About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 31 Oktober 2016

Market Brief: Global Melemah, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

Ipotnews - Memasuki November, bursa saham Asia pagi ini (1/11) dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa diwarnai kejatuhan harga minyak, jelang rilis suku bunga Jepang dan Australia serta data PMI China.

Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka turun, melorot 0,60 persen pada sesi awal perdagangan, diwarnai kejatuhan harga saham hampir di semua sektor. Penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,72% (-38,23 poin) ke level 5.279,50 padda pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak turun 0,35% (-61,67 poin) ke posisi 17.363,35, setelah dibuka melemah 0,32 persen diwarnai keraguan investor akan kemampuan sektor otomotif untuk menormalisasi kinerja keuangannya. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka merosot 0,60%, setelah rilis data perdagangan Oktober yang menurun, dan berlanjut turun 0,57% menjadi 1.996,72.

Membalik tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,35% ke level 23.015,06 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,04% ddi posisi 3.101,66.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa global dan regional, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan penurunan dan ditutup di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, IHSG akan bergerak melanjutkan penguatan ditopang pembelian saham-saham big cap dan lapis kedua, serta rilis data inflasi yang relatif stabil. Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi, menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih berlanjutnya rilis kinerja laporan keuangan emiten diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi inflasi. IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat terbatas dengan support di level 5.395 sedangkan resist pada level 5.450.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INCO [INCO 2,730 10 (+0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.800, Support: Rp2.640), ADHI [ADHI 2,260 -10 (-0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.340, Support: Rp2.200), LPKR [LPKR 910 5 (+0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp925, Support: Rp885), PPRO [PPRO 1,345 -10 (-0,7%)] (Spec Buy, TP: Rp1.390, Support: Rp1.425).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit melemah, di tengah penantian investor terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve yang dijadwalkan dimulai Selasa. Pasar meyakini The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan November ini. Rilis data pendapatan pribadi AS periode September naik US$46,7 miliar atau 0,3 persen di bawah ekspektasi kenaikan 0,4 persen. Pasar mencermati kelanjutan pernyataan Direktur FBI yang melakukan penyelidikan baru kasus kebocoran surel calon presiden Hillary Clinton, yang berdampak pada popularitas Clinton.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,10% (-18,77 poin) menjadi 18.142,42.
S&P 500 turun tipis 0,01% (-0,26 poin) di posisi 2.126,15.
Nasdaq Composite susut 0,02% (-0,97 poin) di level 5.189,13.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,65% menjadi US$26,25.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah, di tengah penurunan harga minyak yang menekan harga saham sektor energi, setelah kegegalan OPEC untuk menyepakati pembatasan produksii minyak. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5%. Pasar juga mengkhawatirkan ketidakpastian baru yang disebebkan oleh perkembangan pemilu presdien AS. Rilis data Eusrostat menunjukkan, estimasi proyeksi kenaikan PDB kuartal ketiga zona euro 1,6% (yoy) atau naik 0,3%  dibanding kuartal sebelumnya. Angka inflasi Oktober naik 0,5% dari 0,4% pada September.

FTSE 100 London melorot 0,60% (-42,04 poin) menjadi 6.954,22.
DAX 30 Frankfurt turun 0,29% (-31,18 poin) di posisi 10.665,01.
CAC 40 Paris anjlok 0,86% (39,32 poin) ke level 4.509,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat kendati menghadapi tekanan penurunan akibat ketidakpastian baru yang dipicu oleh pengumuman FBI untuk menyelidiki kasus surel Menteri Luar Negeri AS. Langkah FBI itu berdampak pada popularitas calon presiden AS, Hillary Clinton, dua pekan menjelang pemilu presiden. Penguatan dolar ditopang oleh rilis data pendapatan pribadi AS periode September yang mengalami kenaikan, meskipun lebih rendah dari ekspektasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang terus melemah membantu mendongkrak kurs dolar. Indeks dolar naik 0,10 persen menjadi 98,445, menambah laju kenaikan sepanjang Oktober sebesar 3,4 persen, tertinggi sejak Januari 2015.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0971

-0.0010

-0.09%

6:38 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2238

-0.0004

-0.03%

6:39 PM

Yen (USD-JPY)

104.81

-0.01

-0.01%

6:39 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7758

-0.0031

-0.05%

11:28 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,047.50

-3.00

-0.02%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/1/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi meluncur turun lebih dari 3 persen, terdampak kegagalan OPEC untuk menyepakati pembatasan produksi demi menstabilkan harga. Diberitakan, pertemuan produsen minyak OPEC dan non-OPEC hanya menyetujui dokumen strategi jangka panjang, namun tidak secara spesifik menyebutkan pembatasan produksi. Di pihak lain, anggaran federal Rusia mengekspektasikan penambahan output sebesar 0,7% pada tahun depan, dan 0,9 persen tahun 2018. Sekaligus mendongkrak produksi minyak mencapai rekor baru 548 juta ton pada 2017. Impor minyak Iran oleh negara-negara Asia pada September lalu melonjak 70 persen dibanding tahun lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Desember, turun US$1,84 (-3,4%), menjadi US$46,86 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun US$1,39 (-2,8%) menjadi US$48,32 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, terpengaruh oleh keniakan indeks dolar. Penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang mendukung kenaikan suku bunga AS pada Desember nanti. Kejatuhan harga emas sedikit tertahan oleh pelemahan bursa saham AS yang disebabkan oleh kekhawatiran akan dampak penyelidikan FBI terhadap pemilu presiden AS.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$3,7 (-0,29%) menjadi US$1.273,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,07% menjadi US$1.276,40 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news