Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (5/3) dibuka di zona merah, dalam bayang-bayang tekanan penurunan harga minyak, di tengah bervariasinya indeks saham acuan pada penutupan bursa saham AS dan Eropa. Harga saham di sektor energi bergerak bervariasi seiring fluktuasi harga minyak.
Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,52%, terseret penurunan harga saham di sektor energi dan keuangan. Indeks berlanjut turun 0,77% (-38,46 poin) ke posisi 4.941,90 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei melorot 1,41% (-239,72 poin) ke posisi 16.805,27, setelah dibuka dengan mencatatkan penurunan 1,03 persen. Indeks tertekan oleh pelemahan harga saham emiten eksportir terutama di sektor otomotif, terpengaruh kenaikan kurs yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik tipis 0,05% menjadi 1.917,26, setelah dibuka turun 0,28%.Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,54% ke level 19.287,36. Shanghai Composite naik tipis 0,07% ke level 2.783,08.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan menauvernya di zona hijau, setelah kemarin berhasil berjaya di teritori positif di tengah tren penguatan di bursa saham global.
Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren kenaikan menembus target resisten baru untuk memulai pola kenaikan jangka menengah.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan pada mayoritas bursa saham gobal dan IHSG, kemarin, serta nilai tukar rupiah di tengah masuknya dana investor asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.605 dan resistance 4.720. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 12,000
600 (+5,3%)] (Buy), ANTM [ANTM 354
5 (+1,4%)] (Buy), ASII [ASII 6,600
275 (+4,3%)] (Buy) dan ADRO [ADRO 640
20 (+3,2%)] (SoS).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat secara moderat, di tengah penurunan kembali harga minyak dunia jelang laporan ketenagakerjaan AS periode Januari.
Pasar mengekspektasikan data tenaga kerja AS periode Januari akan bertambah 188.000, lebih rendah dibanding Desember sebesar 292.000.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan produktivitas tenaga kerja turun 3 persen pada kuartal keempat lalu. Sementara itu klaim pengangguran hingga pekan lalu naik 8.000 menjadi 285.000, lebih rendah dari sebesar 280.000.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,49% (79.92 poin) menjadi 16,416.58.
S&P 500 menguat 0,15% (2.92 poin) ke posisi 1,915.45.
Nasdaq Composite naik 0,12% (5.32 poin) menjadi 4,509.56.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,59% menjadi US$21,75.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan kecenderungan menguat dengan hanya menempatkan indeks DAX 30 Jerman di teritori negatif.
Harga saham di sektor pertambangan mengalami reli ditopang pelemahan dolar, menutup kerugian di sektor minyak, serta kekhawatiran terhadap pertumbuhan global dan lemahnya laporan keuangan emiten.
FTSE 100 London, melaju 1,06% (61,62 poin) ke level 5.898,76.
DAX 30 Frankfurt, turun 0,44% (-41,46 poin) menjadi 9.393,36.
CAC 40 Paris, naik tipis 0,04% (1,57 poin) di posisi 4.228,53.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah seiring dengan berlanjutnya skeptisisme pelaku pasar terhadap keberlanjutan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap pada tahun ini.
Rilis data ketenagakerjaan AS yang masih terus menunjukkan pelemahan, dan penurunan pesanan baru barang-barang pabrikan periode Desember, semakin membebani dolar. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagan AS turun menjadi 96,259.
Analis mengatakan indeks dolar sudah turun 2,3 persen dalam dua hari terakhir, 3,2 persen dibanding Jumat pekan lalu.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,52%, terseret penurunan harga saham di sektor energi dan keuangan. Indeks berlanjut turun 0,77% (-38,46 poin) ke posisi 4.941,90 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei melorot 1,41% (-239,72 poin) ke posisi 16.805,27, setelah dibuka dengan mencatatkan penurunan 1,03 persen. Indeks tertekan oleh pelemahan harga saham emiten eksportir terutama di sektor otomotif, terpengaruh kenaikan kurs yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik tipis 0,05% menjadi 1.917,26, setelah dibuka turun 0,28%.Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,54% ke level 19.287,36. Shanghai Composite naik tipis 0,07% ke level 2.783,08.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan menauvernya di zona hijau, setelah kemarin berhasil berjaya di teritori positif di tengah tren penguatan di bursa saham global.
Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren kenaikan menembus target resisten baru untuk memulai pola kenaikan jangka menengah.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan pada mayoritas bursa saham gobal dan IHSG, kemarin, serta nilai tukar rupiah di tengah masuknya dana investor asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.605 dan resistance 4.720. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 12,000
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat secara moderat, di tengah penurunan kembali harga minyak dunia jelang laporan ketenagakerjaan AS periode Januari.
Pasar mengekspektasikan data tenaga kerja AS periode Januari akan bertambah 188.000, lebih rendah dibanding Desember sebesar 292.000.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan produktivitas tenaga kerja turun 3 persen pada kuartal keempat lalu. Sementara itu klaim pengangguran hingga pekan lalu naik 8.000 menjadi 285.000, lebih rendah dari sebesar 280.000.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,49% (79.92 poin) menjadi 16,416.58.
S&P 500 menguat 0,15% (2.92 poin) ke posisi 1,915.45.
Nasdaq Composite naik 0,12% (5.32 poin) menjadi 4,509.56.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,59% menjadi US$21,75.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan kecenderungan menguat dengan hanya menempatkan indeks DAX 30 Jerman di teritori negatif.
Harga saham di sektor pertambangan mengalami reli ditopang pelemahan dolar, menutup kerugian di sektor minyak, serta kekhawatiran terhadap pertumbuhan global dan lemahnya laporan keuangan emiten.
FTSE 100 London, melaju 1,06% (61,62 poin) ke level 5.898,76.
DAX 30 Frankfurt, turun 0,44% (-41,46 poin) menjadi 9.393,36.
CAC 40 Paris, naik tipis 0,04% (1,57 poin) di posisi 4.228,53.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah seiring dengan berlanjutnya skeptisisme pelaku pasar terhadap keberlanjutan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap pada tahun ini.
Rilis data ketenagakerjaan AS yang masih terus menunjukkan pelemahan, dan penurunan pesanan baru barang-barang pabrikan periode Desember, semakin membebani dolar. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagan AS turun menjadi 96,259.
Analis mengatakan indeks dolar sudah turun 2,3 persen dalam dua hari terakhir, 3,2 persen dibanding Jumat pekan lalu.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate di bursa komoditas London dan Brent North Sea di bursa London, hingga pagi tadi kembali mencatatkan pelemahan, dipicu permasalahan kelebihan pasokan di tengah spekulasi kesepakatan penurunan produksi OPEC-Rusia.
Pelemahan dolar dan laporan bahwa Gedung Putih kemungkinan akan memasukkan fee sebesar US$10 per barel pada rancangan anggaran 2017, tak mampu mengangkat harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret, turun 56 sen (-1,7%) menjadi US$31,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April, turun 58 sen (-1,6%) menjadi US$34,46 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melanjutkan kembali kenaikan, dipicu oleh pelemahan nilai tukar dollar AS.
Laju harga emas juga mendapat dukungan laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan kenaikan sebesar 8.000 menjadi 285.000, lebih buruk dari perkiraan.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$16,2 (1,42%) menjadi US$1.157,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,2% menjadi US$1.55,71 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Melemah__IHSG_Masih_Berpotensi_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4111339&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-2-Liputan6.jpg#.VrQihdKqqkoAC
Harga minyak West Texas Intermediate di bursa komoditas London dan Brent North Sea di bursa London, hingga pagi tadi kembali mencatatkan pelemahan, dipicu permasalahan kelebihan pasokan di tengah spekulasi kesepakatan penurunan produksi OPEC-Rusia.
Pelemahan dolar dan laporan bahwa Gedung Putih kemungkinan akan memasukkan fee sebesar US$10 per barel pada rancangan anggaran 2017, tak mampu mengangkat harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret, turun 56 sen (-1,7%) menjadi US$31,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April, turun 58 sen (-1,6%) menjadi US$34,46 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melanjutkan kembali kenaikan, dipicu oleh pelemahan nilai tukar dollar AS.
Laju harga emas juga mendapat dukungan laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan kenaikan sebesar 8.000 menjadi 285.000, lebih buruk dari perkiraan.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$16,2 (1,42%) menjadi US$1.157,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,2% menjadi US$1.55,71 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Melemah__IHSG_Masih_Berpotensi_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4111339&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-2-Liputan6.jpg#.VrQihdKqqkoAC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar