Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan jeda perdagangan hari Jumat (5/2) ke posisi 4774,67 poin setelah menguat 2,33 persen (108,86 poin).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 (kuartal empat dari tahun ke tahun) sebesar 5,04 persen. Angka ini jauh di bawah target APBN-P 2015 yang dipatok sebesar 5,7 persen. Meski demikian, masih lebih tinggi dibanding revisi pemerintah dan kalangan ekonomi yang memperkirakan hanya 4,8 persen.
Indeks LQ45 naik 2,96% ke posisi 837,79 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,80% ke posisi 639,38 poin. Indeks IDX30 naik 3,43 ke level 440,02 poin. Indeks Sri Kehati menguat 3,60% ke posisi 284,16 poin. Indeks SMInfra 18 naik 2,36% ke level 332,13 poin.
Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp4,423 triliun. Volume perdagangan sebanyak 2,495 miliar saham. Sementara itu pemodal asing membukukan net buy senilai Rp1,299 triliun.
Sektor:
Consumer 1,64%.
Agri 0,87%.
Manufaktur 1,95%.
Misc-ind 4,32%.
Mining 0,52%.
Infrastruktur 2,79%.
Trade 2,13%.
Finance 3,53%.
Properti 1,05%.
Basic-ind 0,73%.
Top 10 Gainers LQ45
MNCN +8,1%
BBNI +6,6%
BMRI +6,0%
SCMA +5,8%
BBRI +5,3%
TLKM +4,6%
ASII +4,0%
SMRA +3,9%
BSDE +3,5%
ADRO +3,2%
Top Losers LQ45
BMTR -1,8%
AALI -0,6%
WSKT -0,6%
CPIN -0,5%
ADHI -0,2%
Sementara saham-saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BBRI, BBCA, BBNI, SRIL, MNCN, ASII, BMRI, TLKM, SSMS dan KLBF
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah siang ini menguat 0,48% ke level Rp13.592 per dolar AS.
Bursa Asia:
Pasar saham Asia berada dalam tekanan pada jeda perdagangan hari Jumat (5/2) akhir pekan ini meskipun terdapat sentimen pergerakan positif bursa saham Wall Street tadi malam.
Analis Spreadbetter IG, Evan Lucas menyatakan indeks dolar AS melemah 2,3 persen dalam 2 hari terakhir dan terburuk pada perdagangan hari Rabu lalu jika dihitung dalam 7 tahun terakhir.
Menurut Lucas, kenaikan 36 persen dolar AS dalam 12 bulan sudah jelas menahan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Produk AS kurang kompetitif terisolasi oleh the Fed karena hanya bank sentral AS yang menormalkan kebijakan moneter.
Indeks Nikkei memperpanjang koreksi dalam 5 hari turun 1,18 persen karena faktor penguatan yen. Kata Evan Lucas, suku bunga negatif oleh Bank of Japan tidak berarti sama sekali untuk menahan penguatan yen sejak sepekan terakhir.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) drop -1,49% (-253,43 poin) ke posisi 16.791,56 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,57% (108,95 poin) ke level 19.292,04 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -0,11% (-3,14 poin) ke posisi 2.777,88 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) naik 1,6% (41 poin) ke level 2.599 poin.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 (kuartal empat dari tahun ke tahun) sebesar 5,04 persen. Angka ini jauh di bawah target APBN-P 2015 yang dipatok sebesar 5,7 persen. Meski demikian, masih lebih tinggi dibanding revisi pemerintah dan kalangan ekonomi yang memperkirakan hanya 4,8 persen.
Indeks LQ45 naik 2,96% ke posisi 837,79 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,80% ke posisi 639,38 poin. Indeks IDX30 naik 3,43 ke level 440,02 poin. Indeks Sri Kehati menguat 3,60% ke posisi 284,16 poin. Indeks SMInfra 18 naik 2,36% ke level 332,13 poin.
Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp4,423 triliun. Volume perdagangan sebanyak 2,495 miliar saham. Sementara itu pemodal asing membukukan net buy senilai Rp1,299 triliun.
Sektor:
Consumer 1,64%.
Agri 0,87%.
Manufaktur 1,95%.
Misc-ind 4,32%.
Mining 0,52%.
Infrastruktur 2,79%.
Trade 2,13%.
Finance 3,53%.
Properti 1,05%.
Basic-ind 0,73%.
Top 10 Gainers LQ45
MNCN +8,1%
BBNI +6,6%
BMRI +6,0%
SCMA +5,8%
BBRI +5,3%
TLKM +4,6%
ASII +4,0%
SMRA +3,9%
BSDE +3,5%
ADRO +3,2%
Top Losers LQ45
BMTR -1,8%
AALI -0,6%
WSKT -0,6%
CPIN -0,5%
ADHI -0,2%
Sementara saham-saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BBRI, BBCA, BBNI, SRIL, MNCN, ASII, BMRI, TLKM, SSMS dan KLBF
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah siang ini menguat 0,48% ke level Rp13.592 per dolar AS.
Bursa Asia:
Pasar saham Asia berada dalam tekanan pada jeda perdagangan hari Jumat (5/2) akhir pekan ini meskipun terdapat sentimen pergerakan positif bursa saham Wall Street tadi malam.
Analis Spreadbetter IG, Evan Lucas menyatakan indeks dolar AS melemah 2,3 persen dalam 2 hari terakhir dan terburuk pada perdagangan hari Rabu lalu jika dihitung dalam 7 tahun terakhir.
Menurut Lucas, kenaikan 36 persen dolar AS dalam 12 bulan sudah jelas menahan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Produk AS kurang kompetitif terisolasi oleh the Fed karena hanya bank sentral AS yang menormalkan kebijakan moneter.
Indeks Nikkei memperpanjang koreksi dalam 5 hari turun 1,18 persen karena faktor penguatan yen. Kata Evan Lucas, suku bunga negatif oleh Bank of Japan tidak berarti sama sekali untuk menahan penguatan yen sejak sepekan terakhir.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) drop -1,49% (-253,43 poin) ke posisi 16.791,56 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,57% (108,95 poin) ke level 19.292,04 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -0,11% (-3,14 poin) ke posisi 2.777,88 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) naik 1,6% (41 poin) ke level 2.599 poin.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Break__PDB_Lampaui_Estimasi__IHSG_Melambung&level2=&level3=&level4=indeksindonesia&news_id=59975&group_news=IPOTNEWS&taging_subtype=INDEKS%20INDONESIA&popular=&search=y&q=#.VrRNb9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar