About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 07 Januari 2016

Market Brief: Asia Berbalik Arah, IHSG Masih Berpeluang Technical Rebound

Ipotnews - Jelang akhir pekan ini, bursa saham Asia bergerak berbalik arah, setelah sempat dibuka dengan melanjutkan tren penurunan bursa saham global. Tren kenaikan indeks terjadi setelah bursa saham China dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks Shanghai Composite sebesar 2,2 persen.

Pergerakan saham China masih menjadi perhatian global, terkait dengan berakhirnya masa larangan transaksi sejumlah investor besar China pada hari ini, dan penerapan peraturan baru pembatasan penjualan saham oleh investor besar.

Mengawali perdagangan saham hari ini (8/1) indeks ASX 200 dibuka di zona merah, turun 0,66% (-33,04 poin) ke level 4.977,30 pada pukul 08.15 WIB. Harga saham empat bank besar Australia berguguran diikuti dengan melorotnya harga saham emiten minyak dan pertambangan logam.

Pelemahan indeks tertahan oleh kenaikan harga saham emiten pertambangan emas, ditopang kenaikan harga emas global.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melorot 0,87% (-154,55 poin) ke level 17.612,79, tertekan penurunan harga saham emiten ritel dan perminyakan. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan, anjlok 1% menjadi 1.885,29.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih mengalami tekanan tren pelemahan bursa saham global, setelah mengalami penurunan tajam kemarin dan terbenam ke zona merah.

Sejumlah analis mengatakan, indeks berpeluang mengalami technical rebound setelah mampu mepertahankan level support psikologis 4.500. Namun investor disarankan wait and see di tengah tren bearish bursa saham global yang masih menyimpan potensi pelemahan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan signifikan pada bursa saham global dan IHSG yang disertai keluarnya arus dana asing, di tengah penguatan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan indeks saham gabungan.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.450 dan resistance 4.575. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMRA [SMRA 1,585 0 (+0,0%)] (BoW), BBCA [BBCA 13,000 0 (+0,0%)](BoW), WIKA [WIKA 2,840 -10 (-0,4%)] (SoS) dan PTPP [PTPP 3,865 10 (+0,3%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melanjutkan tren pelemahan tajam sehari sebelumnya dengan membukukan penurunan hingga lebih 2 persen pada semua indeks saham acuan.

Meningkatnya kekhawatiran akan kejatuhan harga saham-saham China hingga 7 persen, devaluasi yuan dan rumor akan berlanjutnya upaya China untuk mempercepat tren penurunan nilai tukar yuan, memicu gelombang aksi jual di seluruh pasar ekuitas global dan berlanjut ke Wall Street.

Sentimen pasar semakin memburuk setelah harga patokan minyak mentah AS terperosok ke level terendah dalam 12 tahun menjadi US$33,27 per barel. Investor menunggu rilis data ketenagakerjaan AS, hari ini, yang diharapkan dapat menetralisir tren kejatuhan harga saham dunia.

Dow Jones Industrial Average melorot 2,32% (-392,41 poin) ke level 16.514,10.
S&P 500 merosot 2,37% (-47,17 poin) ke posisi 1.943,09.
Nasdaq Composite terjungkal 3,03% (-146,34 poin) di posisi 4.689,43.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange terpelanting 3,15% menjadi US$20,30.

Tren penurunan indeks saham acuan juga berlanjut di bursa saham utama Eropa, didera kekacauan di bursa saham China dan berlanjutnya penurunan harga minyak global.

Harga saham emiten perminyakan dan pertambangan berguguran, diikuti dengan penurunan harga saham emiten otomotif. Sentimen pasar diperburuk dengan rilis angka pengangguran zona Eropa periode November yang mencapai 10,5 persen, terburuk dalam empat tahun.

FTSE 100 London anjlok 1,96% (-119,30 poin) menjadi 5.954,08.
DAX 30 Frankfurt rontok 2,29% (-234,17 poin) ditutup di 9.979,85.
CAC 40 Paris turun 1,72% (-76,89 poin) berakhir di 4.403,58.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi tadi berakhir variatif dengan mencatatkan penurunan Indeks Dolar. Dolar melemah terhadap euro yang mengalami lompatan lebih dari 1 persen, namun menguat terhadap yen. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,98 persen menjadi 98,207.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
mb8
Komoditas

Tren penurunan harga minyak dunia berlanjut hingga pagi tadi, mencapai level terendah dalam 12 tahun dipicu oleh kekhawatiran akan semakin melemahnya pertumbuhan ekonomi China sehingga menurunkan konsumsi minyak global, yang ditandai dengan anjloknya bursa saham China. Tren penurunan harga minyak sedikit tertahan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan penurunan indeks dolar.

Harga minyak mentah WTI untuk penyerahan Februari turun 70 sen (-2,1%) menjadi US$33,27 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari turun 48 sen (-1,4%) menjadi US$33,75 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi kembali melanjutkan penguatan, memasuki hari keempat berturut-turut, pagi ini. Ketidakstabilan geopolitik - akibat ketegangan di Timur Tengah dan Semenanjung Korea - serta kerentanan ekonomi global mendorong para investor beralih ke logam mulia.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$15,9 (1,45%) menjadi US$1.107,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,34% menjadi US$1.108,91 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Berbalik_Arah__IHSG_Masih_Berpeluang_%3C_i%3ETechnical_Rebound%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=4055522&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-detik.jpg#.Vo8oGtKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news