Ipotnews - Tak beranjak dari zona hijau sepanjang sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,05 persen (47,04 poin). IHSG finis ke level 4.512,52 poin pada penutupan perdagangan hari Selasa (12/1).
Indeks LQ45 naik 1,74% ke posisi 786,92 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,59% ke posisi 596,04 poin. Indeks IDX30 menguat 1,95 ke level 412,22 poin. Indeks Sri Kehati naik 1,92% ke posisi 264,64 poin. Indeks SMInfra 18 naik 2,29% ke level 313,82 poin.
Pemodal asing melakukan beli bersih (net buy) Rp72 miliar. Nilai transaksi Rp4,674 triliun dan volume perdagangan sebanyak 3,169 miliar saham.
Sektor
Consumer 1,00%,
Agri 0,97%,
Manufaktur 0,68%,
Misc-ind -0,39%,
Mining -0,37%,
Infrastruktur 2,14%,
Trade 0,53%,
Finance 1,65%,
Properti 1,08%,
Basic-ind 0,55%.
Dari 10 sektor saham, kelompok saham infrastruktur menjadi lokomotif penguatan IHSG. Sektor infrastruktur naik paling signifikan dimotori saham-saham seperti EXCL 6,35 persen. IBST 22,50 persen. ISAT 1,88 persen. JSMR 3,11 persen.PGAS 2,02 persen. TLKM 2,78 persen. WEHA 0,73 persen.
Sektor penopang IHSG lain adalah finance, customer dan dan properti. Saham-saham properti yang menguat PWON naik 4,3 persen. ADHI 3,0 persen. Beberapa saham finance seperti BRI naik 2,8 persen. BCA naik 2,7 persen. Bank Mandiri naik 1,1 persen. Sementara saham customer seperti INDF naik 4,5 persen. GGRM naik 2,8 persen. KLBF naik 3,2 persen.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah 0,09% ke level Rp13.890 per dolar AS.
Asia:
Sempat variatif pada jeda perdagangan hari Selasa (12/1), mayoritas pasar saham Asia berakhir di zona negatif kecuali China. Pasar saham Asia masih diwarnai sentimen yang rentan terkait pelemahan harga minyak dan kekhawatiran pada perekonomian China.
Sebelum pembukaan perdagangan, bank sentral China menetapkan kurs tengah yuan di level 6,5628 terhadap dolar AS, level yang sama seperti hari Senin kemarin. Yuan diperdagangkan naik 0,07%Â ke posisi 6,5724 poin.
Chief Investment Officer Allianz Global Investor, Lucy MacDonald menilai kondisi market saat ini fluktuatif telah diperkirakan mengingat 2 hal besar, yaitu keadaan yang tak terduga yang telah terjadi saat ini. Yang pertama adalah harga minyak yang masih belum selesai. Yang kedua masalah nilai tukar China yang tidak dipatok
Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah -2,71% (-479,00 poin) ke posisi 17.218,96 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -0,89% (-176,74 poin) ke level 19.711,76 poin.
Indeks Shanghai (China) menguat 0,20% (6,16 poin) ke posisi 3.022,86 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun -0,65% (-17,48 poin) ke level 2.691,37 poin.
Eropa:
Bursa saham Eropa bergerak menguat meski cenderung flat pada opening perdagangan hari Selasa (12/1) pagi waktu setempat. Hal tersebut merespon perdagangan yang masih fluktuatif di pasar China terkait kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik tipis 0,1% ke level 5.877,5 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) menguat 0,1% ke posisi 9.832,8 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) flat ke level 4.317,5 poin.
Oil:
Tekanan terhadap harga minyak masih terus berlanjut, bahkan kini sudah di bawah 31 USD per barel. Minyak memperpanjang pelemahan ke arah level terburuk dalam 12 tahun terakhir di tengah masalah banjir pasokan, penguatan nilai tukar dolar AS dan demand yang melorot.
Harga minyak WTI drop 87 sen ke posisi 30,54 USD per barel. Minyak Brent melemah 98 sen ke level 30,57 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__IHSG_Bangkit_Lagi_Setelah_Menguat_1_05%&level2=newsandopinion&id=4061837&img=level1_topnews_2&urlImage=ihsg_200big.jpg#.VpTXEdKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar