Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (4/2) dibuka bervariasi, mengikuti pergerakan indeks harga saham acuan di bursa saham AS yang cenderung menguat.
Indeks ASX 200 Australia dibuka naik 1,17% didorong oleh kenaikan harga saham di sektor energi dan pertambangan. Laju kenaikan indeks sedikit terkoreksi menjadi 1,01% (49,14 poin) ke level 4.925,90 pada pukul 08.15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melorot 1,33% (-229,18 poin) di posisi 16.962,07, memperkecil kerugian pada penutupan kemarin yang terperosok 3,15 persen.Indeks tertekan oleh penurunan harga saham elektronika di tengah penguatan yen terhadap dolar AS dan memburuknya harga saham Toshiba.
Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,36% menjadi 1.897,52.Indeks Hang Seng, Hong Kong, dibuka menguat 1,05% ke level 19.190,36. Shanghai Composite naik 0,44%, di posisi 2.751,43
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, setelah kemarin berhasil keluar dari kubangan zona merah menjelang penutupan bursa.
Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan skenario kenaikan, mempertahankan pola penguatan di tengah gejolak bursa saham global. Namun indeks masih mempunyai peluang berbalik arah secara terbatas.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham gobal dan penguatan IHSG kemarin di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.550 dan resistance 4.650. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,395
120 (+3,7%)] (Buy), GIAA [GIAA 395
1 (+0,3%)] (Buy), MPPA [MPPA 1,830
20 (+1,1%)] (Spec Buy) dan ELSA [ELSA 228
9 (+4,1%)] (Spec Buy).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan kecenderungan menguat, ditopang oleh kenaikan harga minyak yang mendorong kenaikan harga saham di sektor energi dan industri perminyakan.
Namun Nasdaq melemah, tertekan oleh penurunan harga ssaham di sektor teknologi informasi. Reli harga saham tertahan oleh rilis data aktivitas sektor jasa periode Januari oleh Institute for Supply Management (ISM) yang memperlihatkan indeks sebesar 53,5, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 55,1.
ADP melaporkan, data pembayaran gaji sektor swasta AS pada bulan lalu naik 205.000, di atas konsesnsus pasar sebesar 195.000.
Dow Jones Industrial Average melaju 1,13% (183,05 poin) ke posisi 16.336,59.
S&P 500 menguat 0,50% (9,58 poin) menjadi 1.912,61.
Nasdaq Composite turun 0,28% (-12,71 poin) ke level 4.504,24.
S&P 500 menguat 0,50% (9,58 poin) menjadi 1.912,61.
Nasdaq Composite turun 0,28% (-12,71 poin) ke level 4.504,24.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 3,28% menjadi US$21,41.
Lonjakan harga minyak tak mampu mengangkat indeks harga saham acuan di bursa saham utama Eropa, dan berakhir dengan membukukan penurunan tajam, tadi malam.
Pasar tertekan oleh penurunan harga saham di bursa Asia, kemarin, dan bursa AS sebelum penutupan. Harga saham-saham energi bergerak mixed, saham pertambangan naik, dan perbankan melorot.
FTSE 100 London merosot 1,43% (-84,87 poin) menjadi 5.837,14.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,53% (-146,22 poin) ke level 9.434,82.
CAC 40 Paris melorot 1,33% (-57,03 poin) di tutup di 4.226,96.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,53% (-146,22 poin) ke level 9.434,82.
CAC 40 Paris melorot 1,33% (-57,03 poin) di tutup di 4.226,96.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasr uang Wall Street pagi tadi berakhir dengan dengan mencatatkan penurunan, tertekan oleh lemahnya data ekonomi AS.
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan, indeks non-manufaktur AS tercatat 53,5 persen pada Januari, 2,3 persen lebih rendah dibanding Desember.
Pernyataan Presiden The Fed New York, yang mengakui adanya masalah di pasar keuangan dan data ekonomi sehingga mengubah prospek pertumbuhan AS, dinilai sebagai sinyal bahwa The Fed tidak dapat menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mira dagang AS, turun 1,59 persen menjadi 97,304.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London hingga pagi tadi tercatat menguat, didukung oleh menguatnya kembali spekulasi pemangkasan produksi minyak global yang membayangi kenaikan persediaan minyak mentah AS.
Departemen Energi AS melaporkan persediaan minyak AS hingga pekan terakhir Januari melonjak 7,8 juta barel, hampir dua kali ekspektasi pasar, menjadi 502,7 juta.
Pernyataaan Menteri Luar Negeri Rusia untuk mendiskusikan pengurangan produksi minyak dengan OPEC, dan pelemahan dolar mendorong kenaikan harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik US$2,40 (8%) menjadi US$32,28 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April naik US$2,32 (7,1%) menjadi US$35,04 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April naik US$2,32 (7,1%) menjadi US$35,04 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi tercatat menguat terpengaruh oleh pelemahan indeks dolar. Penguatan emas juga didukung oleh data ekonomi AS yang mengindikasikan pelemahan pertumbuhan ekonomi AS, yang ditandai dengan melemahnya aktivitas di sektor manufaktur dan jasa.
Pelemahan tersebut berpotensi menghambat rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$14,1 (1,25%) menjadi US$1.141,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,01% menjadi US$1.140,06.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
Harga emas di pasar spot naik 1,01% menjadi US$1.140,06.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Bergerak_Variatif__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Kenaikan&level2=newsandopinion&id=4109052&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-2-bloomberg.jpg#.VrK8m9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar