Ipotnews - Ikut
tertekan aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada
penutupan perdagangan hari Kamis (7/1). IHSG turun -1,7% persen (-78,53
poin) ke level 4.530,44 poin. Devaluasi mata uang yen mendorong aksi
jual di pasar saham Asia.
Indeks LQ45 turun -2,04% ke posisi
785,79 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -2,10% ke posisi 599,38
poin. Indeks IDX30 melemah -1,86 ke level 412,00 poin. Indeks Sri Kehati
melorot -2,29% ke posisi 263,41 poin. Indeks SMInfra 18 melemah -1,49%
ke level 319,15 poin.
Pemodal asing melakukan jual bersih (net
sell) -Rp431 miliar. Nilai transaksi Rp4,775 triliun dan volume
perdagangan sebanyak 3,271 miliar saham.
Sektor
Consumer -2,33%,
Agri -1,08%,
Manufaktur -2,20%,
Misc-ind -1,57%,
Mining -1,29%,
Infrastruktur -1,25%,
Trade -0,94%,
Finance -1,62%,
Properti -0,82%,
Basic-ind -2,50%.
Tekanan
terhadap sektor consumer dan industri dasar (basic-ind) yang sudah
terjadi sejak sesi pagi, terus berlanjut hingga sesi penutupan. Kedua
sektor tersebut turun paling signifikan.
Saham-saham consumer
yang dalam tekanan antara lain UNVR yang melemah -3,8 persen. KLBF -3,6
persen. Sementara itu saham industri dasar INTP turun -3,7 persen serta
SMGR yang melemah -3,5 persen.
Deretan saham-saham unggulan
(indeks LQ45) yang bergerak menguat AKRA (5,9%), WTON (1,1%), WSKT
(0,6%), JSMR (0,4%). Adapun saham-saham LQ45 yang melemah dan masuk
jajaran top 10 loser di antaranya BMTR (-5,4%), SRIL (-5,3%), PGAS
(-5,0%), LPPF (-3,9%), UNVR (-3,8%), PTBA (-3,7%), INTP (-3,7%), INCO
(-3,6%) dan SMGR (-3,5%)
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah 0,30% ke level Rp13.932 per dolar AS.
Asia:
Perdagangan
saham di bursa China dihentikan setelah turun lebih dari 7% pada
perdagangan hari Kamis (7/1). Tekanan yang terjadi pada pasar saham
China menjadi sentimen buruk bagi seluruh pasar saham Asia di tengah
kekhawatiran atas pelemahan yuan dan perlambatan ekonomi China serta
turunnya harga minyak.
Indeks Shanghai Composite turun 7,23
persen saat dihentikan sementara. Berdasarkan aturan otoritas China jika
indeks naik atau turun 5%, market dihentikan 15 menit. Jika berikutnya
jatuh 7 persen, perdagangan dihentikan pada hari tersebut. Pada
perdagangan hari Kamis, perdagangan di bursa China hanya berlangsung 15
menit.
Analis Huarong International Securities Jackson Wong
menilai tidak dikejutkan oleh begitu cepatnya penghentian pertama kali.
Jika indeks turun 4 persen, harga jual akan menjadi lebih berat. Wong
menambahkan pejabat China tidak menunjukkan pemahaman yang baik terhadap
pasar meskipun memperkenalkan sistem pemutus transaksi yang
meningkatkan kepercayaan para investor.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) drop -2,33% (-423,98 poin) ke 17.767,34 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melorot -3,09% (-647,47 poin) ke level 20.333,34 poin.
Indeks Shanghai (China) melemah -7,04% (-236,84 poin) ke posisi 3.125,00 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) drop -2,63% (-73,80 poin) ke level 2.730,47 poin.
Eropa:
Aksi
jual masif di bursa Asia mendorong pasar saham Eropa bergeran negatif
pada sesi opening perdagangan hari Kamis (7/1) pagi waktu setempat.
Indeks FTSE 100 (Inggris) turun -1,9% ke level 5.957 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) melemah -2,9% ke posisi 9.917,3 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) drop -2,4% ke level 4.373,8 poin.
Oil:
Harga
minyak tumbang pada perdagangan hari Kamis (7/1), karena faktor naiknya
cadangan minyak di AS dan devaluasi nilai tukar yuan di China. Minyak
jenis WTI melemah 88 sen ke level 33,09 USD per barel. Harga minyak WTI
terendah adalah 32,40 USD per barel pada Desember 2008 selama krisis
finansial global. Sedangkan minyak jenis Brent melemah 3,5 persen ke
posisi 32,77 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Dalam_Tekanan_Jual__IHSG_Terpangkas_1_7_Persen&level2=newsandopinion&id=4054258&img=level1_topnews_2&urlImage=IDX2big.jpg#.Vo49tkDcp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar