Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,04 persen pada sesi awal perdagangan. Penurunan harga saham sektor energi masih membebani indeks, di tengah menguatnya harga saham sektor keuangan. Kondisi wait dan see berlanjut dengan mencatatkan kenaikan 0,03% (1,81 poin) di posisi 5.230,80 pada pukul 8:20 WIB. Bursa saham Jepang hari ini tutup merayakan Hari Kebudayaan.
Pada jam yang sama indeks Kospi mencatatkan kenaikan 0,24% (4,81 poin) ke level 1.982,75, setelah dibuka mendatar di tengah krisis pemerintahan, bencana alam, restrukturisassi industri perkapalan. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,45% ke level 22.708,55 paad pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,19% menjadi 3.096,76.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka dengan dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa global dan kelesuan di bursa regional, setelah kemarin terbenam di zona merah pada penutupan pasar. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di fase konsolidasi di tengah sentimen negatif di bursa global. Indeks diprediksii akan bergerak mixed cenderung melemah terbatas.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham global dan regional serta turunnya harga minyak mentah menjadi sentimen negatif IHSG. Di sisi lain, suku bunga yang diputuskan tetap diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan support di level 5.380 sedangkan resist pada level 5.430.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 15,500
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melanjutkan tren penurunan setelah keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga, di tengah perhatian investor terhadap perkembangan pemeriksaan FBI terhadap calon prresiden AS Hillary Clinton. Indeks S&P500 menyentuh level terendah sejak 2011. The Fed mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa menaikkan suku secepatnya pada Desember dengan didukung peningkatan ekonomi dan inflasi AS. Rilis data lapangan kerja sektor swasta AS periode September-Oktober meningkat 147.000 pekerjaan, namun masih di bawah ekspektasi pasar.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,43% (-77,46 poin) menjadi 17.959,64.
S&P 500 turun 0,65% (-13,78 poin) ke level 2.097,94.
Nasdaq Composite tanjlok 0,93% (-48,01 poin) berakhir di 5.105,57.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,15% menjadii US$25,86.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah diwarnai keprihatinan investor terhadap penurunan popularitas calon presiden AS dari partai Demokrat, jelang pengumuman hasil rapat The The Fed, di tengah penurunan harga minyak dunia. Indeks European Stoxx 600 terperosol 1,13% ke level 331,55 dengan menempatkan semua sektor di zona merah, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif dan perbankan.
FTSE 100 London melorot 1,04% (-71,72 poin) menjadi 6.845,42.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,47% (-155,23 poin) ke level 10.370,93.
CAC 40 Paris merosot 1,24% (-55,61 poin) di posisi 4.414,67.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang pemilihan presiden Amerika Serikat, pekan depan. Para investor yang telah lama mempertaruhkan kemenangan Clinton terguncang sejak FBI mengumumkan rencana untuk menyelidiki surat-surat elektronik Clinton yang menaikkan populariitas pesaingnya, Donald Trump. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,31 persen menjadi 97,398.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1099 |
0.0001 |
+0.01% |
6:36 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2302 |
-0.0002 |
-0.02% |
6:36 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
103.3400 |
0.0400 |
+0.04% |
6:36 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.7570 |
-0.0087 |
-0.13% |
11:09 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,057.00 |
10.00 |
+0.08% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi terus bergerak melemah dan ditutup dengan mencatatkan penurunan tajam.setelah rilis data persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan rekor kenaikan tertinggi. Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan persediaan minyak mentah AS hingga akhir Oktober lalu melonjak 14,4 juta barel, jauh di atas ekspektasi kenaikan sebesar 1,1 juta barel. Total produksi minyak mentah domestik meningkat 18.000 barel per hari menjadi 8.522.000 barel per hari. Hasil survei Reuters memperkirakan, produksi OPEC sepanjang Oktoober kemungkinan mencapai rekor tertinggi di level 33,82 juta barel per hari dari 33,69 juta barel per hari pada bulan sebelumnya.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember, turun US$1,33 (-2,9%) menjadi US$45,34 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari, turun US$1,24 (-2,6%) menjadi US$46.90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam menjelang pengumuman hasil pertemuan FOMC. Kenaiikan harga emas didukung ketidakpastian hasil pilpres AS pekan depan. Investor mengkhawatirkan penurunan popularitas Hillary Clinton, di tengah keraguan akan kebijakan ekonomi AS yang akan diberlakukan oleh kandidat Partai Republik Donald Trump. Rilis data kesempatan kerja AS yang tumbuh di bawah ekspektasi, dan pelemahan dolar ikut mendongkrak harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$20,2 (1,57%) menjadi US$1.308,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$1.297,41 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar