,98 poin) ke level 18.690,67, setelah dibuka melonjak 1,2%. Indeks bergerak menguat kendati terjadi penguatan nilai tukar yen, dan rilis data ekonomi kuartal ketiga sebesar 1,3% yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,2%. Indeks Kospi Korea Selatan juga dibuka melaju 1,09%, dan berlanjut melesat 1,22% ke posisi 2.016,20.
Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,99% ke level 23.027,38 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,10% di posisi 3.225,55.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren lonjakan kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin terpuruk di zona mereah sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan dibayangi aksi jual asing yang berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan. Meski cenderung terkonsolidasi namun tren positif di bursa saham global dan kondisi ekonomi Indonesia yang stabil masih berpeluang mendorong IHSG ke zona hijau.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta masih menguatnya nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.245 sedangkan resist pada level 5.290.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MAPI [MAPI 5,275
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan rekor tertinggi baru indeks Dow Jones dan S&P 500, naik lebih dari 1 persen melanjutkan “efek Trump”. Laju indeks ditopang oleh kenaikan harga saham sektor transportasi, telekomunikasi, keuangan dan industri. Di lain pihak investor juga berjaga-jaga menjelang pertemuan ECB hari ini, dan Federal Reserve AS pekan depan.
Dow Jones Industrial Average melambung 1,55% (297,84 poin) ke level 19.549,62.
S&P 500 melonjak 1,32% (29,12 poin) di posisi 2.241,35.
Nasdaq Composite melesat 1,14% (60,76 poin) menjadi 5.393,76.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,20% menjadi US$24,55.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan lonjakan tajam, didorong oleh penguatan harga saham sektor perbankan yang menyentuh level tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,91% menjadi 347,70. Rilis sebuah jajak pendapat Reuters, menyimpulkan saham Eropa diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2017, namun analis mengingatkan adanya kemungkinan guncangan politik tak terduga yang mendongkrak volatilitas tahun ini. Pasar mengekspektasikan, hasil rapat ECB hari ini akan melanjutkan program stimulus moneter untuk mendongkrak ekonomi zona euro.
FTSE 100 London melambung 1,81% (122,39 poin) menjadi 6.902,23.
DAX 30 Frankfurt membubung 1,96% (211,37 poin) di level 10.986,69.
CAC 40 Paris melompat 1,36% (62,78 poin) ke posisi 4.694,72.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah di tengah penantian pasar akan hasil rapat ECB hari ini. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan ECB hari ini, dan rapat The Fed pekan depan. Nilai tukar euro terus menguat setelah hasil referendum Italia yang berlangsung tanpa gejolak politik. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,29 persen menjadi 100,200.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0756 |
0.0003 |
+0.03% |
5:41 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2628 |
0.0002 |
+0.02% |
5:44 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
113.64 |
-0.13 |
-0.11% |
5:47 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8767 |
-0.0051 |
-0.07% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,333.00 |
-36.50 |
-0.27% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, hingga dini hari tadi melorot, tertekan oleh rilis data persediaan BBM AS yang meningkat sepanjang pekan lalu melebihi perkiraan. Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan, persediaan minyak mentah hingga pekan lalu turun 2,4 juta barel, mengalahkan konsensus pasar. Namun, stok bensin melonjak 3,4 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 1,9 juta barel. Cadangan minyak distilasi, termasuk diesel dan minyak pemanas, meningkat 2,5 juta barel, melebihi ekspektasi kenaikan 1,8 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, turun US$1,16 (-2,3%) menjadi US$49,77 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, turun 90 sen (-1,7%) menjadi US$53,00 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir dengan membukukan kenaikan, didukung oleh pelemahan dolar AS. Harga emas mengalami rebound untuk pertama kalinya dalam pekan ini, dari harga terendah dalam 10 bulan terakhir menjelang rapat kebijakan ECB hari ini. Meskipun pasar mengekspektasikan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat The Fed pekan ini, namun pasar berkeyakinan kemungkinan tersebut telah diperhitungkan dalam pergerakan harga emas sepanjang November lalu yang mengalami penurunan bulanan hingga 8 persen, terbesar selama lebih dari 3 tahun terakhir.
Harga emas untuk pengiriman Februari bergerak di kisaran US$1.177,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,44% menjadi US$1.173,99 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar