Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (13/1) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham AS dan Eropa, setelah terjadinya stabilisasi di bursa saham China dan nilai tukar yuan, serta menyurutnya tren penurunan harga komoditas global.
Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia, dan menguat 0,79% (39,07 poin) menjadi 4.964,20 pada pukul 08.15 WIB.
Harga saham emiten perbankan dan teknologi informasi bergerak naik, meskipun harga saham di sektor sumber daya alam dan energi masih terus melemah.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang memperbaiki hampir separuh penurunannya sehari lalu, melompat 2.00% (344,19 poin) ke posisi 17.563,15, didorong kenaikan harga saham emiten eksportir ditopang oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 1,04% menjadi 1.910,60.
Bursa saham China dibuka di teritori positif, Shanghai Composite naik 0,6%, CSI 300 melaju 0,79%.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan mampu bermanuver di zona hijau ditopang tren penguatan di bursa saham global, setelah kemarin berjaya di teritori positif.
Sejumlah analis mengatakan, indeks hari ini diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikan, setelah kemarin rebound, menguat 1,05%, di atas level 4.500.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan bursa saham global, dan IHSG kemarin, ditopang masuknya dana investor asing di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, berpotensi melanjutkan penguatan indeks harga saham gabungan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.485 dan resistance 4.550. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 494 10 (+2,1%)] (Spec Buy), UNTR [UNTR 16,675 25 (+0,2%)] (Spec Buy), AISA [AISA 1,195 15 (+1,3%)] (Spec Buy) dan SMGR [SMGR 10,900 75 (+0,7%)](BoW).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di teritori positif meskipun sempat mengalami tekanan aksi jual, terpengaruh oleh anjloknya harga minyak yang meluncur ke bawah US$30 per barel. Stabilisasi di bursa saham China dan penguatan yuan, menjadi pemicu perbaikan di bursa saham global.
Tekanan penurunan indeks saham acuan berkurang setelah pasar komoditas AS ditutup dengan mencatatkan harga minyak di atas US$30 per barel. Penguatan indeks juga ditopang oleh hasil survei tenaga kerja AS yang memperlihatkan adanya penambahan lowongan kerja sebanyak 5.431 juta pada November lalu.
Dow Jones Industrial Average naik 0,72% (117,65 poin) menjadi 16.516,22.
S&P 500 menguat 0,78% (15,01 poin) ke level 1.938,68.
Nasdaq Composite melaju 1,03% (47,93 poin) di posisi 4.685,92.
S&P 500 menguat 0,78% (15,01 poin) ke level 1.938,68.
Nasdaq Composite melaju 1,03% (47,93 poin) di posisi 4.685,92.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di bursa New York Stocks Exchange melesat 2,63% menjadi US$20,72.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan kenaikan tajam, meskipun masih dihantui kejatuhan harga minyak dan pelambatan ekonomi China. Tren penurunan harga saham masih berlanjut pada sejumlah emiten di sektor sumber daya alam dan energi terkait minyak. Kenaikan indeks didorong oleh penguatan di sektor perdagangan ritel dan otomotif.
FTSE 100 London naik 0,98% (57,41 poin) ke level 5.929,24.
DAX 30 Frankfurt melonjak 1,63% (160,36 poin ke posisi 9.985,43.
CAC 40 Paris melesat 1,53% (66,01 poin) menjadi 4.378,75.
DAX 30 Frankfurt melonjak 1,63% (160,36 poin ke posisi 9.985,43.
CAC 40 Paris melesat 1,53% (66,01 poin) menjadi 4.378,75.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dollar AS di pasar uang New York terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi mencatatkan kenaikan didorong optimisme pasar akan kenaikan suku bunga AS pada 2016 yang ditopang oleh perbaikan data pasar tenaga kerja AS.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah lowongan pekerjaan yang sedikit meningkat pada November lalu menjadi 5,431 juta. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,29 persen menjadi 99,01.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Tren penurunan harga minyak mentah dunia, pagi tadi berlanjut. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa berjangka New York, untuk pertama kalinya sejak Desember 2003 menyentuh harga US$29,93 per barel, sebelum akhirnya ditutup di atas US$30.
Sebelumnya, harga minyak Brent North Sea di bursa berjangka London juga ditutup di kisaran harga US$30 per barel. Sejumlah analis mengatakan, tanpa adanya langkah untuk meredam penurunan, harga minyak akan terperosok hingga US$20, bahkan US$10 per barel.
Pasar bergeming terhadap perkiraan Departemen Energi AS bahwa produksi minyak AS tahun ini akan turun menjadi rata-rata 8,7 juta barel per hari dari 9,4 juta pada 2015. Produksi minyak Desember lalu diperkirakan turun sebesar 80.000 barel per hari.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari turun 97 sen menjadi US$30,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari turun 69 sen menjadi US$30,86 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari turun 69 sen menjadi US$30,86 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah terkena imbas laju penguatan indeks dolar, dan rebound di bursa saham Eropa dan AS.
Sejumlah analis meyakini, The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya, Maret, seiring dengan membaiknya data tenaga kerja dan inflasi AS.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$11 (-1%) menjadi US$1.085,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,36% menjadi US$1.089,86 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga emas di pasar spot turun 0,36% menjadi US$1.089,86 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melaju__IHSG_Siap_Bermanuver_di_Zona_Hijau&level2=newsandopinion&id=4062655&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-2-daylife.jpg#.VpW79dKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar