Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (3/2) dibuka dalam suasana muram, setelah kejatuhan bursa saham Eropa dan AS, dihantam pelemahan harga minyak global.
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka di zona merah dengan mencatatkan penurunan tajam sebesar 2,91%, dan berlanjut ke minus 2,93% (-520,89 poin) di level 17.229,79 pada pukul 08.15 WIB.Harga saham di sektor perminyakan berguguran, bersamaan dengan rontoknya harga ekuitas emiten eksportir terimbas kenaikan kurs yen terhadap dolar AS.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia mencatatkan penurunan 1,57% (-78,32 poin) ke level 4.915,00, setelah dibuka dengan minus 1,65%. Semua sektor tenggelam di zona merah, harga saham sektor energi turun tajam 3,30%, diikuti sektor keuangan dan sumber daya alam.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka turun 1,13%, terkoreksi menjadi minus 0,89% (-16,90 poin) di posisi 1.889,70. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 2,76% menjadi 18.910,88, dan Shanghai Composite melorot 1,09% di level 2.719,57.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali akan menghadapi tekanan pelemahan bursa saham global, yang tergerus oleh penurunan harga minyak, setelah kemarin terbenam di zona merah.
Sejumlah analis memperkirakan indeks hari ini akan mencoba bertahan dari pola koreksi dan tetap berusaha berada dalam fase konsolidasi. Namun pergerakan indeks yang sudah mendekati area jenuh beli, berpotensi melemah menguji level support terdekat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan signifikan bursa saham gobal dan awal perdagangan bursa saham asia, pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta keluarnya dana investor asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.545 dan resistance 4.610. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: EXCL [EXCL 3,930
190 (+5,1%)] (Buy), PTPP [PTPP 3,910
85 (+2,2%)] (Spec Buy), UNVR[UNVR 37,475
675 (+1,8%)] (SoS) dan BBRI [BBRI 11,025
-200 (-1,8%)] (BoW).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir suram dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan mengikuti kejatuhan harga minyak dunia ke bawah US$30 per barel. Harga saham-saham perusahaan minyak dan energi berguguran, dan berlanjut ke sektor perbankan.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,80% (-295,64 poin) menjadi 16.153,54.
S&P 500 terperosok 1,87% (-36,35 poin) ke level 1.903,03.
Nasdaq Composite rontok 2,24% (-103,42 poin) ditutup di 4.516,95.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange tumbang 4,16% menjadi US$20,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, tergelincir bersama harga minyak.
Penurunan rating sejumlah perusahaan minyak dan pertambangan oleh Standard & Poor’s, serta penurunan kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar memperbesar tekanan penurunan indeks.
FTSE 100 London terjungkal 2,28% (-138,09 poin) ke posisi 5.922,01.
DAX 30 Frankfurt merosot 1,81% (-176,84 poin) menjadi 9.581,04.
CAC 40 Paris tumbang 2,96% (-259,80 poin) ditutup di 4.283,00.
Nilai Tukar Dolar AS
Nikai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah diterjang perburuan mata uang safe haven oleh investor, di tengah kejatuhan harga minyak dan kejatuhan bursa ekuitas global.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,18 persen menjadi 98,83. Kurs dolar turun terhadap yen, euro, dan poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka di zona merah dengan mencatatkan penurunan tajam sebesar 2,91%, dan berlanjut ke minus 2,93% (-520,89 poin) di level 17.229,79 pada pukul 08.15 WIB.Harga saham di sektor perminyakan berguguran, bersamaan dengan rontoknya harga ekuitas emiten eksportir terimbas kenaikan kurs yen terhadap dolar AS.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia mencatatkan penurunan 1,57% (-78,32 poin) ke level 4.915,00, setelah dibuka dengan minus 1,65%. Semua sektor tenggelam di zona merah, harga saham sektor energi turun tajam 3,30%, diikuti sektor keuangan dan sumber daya alam.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka turun 1,13%, terkoreksi menjadi minus 0,89% (-16,90 poin) di posisi 1.889,70. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 2,76% menjadi 18.910,88, dan Shanghai Composite melorot 1,09% di level 2.719,57.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali akan menghadapi tekanan pelemahan bursa saham global, yang tergerus oleh penurunan harga minyak, setelah kemarin terbenam di zona merah.
Sejumlah analis memperkirakan indeks hari ini akan mencoba bertahan dari pola koreksi dan tetap berusaha berada dalam fase konsolidasi. Namun pergerakan indeks yang sudah mendekati area jenuh beli, berpotensi melemah menguji level support terdekat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan signifikan bursa saham gobal dan awal perdagangan bursa saham asia, pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta keluarnya dana investor asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.545 dan resistance 4.610. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: EXCL [EXCL 3,930
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir suram dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan mengikuti kejatuhan harga minyak dunia ke bawah US$30 per barel. Harga saham-saham perusahaan minyak dan energi berguguran, dan berlanjut ke sektor perbankan.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,80% (-295,64 poin) menjadi 16.153,54.
S&P 500 terperosok 1,87% (-36,35 poin) ke level 1.903,03.
Nasdaq Composite rontok 2,24% (-103,42 poin) ditutup di 4.516,95.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange tumbang 4,16% menjadi US$20,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, tergelincir bersama harga minyak.
Penurunan rating sejumlah perusahaan minyak dan pertambangan oleh Standard & Poor’s, serta penurunan kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar memperbesar tekanan penurunan indeks.
FTSE 100 London terjungkal 2,28% (-138,09 poin) ke posisi 5.922,01.
DAX 30 Frankfurt merosot 1,81% (-176,84 poin) menjadi 9.581,04.
CAC 40 Paris tumbang 2,96% (-259,80 poin) ditutup di 4.283,00.
Nilai Tukar Dolar AS
Nikai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah diterjang perburuan mata uang safe haven oleh investor, di tengah kejatuhan harga minyak dan kejatuhan bursa ekuitas global.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,18 persen menjadi 98,83. Kurs dolar turun terhadap yen, euro, dan poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, pagi tadi kembali berakhir dengan melanjutkkan penurunan tajam. Harga minyak WTI turun ke bawah US$30 per barel, tertekan antisipasi trader akan kenaikan stok minyak mentah AS. Laporan produksi minyak mentah Rusia periode Januari sebesar 18,9 juta barel per hari - tertinggi pasca-Sovyet - semakin menekan harga minyak global, seiring memudarnya harapan akan terjadinya kesepakatan pengurangan produksi minyak Rusia-OPEC.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret anjlok US$1,74 (-5,5%) menjadi US$29,63 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April, turun US$1,52 (4,4%) menjadi US$32,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot karena mengalami technical trading. Para trader berupaya melakukan short covering di tengah pelemahan bursa saham global dan nilai tukar dolar AS. Laju harga emas tertahan oleh rilis data penjualan kendaraan bermotor di Amerika Serikat mencapai 14,1 juta unit, lebih tinggi dari perkiraan analis.
Harga emas untuk pengiriman April turun 80 sen (-0,07%) menjadi US$1.128,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,11% menjadi 1.127,11.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, pagi tadi kembali berakhir dengan melanjutkkan penurunan tajam. Harga minyak WTI turun ke bawah US$30 per barel, tertekan antisipasi trader akan kenaikan stok minyak mentah AS. Laporan produksi minyak mentah Rusia periode Januari sebesar 18,9 juta barel per hari - tertinggi pasca-Sovyet - semakin menekan harga minyak global, seiring memudarnya harapan akan terjadinya kesepakatan pengurangan produksi minyak Rusia-OPEC.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret anjlok US$1,74 (-5,5%) menjadi US$29,63 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April, turun US$1,52 (4,4%) menjadi US$32,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot karena mengalami technical trading. Para trader berupaya melakukan short covering di tengah pelemahan bursa saham global dan nilai tukar dolar AS. Laju harga emas tertahan oleh rilis data penjualan kendaraan bermotor di Amerika Serikat mencapai 14,1 juta unit, lebih tinggi dari perkiraan analis.
Harga emas untuk pengiriman April turun 80 sen (-0,07%) menjadi US$1.128,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,11% menjadi 1.127,11.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Global_Rontok__IHSG_Terendam_di_Zona_Merah&level2=newsandopinion&id=4106185&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg3.jpg#.VrFjP9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar