Ipotnews - Mengawali perdagangan saham di hari pertama Februari (1/2), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham global akhir pekan lalu, yang dipicu oleh pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Jepang (BoJ) dan kenaikan harga minyak. Namun di awal perdagangan Asia, harga minyak WTI turun 0,83% dan Brent melorot 1,06%, sementara rilis data PMI China periode Januari turun menjadi 49,4 dari 49,7 pada Desember lalu, sehingga menurunkan laju indeks.
Bursa saham global hari ini dibuka dengan membukukan kenaikan indeks ASX 200 di bursa Australia hingga 1,7 persen, yang ditopang oleh kenaikan harga saham-saham emiten energi dan perbankan. Pada pukul 8:15 WIB, indeks ASX 200 mencatatkan kenaikan 0,71% (35,68 poin) ke level 5.041,20.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 yang dibuka 1,34% - didorong oleh kenaikkan harga saham-saham emiten eksportir, memanfaatkan penurunan nilai tukar yen – naik 1,27% (223,021 poin) menjadi 17.741,32. Namun harga saham perbankan berguguran tertekan oleh kebijakan suku bunga negatif BoJ.
Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,62% ke level 1.923,84. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% di posisi 19.770,96. Indeks Shanghai Composite melemah 0,24% menjadi 2.730,98.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan penguatan di teritori positif, ditopang tren kenaikan di bursa saham global, setelah akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan zona merah. Analis memperkirakan, indeks akan mengalami reli didorong sentimen positif bursa global, dan optimisme proyeksi perbaikan ekonomi domestik yang ditunjukkan dalam rilis data BPS hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham gobal, IHSG dan nilai tukar rupiah akhir pekan lalu, serta derasnya arus masuk dana asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.580 dan resistance 4.650. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR [SMGR 11,050
350 (+3,3%)] (Buy), ICBP[ICBP 14,450
-400 (-2,7%)] (BoW), INDF [INDF 6,200
225 (+3,8%)] (SoS) dan ELSA [ELSA 230
10 (+4,5%)] (SoS).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, mengakhiri Januari dengan membukukan kenaikan semua indeks lebih dari dua persen. Penerapan kebijakan suku bunga negatif bank sentral Jepang (BoJ), kinerja laporan keuangan sejumlah emiten, stabilisasi harga minyak, dan data PMI Chicago yang lebih baik dari perkiraan, menjadi pemicu kenaikan indeks. Namun secara keseluruhan semua indeks melemah lebih dari lima persen sepanjang Januari.
Dow Jones Industrial Average naik 2,47% (396,66 poin) ke posisi 16.466,3, naik 2,3% selama pekan lalu.
S&P 500 melaju 2,48% (46,88 poin) menjadi 1.940,2, naik 1,7% dari pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite menguat 2,38% (107,28 poin) ke level 4.613,95, naik 0,5% sepanjang pekan lalu.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New Yorks Stocks Exchange naik 2,56% menjadi US$21,65.
Pelonggaran kebijakan moneter BoJ, dan kenaikan harga minyak juga berdampak positif ke bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu, dengan menempatkan semua indeks saham acuan ke zona hijau. Harga saham-saham perbankan bangkit kembali, keluar dari tekanan kerugian.
FTSE 100 London naik 2,56% (152,01 poin) menjadi 6.083,79.
DAX 30 Frankfurt menguat 1,64% (158,52 poin) ke level 9.798,11.
CAC 40 Paris melaju 2,19% (94,86 poin)ke posisi 4.417,02.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, akhir pekan lalu ditutup menguat, ditopang oleh rilis data PDB AS yang naik 0,7 persen pada kuartal keempat 2015, sejalan dengan prediksi pasar, meskipun lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya sebesar 2 persen. Dolar menguat tajam terhadap yen setelah BoJ menyatakan akan menerapkan suku bunga negatif 0,1 persen. Dolar juga menguat terhadap euro dan poundsterling. Indeks Dolar yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 1,04% menjadi 99,54.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Bursa saham global hari ini dibuka dengan membukukan kenaikan indeks ASX 200 di bursa Australia hingga 1,7 persen, yang ditopang oleh kenaikan harga saham-saham emiten energi dan perbankan. Pada pukul 8:15 WIB, indeks ASX 200 mencatatkan kenaikan 0,71% (35,68 poin) ke level 5.041,20.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 yang dibuka 1,34% - didorong oleh kenaikkan harga saham-saham emiten eksportir, memanfaatkan penurunan nilai tukar yen – naik 1,27% (223,021 poin) menjadi 17.741,32. Namun harga saham perbankan berguguran tertekan oleh kebijakan suku bunga negatif BoJ.
Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,62% ke level 1.923,84. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% di posisi 19.770,96. Indeks Shanghai Composite melemah 0,24% menjadi 2.730,98.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan penguatan di teritori positif, ditopang tren kenaikan di bursa saham global, setelah akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan zona merah. Analis memperkirakan, indeks akan mengalami reli didorong sentimen positif bursa global, dan optimisme proyeksi perbaikan ekonomi domestik yang ditunjukkan dalam rilis data BPS hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham gobal, IHSG dan nilai tukar rupiah akhir pekan lalu, serta derasnya arus masuk dana asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.580 dan resistance 4.650. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR [SMGR 11,050
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, mengakhiri Januari dengan membukukan kenaikan semua indeks lebih dari dua persen. Penerapan kebijakan suku bunga negatif bank sentral Jepang (BoJ), kinerja laporan keuangan sejumlah emiten, stabilisasi harga minyak, dan data PMI Chicago yang lebih baik dari perkiraan, menjadi pemicu kenaikan indeks. Namun secara keseluruhan semua indeks melemah lebih dari lima persen sepanjang Januari.
Dow Jones Industrial Average naik 2,47% (396,66 poin) ke posisi 16.466,3, naik 2,3% selama pekan lalu.
S&P 500 melaju 2,48% (46,88 poin) menjadi 1.940,2, naik 1,7% dari pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite menguat 2,38% (107,28 poin) ke level 4.613,95, naik 0,5% sepanjang pekan lalu.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New Yorks Stocks Exchange naik 2,56% menjadi US$21,65.
Pelonggaran kebijakan moneter BoJ, dan kenaikan harga minyak juga berdampak positif ke bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu, dengan menempatkan semua indeks saham acuan ke zona hijau. Harga saham-saham perbankan bangkit kembali, keluar dari tekanan kerugian.
FTSE 100 London naik 2,56% (152,01 poin) menjadi 6.083,79.
DAX 30 Frankfurt menguat 1,64% (158,52 poin) ke level 9.798,11.
CAC 40 Paris melaju 2,19% (94,86 poin)ke posisi 4.417,02.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, akhir pekan lalu ditutup menguat, ditopang oleh rilis data PDB AS yang naik 0,7 persen pada kuartal keempat 2015, sejalan dengan prediksi pasar, meskipun lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya sebesar 2 persen. Dolar menguat tajam terhadap yen setelah BoJ menyatakan akan menerapkan suku bunga negatif 0,1 persen. Dolar juga menguat terhadap euro dan poundsterling. Indeks Dolar yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 1,04% menjadi 99,54.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak dunia kembali naik ke level tertinggi sejak tiga pekan, pada penutupan bursa komoditas New York akhir pekan lalu. Para pedagang masih memperdebatkan potensi penurunan produksi dan stimulus ekonomi yang bisa mempengaruhi harga minyak. Spekulasi penambahan stimulus ekonomi, dan kemungkinan kerja sama untuk menurunkan produksinya antara Rusia dan OPEC mendorong laju harga minyak. Menteri Energi Rusia mengatakan bersedia mendiskusikan 5 persen penurunan produksi dengan OPEC. Data Departemen Energi AS menujukkan produksi minyak November turun menjadi 9.318 juta barel per hari, dari 9.370 bph pada Oktober. Secara keseluruhan harga minyak West Texas Intermediate di bursa New York, dan Brent North Sea di bursa London masing-masing mengalami penurunan harga 9,2% dan 6,8% selama Januari lalu.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 40 sen (1,2%) menjadi US$ 33,62 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 85 sen (2,5%) menjadi US$ 34,74 per barel.
Harga emas di bursa berjangka Comex New York akhir pekan lalu ditutup menguat, setelah data pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan penurunan laju kenaikan pada akhir tahun lalu, sebesar 0,7 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 2 persen. Harga emas telah meningkat sebesar 5 persen sepanjang Januari lalu, disokong oleh kekhawatiran akan proyeksi pertumbuhan global terutama China pada awal tahun ini, sehingga menimbulkan pertanyaan akan kelanjutan kebjakan The Fed untuk menaikkan suku bunga AS.
Harga emas untuk penyerahan Februari naik 0,1% menjadi US$1.116,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.116,46 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Menguat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Manuver_di_Zona_Hijau&level2=newsandopinion&id=4101057&img=level1_topnews_2&urlImage=#.Vq6-UdKqqko
Harga minyak dunia kembali naik ke level tertinggi sejak tiga pekan, pada penutupan bursa komoditas New York akhir pekan lalu. Para pedagang masih memperdebatkan potensi penurunan produksi dan stimulus ekonomi yang bisa mempengaruhi harga minyak. Spekulasi penambahan stimulus ekonomi, dan kemungkinan kerja sama untuk menurunkan produksinya antara Rusia dan OPEC mendorong laju harga minyak. Menteri Energi Rusia mengatakan bersedia mendiskusikan 5 persen penurunan produksi dengan OPEC. Data Departemen Energi AS menujukkan produksi minyak November turun menjadi 9.318 juta barel per hari, dari 9.370 bph pada Oktober. Secara keseluruhan harga minyak West Texas Intermediate di bursa New York, dan Brent North Sea di bursa London masing-masing mengalami penurunan harga 9,2% dan 6,8% selama Januari lalu.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 40 sen (1,2%) menjadi US$ 33,62 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 85 sen (2,5%) menjadi US$ 34,74 per barel.
Harga emas di bursa berjangka Comex New York akhir pekan lalu ditutup menguat, setelah data pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan penurunan laju kenaikan pada akhir tahun lalu, sebesar 0,7 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 2 persen. Harga emas telah meningkat sebesar 5 persen sepanjang Januari lalu, disokong oleh kekhawatiran akan proyeksi pertumbuhan global terutama China pada awal tahun ini, sehingga menimbulkan pertanyaan akan kelanjutan kebjakan The Fed untuk menaikkan suku bunga AS.
Harga emas untuk penyerahan Februari naik 0,1% menjadi US$1.116,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.116,46 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Menguat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Manuver_di_Zona_Hijau&level2=newsandopinion&id=4101057&img=level1_topnews_2&urlImage=#.Vq6-UdKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar