About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 27 Oktober 2016

Market Brief: Global Mixed, IHSG Fluktuatif Cenderung Menguat Terbatas

Ipotnews - Jelang akhir pekan (Jumat, 28/10) bursa saham Asia dibuka mixed cenderung melemah melanjutkan tren penutupan indeks di bursa saham Wall Street, terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak pada pembukaan pasar Asia.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat 0,13 persen, ditopang oleh kenaikan harga saham sektor energi dan komoditas pertambangan. Namun pergerakan indeks berbalik melemah, tertekan penurunan harga saham sektor perbankan, turun 0,42% (-22,05 poin) di posisi 5.273,50 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,58% (101,18 poin) ke level 17.437,60, setelah dibuka melaju 0,53%. Kenaikan indeks ditopang penurunan nilai tukar yen terhadap dolar AS, kendati rilis data ekonomi Jepanng menunjukkan pelemahan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat, namun berlanjut turun 0,17% menjadi 2.020,62.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,19% (-43,52 poin) ke level 23.888,83 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,02% di posisi 3.111,70.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penutuan indeks global dan pembukaan indeks regional yang bervariasi, setelah kemarin berjaya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan saham. Sejumlah analis mengatakan, secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan ditopang pembelian saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain menguatnya harga minyak mentah serta masih berlanjutnya rilis kinerja laporan keuangan emiten kuartal III yang mulai membaik diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support di level 5.385 sedangkan resist pada level 5.445.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 15,525 25 (+0,2%)] (Spec Buy, TP: Rp16.650, Support: Rp15.375), BBRI [BBRI 12,200 125 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp12.325, Support: Rp12.075), CTRA [CTRA 1,590 45 (+2,9%)] (Spec Buy, TP: Rp1.635, Support: Rp1.545), ASII [ASII 8,250 50 (+0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp8.300, Support: Rp8.200).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah setelah bergerak fluktuatif di tengah kekhawatiran mengenai kenaikan imbal hasil obligasi dan rilis data ekonomi AS yang negatif. Harga saham sektor ritel berguguran setelah survei menyebutkan konsumen membatasi belanjanya akibat ketidakpastian pilpres Amerika. Rilis data angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran hingga pekan mencapai 258.000, turun 3.000 dari level revisi pekan sebelumnya, lebih tinggi dari konsensus pasar sebanyak 255.000. Namun rilis data pesanan baru untuk barang modal manufaktur AS periode September turun 1,2 persen, tiga bulan berturut-turut mencatat kenaikan kuat.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,16% (-29,65 poin) menjadi 18.169,68.
Standard & Poor’s 500 turun 0,30% (-6,39 poin) ke level 2.133,04.
Nasdaq Composite merosot 0,65% (-34,29 poin) ke posisi 5.215,97.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,23% menjadi US$26,17.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir ditutup cenderung menguat didukung kenaikan harga minyak, di tengah perhatian investor terhadap laporan keuangan emiten kuartal ketiga yang bervariasi, dengan lebih dari 100 emiten indeks Stoxx telah merilis laporan keuangan. Indeks Stoxx Europe 600 turun tipis 0,01% ke posisi 341,71. Kinerja emiten yang lebih rendah dari perkiraan telah menyeret turun indeks yang dipicu oleh optimisme bahwa Bank Sentral Eropa akan memperpanjang program pembelian obligasi.Ekonomi zona Eropa diperkirakan akan tumbuh 1,5% atau lebih lambat dalam 2 tahun ke depan. Ekonomi Inggris kuartal ketiga tumbuh 0,5% dibanding kuartal sebelumnya, melebihi estimasi pasar sebesar 0,3%.

FTSE 100 London naik 0,41% (28,48 poin) ke level 6.986,57.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,07% (7,40 poin) diposisi 10.717,08.
CAC 40 Paris turun tipis 0,02% (-1,02 poin) menjadi 4.533,57.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup cenderung menguat, ditopang rilis data ekonomi AS yang optimistis sehingga mendorong spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga akhir tahun ini. Angka pendahuluan klaim awal pengangguran akhiir pekan lalu sebesar 258.000, turun 3.000 dari level revisi pekan sebelumnya.  Indeks Penjualan pending home naik 1,5 persen selama September menjadi 110,0, dari 108,4 pada Agustus. Namun data pesanan baru untuk barang modal AS manufaktur periode September turun 1,2 persen setelah mencatatkan penguatan selama tiga bulan berturut-turut. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,26 persen menjadi 98,888.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0894

-0.0003

-0.03%

6:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2163

-0.0001

-0.01%

6:44 PM

Yen (USD-JPY)

105.29

0.00

0.00%

6:43 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7836

0.0124

+0.18%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,033.00

29.50

+0.23%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/10/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat di tengah munculnya harapan baru kesepakatan pengurangan produksi minyak OPEC. Menteri energi Arab Saudi dan aliansinya di Teluk mengatakan, Rusia bersedia untuk mengurangi produksi minyaknya hingga empat persen. Harga minyak juga mendapat dukungan dari rilis data persediaan minyak mentah AS yang menurun sebesar 600.000 barel pada pekan lalu, bertentangan dengan konsensus pasar untuk kenaikan 1,7 juta barel.

Harga minyak WTI penyerahan Desember naik 54 sen (1,1%) menjadi US$49,72 per barel.
Harga minyak Brent penyerahan Desember naik 47 sen (0,9%) menjadi US$50,45 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terpengaruh rilis data  Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan penurunan belanja barang modal inti sebesar 1,2 persen selama September. Pesanan barang tahan lama juga menyusut sebesar 0,1 persen sepanjang bulan yang sama berlawanan dengan perkiraan pasar yang mengekspektasikan kenaikan 0,2 persen. Kenaikan indeks dolar dan indeks penjualan pending home (rumah yang belum selesai) merdam laju harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$2,9 (0,23%) menjadi US$1.269,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.268,90 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news